Tampilkan postingan dengan label Catatan Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Desember 2021

Kebiasaan Membacakan Buku ke Anak Melejitkan kecerdasan Anak

Membaca adalah jendela ilmu, begitu kata pepatah. Kegiatan membaca ini juga tidak bisa begitu saja tumbuh. Harus dibiasakan. Bahkan dari bayi masih dalam kandungan kalau bisa. 

Kebiasaan membacakan buku ini konon katanya mampu melejitkan kecerdasan anak. Ada beberapa penelitian tentang hal ini. Bisa sercing sendiri ya. Hihihihi.


Nah, mumpung belum terlambat nih, kedua anakku sedari kecil mulai kudekatkan dengan buku. Kalau gak ngantuk banget, kubacakan buku sebelum tidur. Bukunya buku apa? Apa aja. Sepunyanya di rumah. Bahkan ada sebuah majalah lama punya ibuk mertua yang udah jadul pun kubacakan ke anak. Tentu dengan banyak improvisasi.


Contohnya gini, ada majalah jadul. Di salah satu halamannya ada iklan bergambar seorang anak smp tiduran kemudian sedang diberi balsam oleh seorang ibu. Di sisi atas gambar ada seorang bapak yang sedang memayungi anak tersebut. Dengan berbekal gambar itu kurangkai sebuah cerita. Apa anak suka? Ya. Khonsa suka. Setiap buka majalah itu, selalu ia membuka gambar itu dan bertanya, "ini apa mi?" Kemudian mulailah aku menceritakan karanganku dulu.


Dan jangan heran dan harus sabar karena dalam sehari anakmu akan bertanya tentang gambar itu berulang kali. Bosan. Tentu. Bahkan kalau mood lagi jelek bisa kesal. Sabar pokoknya mah.


Pernah terpikir olehku, "kenapa sih ni anak susah banget nangkepnya?" bahkan untuk nama tokohnya aja ia lupa," Lalu aku tersadarkan bahwa Khonsa itu masih 3 tahun akalnya belum matang. So, emak-emak jangan samakan daya nalar anak kita dengan kita. Kelak akan ada masanya sendiri anak-anak itu bernalar.


Dari peristiwa kecil itu ingatanku beranjak ke tiga tahun silam disaat aku menjadi guru privat membaca. Karena obsesi orang tua yang menginginkan anak bisa membaca ia paksa anaknya belajar membaca. Bahkan sampai marah - marah dan memukul anaknya dihadapanku ketika anaknya malas belajar membaca. Please mak, anakmu itu belum sempurna akalnya. 


Di saat anakku telah berusia tiga tahun. Apa yang paling pesat berkembang. Ternyata ingatan akan apa yang aku ucapkan. Jadi ya mak, waktu usia ini bagus buat memperbanyak hafalan alqur'an.


Gimana caranya? Mudah. Setiap saat setiap waktu emak bacain aja ayat yang mau dihafalin. Gimana kalau anaknya gak mau ngikutin. Bacain terus. Lafalkan terus lewat bibir emak. Insya Allah dengan ijin Allah si anak akan mengucapkan juga ayat tersebut. Beneran ini, sudah kubuktikan. Tinggal bagaimana keistiqomaah, ketelatenan, dan kesabaran emaknya. Dan juga doa tentunya. Minta sama Allah agar diberi kemudahan.


Kembali ke membacakan buku ya, malah mbleber kemana mana. Jadi, mari kita bacakan buku anak kita sehari 10-15 menit dalam sehari. Gimana kalau anaknya kemana-mana atau malah menyobek bukunya. Ya gak papa. Kalau jalan-jalan ya panggil namanya suruh duduk. Ubah intonasinya. Banyak cara bisa emak lakukan. Kalau disobek ya tinggal beli plester. Yakin deh. Nanti anak akan duduk manis ketika kita bacakan buku. Bahkan ketika kita beri tahu ia bahwa membaca buku gak boleh tiduran, ia nanti yang akan ingatkan kita ketika membaca buku sambil tiduran.


