Selasa, 10 Mei 2016

Majalah Kawanku Online Ngadaain Kuis berhadiah Novel (DL 13 Mei & 1 Juni)

Assalamu'alaikum. Pagi semua ... ^_^

Pada postingan kali ini saya ingin ngeshare Kuis berhadiah Novel Gratis dari Majalah Kawanku Online. Pas banget buat  kamu yanng suka menguji peruntungan dalam hal gretongan. Tak usah malu juga kali .... Banyak temannya. hehe ....


KUIS BERHADIAH 10 NOVEL PINKLUV KARYA TISA TS (DL 13 MEI)

Novel PinkLuv adalah sebuah novel yang mengajak pembacanya untuk menyelami makna cinta dan bagaimana cara menikmati cinta itu bagi para remaja. Meskipun begitu, novel ini tidak akan membuat kamu jadi ahli soal cinta lho. Yang pasti, novel ini akan membawa kamu ngerasaain yang namanya baper dan menikmati masa ke-baper-an tersebut.

Syarat dan Ketentuan

  1. Tulis "pengalaman paling baper atau penngalaman PHP paling nyesek yang pernah kamu alami". Atau buat kamu yang nggak pernah merasakan kedua hal tersebut bisa menulis jawaban pertanyaan ini "Manakah yang lebih berbahaya antara Baper atau PHP?"
  2. Tulis jawaban kamu di kolom koment Facebook DISINI 
  3. Tulis juga data diri kamu seperti nama, usia, kota, akun twitter, alamat email, dan akun Facebook
  4. Satu pesertabisa menulis lebih dari satu jawaban berbeda.

HADIAH

10 Jawaban Terbaik akan mendapatkan novel Pinkluv dari penerbit Loveable.

DEADLINE

13 Mei 2016

PENGUMUMAN PEMENANG

Pemenang akan diumumkan dua minggu setelah kuis tersebut ditutup.


KUIS BERHADIAH 10 NOVEL MARSHMALLOW KISS KARYA MUTI SIAHAAN (DL 1 JUNI)

Syarat dan Ketentuan
  1. Tulis "pengalaman PDKT dengan gebetan yang tak terlupakan". 
  2. Tulis jawaban kamu di kolom koment Facebook DISINI 
  3. Tulis juga data diri kamu seperti nama, usia, kota, akun twitter, alamat email, dan akun Facebook

HADIAH

10 Jawaban Terbaik akan mendapatkan novel Marshmallow Kiss dari penerbit GPU

DEADLINE

1 Juni 2016

PENGUMUMAN PEMENANG

Pemenang akan diumumkan bulan Juni 2016


Kamis, 05 Mei 2016

TIPS DAPAT IDE MENULIS DARI SURAT KABAR


Bolehlah saya mengutip sebuah perkataan seorang penulis profesional yang memiliki puluhan buku bahwa:

"Ide itu bisa datang dari mana saja tergantung kepekaan kita, bahkan suara kentut pun bisa jadi tulisan. Tetapi yang terpenting ketika ide itu muncul segera menggarapnya."

Belajar dari kata - kata menohok tersebut, saya ingin berbagi Satu Tips mendapat Ide Menulis dari tutur dosen adik saya. Kebetulan adik saya kuliah di jurusan sastra sehingga dikit - dikit saya juga menimba ilmu darinya.

Singkat cerita, Ide itu bisa digali surat kabar. Di surat kabar banyak sekali kejadian yang bisa dikembangkan dengan daya imajinasi.

Dan benar saja, semalam saya membaca satu cerita. Sebagai peminat cerita saya dengan mudah menilai tulisan adik saya  dengan masukan bla bla bla .... Tapi kalau saya ditantang untuk menulis, ya saya mikir - mikir dulu. sudah lama saya vakum menulis. Bahkan untuk sekedar menulis status. So, mungkin dari postingan kali inilah saya ingin kembali menulis.

-----------------------------------------------------
Terima kasih adekku, ceritamu malam itu mengembalikan ruh menulisku yang tertidur. Dan untuk dosenmu yang tak pernah aku tahu wajahnya.

MeteoLove


Aku percaya kalau Rama akan datang bersama hujan meteor. Itu yang sudah ia janjikan. Janji itu selalu terngiang dalam ingatan.

Tiga hari lagi, hujan meteor phoenicids diperkirakan akan terjadi. Dan hari itu, sudah lama kunantikan. Di bukit bintang, kami akan bertemu. 

Aku akan datang dengan memakai longdress hijau, warna kesukaan kami berdua. Kami memang memiliki banyak kesamaan. Langit, bintang dan bukit. Kenapa bukit? Sebab Ramalah aku mulai menyukai bukit, mencintai malah.

Aku benci bukit seperti membenci abah, begitu aku menyebut kakek. Abah pergi ke Suroloyo, puncak tertinggi Pegunungan Menoreh, meninggalkan Iyung sendiri. Iyung sebutan untuk nenekku. Semua orang akan meninggalkan alasan ketika mereka pergi. Namun abah, ia sama sekali tidak meninggalkan alasan kepada iyung, aku dan ibu. Abah pergi begitu saja. Sepeninggal Abah, Iyung tampak melakukan aktivitas seperti biasa. Menganyam mendong dari subuh hingga menjelang asar. Iyung ikhlas melepas Abah pergi.

“Iyung, tidak mencari abah?”

“Abah pergi dengan kemauannya sendiri, untuk apa dicari.” Ucap Iyung datar. “Lagipula semuanya akan pergi.” Ini ke dua puluh satu kali Iyung menjawab dengan jawaban yang sama. Aku mulai hafal di luar kepala kalimat Iyung.

“Iyung ....”

Aku mulai tidak tahan melihat Iyung yang berpura – pura tidak terjadi apa-apa. Dalam hati, aku yakin, Iyung merasakan kesedihan yang dalam.

Dengan berbekal kenekatan dan secarik alamat di atas kertas buram yang pinggir-pinggirnya sudah di makan ngengat aku mengendarai maticku. Abah harus ketemu, batinku. Aku harus mencari tahu kenapa Abah pergi.

Sejak motorku macet dan aku mesti mendorongnya agar sampai di rumah Abah. Aku memanggil kakekku dengan sebutan abah. Hari itu untuk pertama kalinya aku ke Suroloyo, puncak tertinggi pegunungan Menoreh. Rute menanjak dengan jalan berliku, kanan – kiri tebing yang curam.


Sejak abah berpisah dengan iyung, abah memilih tinggal di Suroloyo, tanah kelahirannya. Iyung adalah sebutanku untuk nenek. 

Bersambung ...............