Tampilkan postingan dengan label Percikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Percikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2024

Mungkin Tips Menang Lomba

Ini adalah tulisan receh seseorang yang ingin kembali menulis. 

Beberapa bulan yang lalu aku mulai suka (lagi) ikutan lomba-lomba. Kalau dulu sering ikutan lomba blog, sekarang lebih suka ikutan lomba reel ig. Dan, aku seperti menemukan diriku yang dulu. Diriku yang seneng banget ikutan lomba demi cuan. Walau seringnya cuma dapat hadiah hiburan. Hahaha.

Walaupun begitu patutlah disyukuri. Alhamdulillah. Allah kasih rizki lewat situ.

Tulisan ini bukan bermaksud pamer atau apalah. Yah, sebagai kenangan saja. Dan pengingat bahwa aku pernah lho menang. 

Lalu apa aja yang udah kudapatkan lewat lomba reel ig itu. 

1. Smart watch



Ini hasil ikutan challange dari atw solar. Gak nyangka juga sih bakal juara 1. Alhamdulillah. Karena aku orangnya gak tahan pakai jam, jadi kuhadiahkan buat suamiku. Btw jam suamiku kan rusak. Rezeki suami. 


2. Paket makanan








Ini hadiah dari ikutan reel challange lkcdompetduafa. Dapat hadiah hiburan. Enak gula semutnya. Beras merahnya belum kumasak. Lkcdompetduafa ini sering banget ngadain lomba lho. Baru kemarin aku upload reel ig buat ikutan challange tema merdeka dalam kesehatan. Semoga menang. Aamiin.

Kalau lihat jumlah yang ikutan lebih sedikit dari yang dulu. Dan itu fakta yang bagus. Kemungkinan menang lebih besar. Hahaha. Tapi aku memang lebih suka ikutan lomba yang pesertanya sedikit. Hihihi ini sekedar tips biar kemungkinan menang lebih besar.

Dan sudah kubuktikan lho. Hihihi. Walau hasil videoku pas-pasan. Tapi terbukti menang.

Belum lama ini aku menang juara 2, dapat emoney 200rb. Alhamdulillah.

Tips kedua, buat narasi dalam video maupun caption yang baik. Jadi memang kudu riset. Paling gak googling lah ya. 

Aku biasanya males ikutan challange yang pemenangnya ditentukan jumlah like. Kenapa? Karena mustahil bagi akunku yang hanya 200 an folower dapat banyak like. Bisa dapat 10 like aja alhamdulillah. Itupun harus sebar link sana sini. 

Oya kalau mau tengok hasil karyaku, boleh lho tengok igku. @ibukkreatif. Kenapa kok nama ignya kaya gitu. Bukan karena aku kreatif. Tapi itu adalah doaku biar aku kreatif. Aamiin. Boleh lho kalau mau ikutan mengaminkan. 

Tips ketiga, jangan malas. Ini musuh utama sih. Cara atasinya tanyain pada dirimu sendiri.

3. Dapat paket buku











Ini kudapatkan dari dar mizan. Lomba reel ig juga. Ini aku juga optimis menang. Bukankah Allah bersama prasangka hambanya.

4. Buku-buku hadiah giveaway.
Ada beberapa buku yang belum kufotoin. Aku dapat dari giveaway. 

5. Saldo sopi. 
Waktu itu ikutan challange tentang makanan. Dan dapat 50rb. Lumayan. 

Itu saja sih. Satu PR ku sekarang. Lomba dengan diriku sendiri agar bisa menulis, terutama menulis opini. Semoga aku bisa menang melawan diriku sendiri. Yuks. Bisa yuks diriku. 

Maka tulisan ini adalah upayaku agar aku kembali ke jalur yang pernah kuinginkan. Penulis. Bismillah. Menulis diblog juga termasuk menulis kan. 






Jumat, 10 Desember 2021

Kebiasaan Membacakan Buku ke Anak Melejitkan kecerdasan Anak

Membaca adalah jendela ilmu, begitu kata pepatah. Kegiatan membaca ini juga tidak bisa begitu saja tumbuh. Harus dibiasakan. Bahkan dari bayi masih dalam kandungan kalau bisa. 

Kebiasaan membacakan buku ini konon katanya mampu melejitkan kecerdasan anak. Ada beberapa penelitian tentang hal ini. Bisa sercing sendiri ya. Hihihihi.


Nah, mumpung belum terlambat nih, kedua anakku sedari kecil mulai kudekatkan dengan buku. Kalau gak ngantuk banget, kubacakan buku sebelum tidur. Bukunya buku apa? Apa aja. Sepunyanya di rumah. Bahkan ada sebuah majalah lama punya ibuk mertua yang udah jadul pun kubacakan ke anak. Tentu dengan banyak improvisasi.