Yup, 10-15 menit setiap hari ya. Waktunya bisa dipecah kalau memang anak cepet bosen. 5 menit pagi, 5 menit siang, 5 menit malam. 


Sebenarnya buku yang cocok buat anak usia dini ya yang boardbook gitu. Tapi ya gimana harga bukunya cukup fantastik. Tak kuat rasanya. Biarlah dapur yang mengepul terlebih dulu.


So, untuk keluarga yang super hemat dan selalu berpinsip tidak ada rotan akar pun jadi, hal itu bisalah diakali dengan buku-buku yang ada di rumah. Bahkan bisa juga kita bikin buku sendiri. Digambari sendiri, dikarang cerita sendiri, diwarnai sendiri, dan dijilid sendiri. Hehehe. Selamat mencoba.


Salam

Sabtu, 23 Februari 2019

Passion dan Kreasiku Ladang Bisnisku

Ini tentang aku dan impianku yang terpendam. Impian yang sedikit demi sedikit mulai kuwujudkan. Perlahan. Memiliki toko hijab hasil kreasiku sendiri. Impian yang kelak akan kuwujudkan sembari tetap menjalankan komitmenku.

Menjadi ibu. Sejak awal itulah komitmenku. Suatu profesi yang jarang diminati generasi milenial. Profesi yang selalu dipandang sebelah mata. Padahal, inilah satu profesi mulia yang akan mengantarkan wanita ke jannahNya.

Meskipun surga balasannya, tetapi sedikit sekali yang mengambil profesi ibu secara penuh. Kebanyakan memilih menjadi ibu paruh waktu. Separuh untuk keluarga dan anak, separuh untuk kerja. Bahkan parahnya keluarga kerap dapat porsi waktu yang lebih sedikit.

Nah, karena itulah aku ingin menjadi anomali. Menerjang arus. Menjadi ibu secara utuh tetapi masih bisa melakukan passionku, menjahit dan merintis toko hijabku. Bismillah. Aku pasti sanggup.

"Kalau orang lain bisa melakukannya kenapa aku tidak. Banyak orang yang sukses mengembangkan bisnisnya dari dalam rumahnya tanpa mengganggu aktivitasnya sebagai ibu dan istri. Pokoknya aku harus bisab" begitulah aku mensugesti diri sendiri.

Sampai kemarin aku mendapatkan satu lagi amunisi dari teman SMAku di akun facebook. Dalam sebuah postingan ia seakan memberikan bara api yang baru untukku.

Kesenangan menjahit kumulai sejak lulis SMA. Aku belajar otodidak dari buku kursus menjahit ibuku. Dulu, ibu pernah kursus menjahit dan berhasil membeli mesin jahit dari hasil keringatnya sendiri. Konon mesin jahit ibuku lebih tua dari umurku. Dan sampai sekarang mesin jahit itu masih bisa dipakai.

Aku praktek menjahit dengan baju-baju bekas. Karena memang keterbatasan uang untuk membeli kain. Sampai bertahun-tahun hobi menjahit hanya menjadi hobi. Sampai setahun aku mulai menekuni kembali menjahit.

Mulailah aku mengikuti berbagai grup menjahit via fb maupun wa. Dan, berkat ikut kelas menjahit via wa, kini aku sudah bisa pola baju yang memang enak di pakai. Satu dua tiga teman juga mulai minta dijahitkan. Aku fokus menjahit gamis dan khimar. Makanya aku ingin memiliki toko hijabku sendiri. Toko yang akan menampung semua hasil kreasiku.

Bisnis kecilku mulai kurintis dari membuat brand hijabku sendiri. Membuat akun instagram dan promosi via wa. Alhamdulillah mulai ada yang tertarik memesan produk khimarku.

Untuk ke depannya aku ingin membuka lapakku di situs belanja biar jangkauannya lebih luas, seperti Blibli.com. Aku sendiri sudah punya akunnya cuma memang belum punya barang yang ready stok. Terhalang modal. So, masih pre order.

Setahun berlalu tetapi bisnis kecil-kecilanku tidak berkembang. Masih stag di situ situ saja. Memang sih ada beberapa hal yang menghambat laju bisnis kecilku, diantaranya rasa malas produksi. Bawaan orok membuatku malas menjahit. Maklumlah lagi hamil. Sampai tulisan ini dibuat, bayiku sudah lahir dan aku belum memegang mesinku. Aktivitas mengurus bayi ternyata menguras energi.

Kurangnya networking juga berpengaruh dalam menarik orang untuk membeli. Apalagi aku kan tipenya introvert jadi susah susah gampang menarik seseorang. So aku biasanya mengandalkan adekku tersayang dalam hal pemasaran. Ibarat kata aku tuh orang yang always di belakang layar.

Aku tahu dua hal di atas sangat-sangat menghalangi cita-citaku. Maka dari itu aku berusaha untuk mengubahnya perlahan. Aku harus bisa memanajemen waktuku lagi. Memang cita-cita dan impian itu harus diupayakan dengan maksimal kalau tidak ya ia akan tetap menjadi mimpi yang indah.

So, saatnya action. Bismillah.

Senin, 18 Februari 2019

Misteri Jodoh

Sudah lama tak singgah di blog kecilku ini. Lama rasanya seperti lamanya menunggu jodoh.

Bicara soal jodoh. Memang jodoh itu misteri. Kita tidak tahu kapan ia datang. Datang tanpa mengetuk. Dan ketika ia datang, samua berjalan begitu mulus. Aral melintang tentu ada namun semua terasa mudah. Itulah ajaibnya. Seperti pertemuanku dengan jodohku yang sekarang jadi suamiku. Ajaib kubilang. Dan MasyaAllah inilah misteri Illahi itu.

Tak ada yang menyangka aku bakal menikah dengan Mas Adin. Orang yang sama sekali tak pernah terbesit dalam benakku. Sekalipun. Kami sama sekali tidak kenal. Kenal hanya melalui biodata dan nadzor sekali. Dan kuasanya Allah, Allah mencondongkan hatiku padanya. Meski saat itu yang terpikir adalah semoga Allah ridho. Aku serahkan semuanya sama Allah. Itu saja.

Cinta. Aku menikah tanpa cinta. Mungkin ini benar adanya. Aku percaya bahwa Allah lah kelak yang akan menumbuhkan cinta. Dan, benar. Allah telah menumbuhkan cinta diantara kami. Cinta yang tanpa PHP. Ah, jadi gini rasanya dicintai.

Tanggal 5 April 2018 adalah hari bersejarah dalam hidupku. Hari kami melangsungkan pernikahan yang sederhana.

Kemudian 40 mggu kemudian bayi mungil kami lahir ke dunia. Khonsa Naila Sabiha. Tepatnya tanggal 11 Januari 2019. Kaya lagunya gigi. Tanggal itu adalah tanggal yang direquest Onty ke Allah. Doa Onty diijabahi. Ah, jadi begini rasanya punya anak. Sesuatu yang sangat kusyukuri mendapatkan suami Mas Adin. Love you Mas.

Btw kalau Mas Adin suatu saat baca ini. Aku penasaran apa reaksianya. Ah, kurasa datar saja. Tapi its ok. Aku paham. Pernikahanku memang bukan pernikahan cinderela.

Sudah dulu merekam jejaknya.

Minggu, 08 Januari 2017

Om Telolet Om dan Kado Tahun Baru


Pagi itu, selepas mengantar adek saya di pangkalan bus, saya melihat anak - anak itu berdiri di pinggir jalan. Baju olahraga berwarna kuning hitam menandakan mereka akan berolahraga. Namun, betapa tercenangnya saya ketika saya melihat tingkah mereka. Terlihat dari jauh, salah satu anak itu berkelakuan tidak sesuai umurnya. Gleleng. Begitu pikir saya. Dan ketika sepeda motor saya telah mendekat dengan anak - anak itu sebuah bus melaju dari arah berlawanan, serempek mereka berteriak "om telolet om."
Saya tersenyum kecut.
Latahnya anak - anak dengan om telolet om, dalam pandangan saya bukan semata kesalahan anak - anak itu saja. Ah, ini benar - benar sistemik. Sebuah sajian yang selalu terhidang di negeri ini. Saya seperti sudah muak dengan ini. Orang - orang terlalu reaktif dengan hal yang viral. Tanpa pernah mau menimbang apakah itu memberikan keberkahan pada hidupnya.
Sebuah bingkisan penutup diakhir tahun. 
Dan, kemuakan itu kembali menyerang saya ketika kabar kenaikan tarif listrik, stnk, dan bahan bakar. Ah, kenapa kami rakyat jelata yang harus selalu menderita.
Dari sisi manapun, kami yang akan menderita. 

Senin, 29 Agustus 2016

Menjahit: Hobi yang Menghasilkan Uang

Menjahit 


Sejak saya masih duduk di bangku sekolah Menengah Atas saya sudah sering mengobrak – abrik buku emak saya: buku menjahit. Dan sejak saat itu pula baju – baju saya, emak saya, bapak saya dan baju-baju bekas yang ada di lemari menjadi sasaran saya untuk berkreasi. Walhasil jadilah baju aneh – aneh dan produk gagal. Endingnya saya pasti kena omelan kedua orang tua saya. Namun demikian tak pernah menyurutkan niat saya untuk belajar menjahit. Hahaha. Singkat cerita, saya telah menemukan passion saya yakni menjahit khusus gamis.

Ada anggapan bahwa menjahit itu hanya untuk orang – orang yang memiliki bakat. Saya bilang angggapan ini salah dan tidak mendasar. Orang yang mengatakan hal tersebut hanyalah orang yang MALAS. Karena prakteknya pekerjaan menjahit, mulai dari pengukuran, pemotongan, menjahit, sampai finishing itu dapat dikerjakan. Saya telah melalui semuanya. Udah deh hapus anggapan buruk tersebut. Anggapan semacam itu biasanya datang dari bisikan setan yang menginginkan kita bermalas – malasan. Mau terus jadi temennya setan, yaudah ikutin aja terus anggapan tersebut. Kalau saya mah ogah. Saya bukan bermaksud untuk menggurui atau semacamnya, ini adalah murni opini saya. Jika tidak berkenan, skip aja.

Hobi yangmenghasilkan uang

Hingga postingan ini saya terbitkan, saya telah menghasilkan beberapa ratus ribu dari menjahit khususnya menjahit gamis. Lumayan buat uang saku dan beli paket data. Jadi buat kamu yang memiliki passion tertentu aka hobi tertentu, saran saya terus asah hobi tersebut hingga kamu mahir di hobimu itu. Dan saya yakin uang itu akan mengikuti. Kalau kata saya, uang itu akan mengikuti orang yang kreatif ketika usaha selalu menyertainya.


By the way, barusan saya iseng serching terkait menjahit, melalui Wikipedia dikatakan kalau penjahit pakaian pria disebut tailor sedangkan modiste sebutan untuk penjahit pakaian wanita. Sumpah, aku baru tahu kali ini. Mungkin ke depan aku ingin buat brandku sendiri: Naki Modiste.

Kamis, 05 Mei 2016

TIPS DAPAT IDE MENULIS DARI SURAT KABAR


Bolehlah saya mengutip sebuah perkataan seorang penulis profesional yang memiliki puluhan buku bahwa:

"Ide itu bisa datang dari mana saja tergantung kepekaan kita, bahkan suara kentut pun bisa jadi tulisan. Tetapi yang terpenting ketika ide itu muncul segera menggarapnya."

Belajar dari kata - kata menohok tersebut, saya ingin berbagi Satu Tips mendapat Ide Menulis dari tutur dosen adik saya. Kebetulan adik saya kuliah di jurusan sastra sehingga dikit - dikit saya juga menimba ilmu darinya.

Singkat cerita, Ide itu bisa digali surat kabar. Di surat kabar banyak sekali kejadian yang bisa dikembangkan dengan daya imajinasi.

Dan benar saja, semalam saya membaca satu cerita. Sebagai peminat cerita saya dengan mudah menilai tulisan adik saya  dengan masukan bla bla bla .... Tapi kalau saya ditantang untuk menulis, ya saya mikir - mikir dulu. sudah lama saya vakum menulis. Bahkan untuk sekedar menulis status. So, mungkin dari postingan kali inilah saya ingin kembali menulis.

-----------------------------------------------------
Terima kasih adekku, ceritamu malam itu mengembalikan ruh menulisku yang tertidur. Dan untuk dosenmu yang tak pernah aku tahu wajahnya.

Senin, 09 November 2015

Pada Akhirnya Kita akan Pulang

Saya sudah mendengar kepulangannya dari mulut beberapa orang yang sering menebar gunjingan. Dan dengan mata kepala saya sendiri, saya telah melihatnya. 

Siapa dia? Saya katakan dia adalah teman kecil. Ah, kurasa juga bukan teman. Kita tidak pernah mengikrarkan diri sebagai teman dengan maen bareng. Kita cuma sekedar kenal karena satu sekolah dasar dan satu dusun. Itu saja. Tak ada yang lebih.

Ada yang menarik yang perlu saya tuliskan. Jelas bukan tentang asal - usulnya, melainkan tentang apa yang tampak darinya yang bisa dijadikan sebuah pelajaran.

Apa yang tampak padanya dan melekat padanya adalah seorang yang sukses. Ini untuk ukuran seorang anak manusia yang telah menjalani seperempat lebih hidupnya. Bahkan ada seorang teman saya yang melabeli dia dengan sebutan "BOS." Ia setelah lulus sekolah (aku tak tahu dia dulu di SMA atau SMK) bekerja di pelayaran, pesiar.

Bagi saya, yang menarik bukan apa yang ia dapat dari bekerjanya, bukan nominal uang yang ia terima. Tetapi lebih pada kemana ia melakukan pelayaran. Keren sekali bukan, kita bisa keliling dunia tanpa bayar. Mengapa saya katakan demikian, mungkin karena keinginan besar saya yang ingin keliling dunia. Kapan? Saya bisa ke Turki misalnya, salah satu negara yang di sana pernah menjadi pusat kekhilafahan.

Bukan saya namanya, kalau tidak "kepo." Saya pun melakukan penelusuran di facebook. Kalian tahu apa yang saya temukan? Foto - fotonya keliling dunia. Mupeng banget. Kapan giliran saya.

Dan pada akhirnya ia pulang. Ke rumahnya.

Intinya, apa yang saya tuliskan adalah sebuah analogi, bawasanya kemanapun engkau melakukan perjalanan, engkau akan pulang. Termasuk hidup ini, kemanapun engkau melangkah engkau akan pulang, kembali ke asal engaku diciptakan. 

Kamis, 22 Oktober 2015

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid 1


Ali bin Abu Thalib, Laki –Laki Pertama yang Masuk Islam

Ibnu Ishaq berkata, “Orang laki –laki pertama yang berima kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam, shalat bersama beliau, dan membenarkan apa yang beliau bawa ialah Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hisyam. Pada saat ia masuk islam, ia berusia sepuluh tahun. Diantara nikmat yang diberikan Allah kepada Ali bin Abu thalib adalah bahwa ia hidup di bawah asuhan Rasulullah sebelum islam.[1]

Masuk Islamnya Zaid bin Haritsah

Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian Zaid bin Haritsah bin Syurahbil bin Ka’ab, mantan budak Rasulullah masuk islam. Dia laki – laki pertama yang masuk islam dan shalat sesudah Ali bin Abu Thalib.[2]

Zaid adalah anak Haritsah. Dikisahkan bahwa hakim bin Hizam bin Khuwailid tiba dari Syam dengan membawa budak – budak di antaranya adalah Zaid bin Haritsah dan anak kecil yang belum baligh. Kemudian Khadijah binti Kuwailid datang kerumahnya dan Khadijah diminta memilih salah satu diantara kedua budak tadi. Khadijah memlih Zaid.

Rasulullah tahu bahwa Khadijah memiliki Zaid dan Rasulullah meminta menghadiahkan Zaid kepada beliau. Zaid dihadiahkan kepada Rasulullah dan Rasulullah memerdekaan Zaid dan mengangkatnya menjadi anak angkat. Ini terjadi sebelum wahyu turun kepada Rasulullah.

Masuk Islamnya Abu Bakar Radhiyallahu anhu

Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian Abu Bakar bin Abu Quhafah.” Ibu Hisyam berkata, “Nama Asli Abu Bakar adalahAbdullah, dan Atiq adalah julukannya, karena ketampanan wajahnya dan pembebasan budak yang ia lakukan.

Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Abu Bakar masuk islam, ia memperlihatkan keislamannya, dan berdakwah kepada Allah dan RasulNya.

Abu Bakar adalah orang yang diterima kaumnya, dicintai, mudah, orang quraisy yang paling ahli tentang nasab Quraisy, dan orang Quraisy yang paling ahli tentang Quraisy; kebaikannya dan keburukannya. Selain itu, ia seorang pedagang yang berakhlak mulia dan baik hati. Tokoh – tokoh kaumnya datang kepadanya dan senang karena ilmunya, perniagaannya, dan tanggapannya yang baik. Ia ajak orang –orang yang dipercayai di antara orang –orang yang sering datang kepadanya dan ngobrol dengannya tentang Allah dan Islam.”[3]

Orang – orang yang masuk islam karena dakwah Abu Bakar ra.
1.       Utsman bin Affan
2.       Zubair bin Awwan bin Kuwailid
3.       Abdurahman bin Auf
4.       Sa’ad bin Abu Waqqash
5.       Thalhah bin Ubaidillah

Setelah mereka berlima merespon dakwah Abu Bakar, ia membawa mereka kepada Rasulullah. Kemudian mereka masuk islam dan melakukkan shalat bersama.

6.       Abu Ubaidah dan orang –orang lain.
Untuk kelanjutannya silahkan beli Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. J


[1] Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al- Muafiri, Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid 1, (Jakarta: Darul Falah, 2009), hlm. 209.
[2] Ibid, hlm. 211.
[3] Ibid, hlm. 213.

Pesona Sunrise di Bawah Galian Rupiah


Ketika ramadhan, beberapa bulan yang lalu, saya dan beberapa anak desa menyempatkan diri untuk jalan – jalan ke sebuah bendungan di bawah jembatan Progo. Masyarakat setempat menyebut bendungan itu dengan istilah dam – daman.

Dam – daman itu tidak jauh dari dusun kami sehingga kami berangkat selepas subuh dengan berjalan kaki. Letaknya  50 meter di belakang Balai Desa Brosot, kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Kabut tebal di sertai  udara dingin menggigit kulit kami. Namun, keceriaan dan semangat kami menghilangkan rasa dingin itu. Setelah melewati jalan beraspal yang sering di lewati mobil pribadi seperti Avanza Velos, Avanza Grand Max dan truk – truk pengangkut pasir, kami menuju tanggul sepanjang Sungai Progo.



Perjalanan kami lalui selama 15 menit. Sampai di sana telah banyak anak – anak sedang menyalakan petasan. Sementara kami langsung menuju pagar memadangi sunrise. Di timur, semburat orange mulai tampak, tanda mentari mulai menjulurkan lidahnya. 

Selama sepuluh menit kami menikmati matahari yang hampir terbit. Tetapi karena ulah beberapa anak laki – laki berulah menyalakan petasan dan melemparkannya kepada kami. Kami berjalan ke bawah, kami ingin menginjakkan kaki di atas kerakal dan bermain air sungai Progo yang berarus lumayan besar. 
Namun, sebelum itu, kami meluangkan waktu untuk bermain prosotan terlebih dahulu untuk memacu adrenalin.


Setelah puas memacu adrenalin, kami langsung turun ke bawah sungai melewati padang yang rumputnya melebihi tubuh kami. Di samping padang itu, sebuah jalan truk yang telah mulai terlihat truk pergi mengangkut pasir. 

Galian Rupiah Sungai Progo

Tumpukan krakal bekas galian pasir membentuk gundukan – gundukan yang mengakibatkan aliran sungai progo berkelok – kelok. Saat kami bermain di antara bekas galian pasir itu, tidak ada lagi penambang yang menambang pasir di situ. Mereka sudah berpidah ke selatan. Penambangan pasir tersebut hingga postingan ini dibuat masih berlanjut. Dan menurut beberapa informasi yang saya dapat mereka menambang tidak lagi secara manual tetapi dengan alat sedot. Bisa dibayangkan, bila hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin, dikemudian hari akan terjadi dampak buruk yang mengerikan seperti longsor. Saya ngeri membayangkannya, tetapi bagaimana, suara saya tidak mampu memcegat ulah usil tangan mereka.







Sekarang mereka bisa menikmati uang yang melimpah, tanpa memikirkan anak cucu mereka. Uang memang kerap membutakan hati nurani. Terlepas dari semua itu sunrise di bawah sungai Progo benar –benar memukau.  

Senin, 19 Oktober 2015

Ngeblog : Mengeluarkan Isi Kepala

Bismillahirahmanirrahim

Berdoa dulu sebelum memulai menulis postingan kali ini, semoga Allah meridhoiku sehingga aku bisa memenangkan kompetisi blog yang diadain oleh Emak Gaoel, Go For It. Ngarep banget. Yap, postingan ini memang khusus ngejawab dua pertanyaan dari empunya blog emak gaoel, Kak Winda.

“Apa yang kamu kejar dari kegiatan blogging-mu?”

Sejujurnya, aku sedikit bingung mau menjawabnya dari mana. Ceritanya panjang sepanjang sungai di deket rumahku, sungai Progo. Tapi aku bisa kok menyingkatnya menjadi seluas kolam lele di belakang rumahku.

Awal aku mengenal blog hanya  sekedar untuk curhat dan berbagi hobiku, yaitu yang berhubungan dengan kerajinan tangan. Itu sekitar tahun 2010. Beberapa blog sudah kubuat dan terpaksa menjadi sarang laba-laba saja. Di penghujung tahun 2014, keinginan mendapatkan penghasilan dari blog , google adsense terciptalah blog ini. Yang endingnya zonk. Hahaha. Aku ditolak. Rasanya tuh sakit banget. Tapi dari situ aku belajar.

Aku pun akhirnya mencoba adsense dari youtube. Kata para suhu mudah daftar lewat youtube. Dan ternyata benar. Aku diterima jadi mitra youtube. Tapi ternyata kagak bisa digabung adsensenya. Hiks. Blogku harus non hosted dulu. Hihihi. Untuk ke sana masih butuh banyak belajar. Tapi, kalau UUD (ujung –ujungnya duit) aku meraihnya dengan slow aja.

Dan sekarang aku telah berbesar hati kok. Kesimpulannya  untuk saat ini, aku tidak terlalu mengejar sesuatu melalui blog. Blog hanya kugunakan untuk sekedar …. Untuk ….

Menumpuk tulisan dan isi kepalaku saja

Sedangkan untuk penghasilan kucari lewat jalan lain saja (jadi perator warnet). Kenapa kamu tidak berjuang lebih keras lagi? Mungkin ada yang akan membatin pertanyaan tersebut. Kujawab dengan tulisan “Aku kan sudah punya adsense di youtube, itu dulu aja yang kuoptimalkan. Fokus nih ceritanya.”

Jadi teringat quote seorang teman facebook yang aku yakin dia sama sekali tidak kenal dan sadar bahwa kata –katanya selalu kujadikan sebagai alarm bagi diriku. Begini kata –katanya, “Fokuslah pada apa yang kau tuju seperti seorang pelari. Ia tidak akan meninju orang lain karena lawan sebenarnya adalah dirinya sendiri.”

Dan untuk pertanyaan ke dua, “Aplikasi apa saja yang dipakai dalam membuat tulisan lomba tersebut?” (dalam bentuk cerita)


Aku paling sering edit foto tuh pake photoscape, udah itu doang. Lebih sering sih nge-crop gambar dan menjernihkan gambar aja. Tapi ya itu ngedit –ngedit begituan sering membutuhkan banyak waktu. Maklum masih amatiran. Di bawah ini hasil editanku yang amatiran.

before


after

BTW kok bagusan tanpa edit ya, hehehe. Ngerasakan hal yang sama? Berarti memang aku harus belajar lebih keras lagi. Meramu rasa seni....

Selasa, 06 Oktober 2015

KURIKULUM TAMAN PENDIDIKAN AL QURAN HIDAYATULLAH


KELAS FATIMAH AZ-ZAHRA
KETERANGAN

MATERI POKOK
MATERI TAMBAHAN
MATERI HAFALAN
Akidah 1


Pembahasan satu persatu terkait rukun islam, nama-nama kitab Allah, pengenalan kalimat-kalimat Allah (tasbih, tahmid, takbir, tahlil, tarji’)

1.      AKIDAH 1
2.      AKHLAK 1
3.      SHOLAT 1
4.      SHIROH 1
5.      BAHASA ARAB 0
6.      MENULIS HIJAIYAH

1.      MEWARNAI
2.      MENGGAMBAR
3.      SAINCE ISLAMI
4.      KREATIFITAS KERTAS
5.      PERMAINAN
1.      Al fatihah
2.      An nas
3.      Al falaq
4.      Al ikhlas
5.      Doa kepada orang tua
6.      Doa sebelum tidur
7.      Doa setelah bangun tidur
8.      Doa masuk masjid
9.      Doa keluar masjid
Akidah 2

Pembahasan satu persatu rukun iman (contoh dan penerapan), pengenalan asmaul husna.
Akhlak 1
Akhlak kepada orang tua saat berbicara, akhlak terhadap ustad/zah, akhlak berteman, adab berbicara, akhlak dimasjid.
Akhlak 2
Akhlak kepada orang tua, tamu, menuntut ilmu
KELAS USMAN BIN AFFAN

MATERI POKOK
MATERI TAMBAHAN
MATERI HAFALAN
Sholat 1
Wudhu, doa setelah wudhu, doa iftitah.

1.      AKIDAH 2
2.      AKHLAK 2
3.      SHOLAT 2
4.      SHIROH 1 & SHIROH PILIHAN
5.      BAHASA ARAB 1
6.      TAJWID 1
7.      HADIST 1
8.      MENULIS HIJAIYAH

1.      MEWARNAI
2.      MENGGAMBAR
3.      SAINCE ISLAMI
4.      KREATIFITAS KERTAS
5.      PERMAINAN
1.      Al fatihah
2.      An nas
3.      Al falaq
4.      Al ikhlas
5.      Al lahab
6.      An nashr
7.      Al kafirun
8.      Al kautsar
9.      Al maun
10.  Al quraisy
11.  Doa kepada orang tua
12.  Doa sebelum tidur
13.  Doa setelah bangun tidur
14.  Doa masuk masjid
15.  Doa keluar masjid
16.  Doa masuk WC
17.  Doa Keluar WC
18.  Doa bepergian