Contohnya gini, ada majalah jadul. Di salah satu halamannya ada iklan bergambar seorang anak smp tiduran kemudian sedang diberi balsam oleh seorang ibu. Di sisi atas gambar ada seorang bapak yang sedang memayungi anak tersebut. Dengan berbekal gambar itu kurangkai sebuah cerita. Apa anak suka? Ya. Khonsa suka. Setiap buka majalah itu, selalu ia membuka gambar itu dan bertanya, "ini apa mi?" Kemudian mulailah aku menceritakan karanganku dulu.


Dan jangan heran dan harus sabar karena dalam sehari anakmu akan bertanya tentang gambar itu berulang kali. Bosan. Tentu. Bahkan kalau mood lagi jelek bisa kesal. Sabar pokoknya mah.


Pernah terpikir olehku, "kenapa sih ni anak susah banget nangkepnya?" bahkan untuk nama tokohnya aja ia lupa," Lalu aku tersadarkan bahwa Khonsa itu masih 3 tahun akalnya belum matang. So, emak-emak jangan samakan daya nalar anak kita dengan kita. Kelak akan ada masanya sendiri anak-anak itu bernalar.


Dari peristiwa kecil itu ingatanku beranjak ke tiga tahun silam disaat aku menjadi guru privat membaca. Karena obsesi orang tua yang menginginkan anak bisa membaca ia paksa anaknya belajar membaca. Bahkan sampai marah - marah dan memukul anaknya dihadapanku ketika anaknya malas belajar membaca. Please mak, anakmu itu belum sempurna akalnya. 


Di saat anakku telah berusia tiga tahun. Apa yang paling pesat berkembang. Ternyata ingatan akan apa yang aku ucapkan. Jadi ya mak, waktu usia ini bagus buat memperbanyak hafalan alqur'an.


Gimana caranya? Mudah. Setiap saat setiap waktu emak bacain aja ayat yang mau dihafalin. Gimana kalau anaknya gak mau ngikutin. Bacain terus. Lafalkan terus lewat bibir emak. Insya Allah dengan ijin Allah si anak akan mengucapkan juga ayat tersebut. Beneran ini, sudah kubuktikan. Tinggal bagaimana keistiqomaah, ketelatenan, dan kesabaran emaknya. Dan juga doa tentunya. Minta sama Allah agar diberi kemudahan.


Kembali ke membacakan buku ya, malah mbleber kemana mana. Jadi, mari kita bacakan buku anak kita sehari 10-15 menit dalam sehari. Gimana kalau anaknya kemana-mana atau malah menyobek bukunya. Ya gak papa. Kalau jalan-jalan ya panggil namanya suruh duduk. Ubah intonasinya. Banyak cara bisa emak lakukan. Kalau disobek ya tinggal beli plester. Yakin deh. Nanti anak akan duduk manis ketika kita bacakan buku. Bahkan ketika kita beri tahu ia bahwa membaca buku gak boleh tiduran, ia nanti yang akan ingatkan kita ketika membaca buku sambil tiduran.


Yup, 10-15 menit setiap hari ya. Waktunya bisa dipecah kalau memang anak cepet bosen. 5 menit pagi, 5 menit siang, 5 menit malam. 


Sebenarnya buku yang cocok buat anak usia dini ya yang boardbook gitu. Tapi ya gimana harga bukunya cukup fantastik. Tak kuat rasanya. Biarlah dapur yang mengepul terlebih dulu.


So, untuk keluarga yang super hemat dan selalu berpinsip tidak ada rotan akar pun jadi, hal itu bisalah diakali dengan buku-buku yang ada di rumah. Bahkan bisa juga kita bikin buku sendiri. Digambari sendiri, dikarang cerita sendiri, diwarnai sendiri, dan dijilid sendiri. Hehehe. Selamat mencoba.


Salam

Sabtu, 23 Februari 2019

Passion dan Kreasiku Ladang Bisnisku

Ini tentang aku dan impianku yang terpendam. Impian yang sedikit demi sedikit mulai kuwujudkan. Perlahan. Memiliki toko hijab hasil kreasiku sendiri. Impian yang kelak akan kuwujudkan sembari tetap menjalankan komitmenku.

Menjadi ibu. Sejak awal itulah komitmenku. Suatu profesi yang jarang diminati generasi milenial. Profesi yang selalu dipandang sebelah mata. Padahal, inilah satu profesi mulia yang akan mengantarkan wanita ke jannahNya.

Meskipun surga balasannya, tetapi sedikit sekali yang mengambil profesi ibu secara penuh. Kebanyakan memilih menjadi ibu paruh waktu. Separuh untuk keluarga dan anak, separuh untuk kerja. Bahkan parahnya keluarga kerap dapat porsi waktu yang lebih sedikit.

Nah, karena itulah aku ingin menjadi anomali. Menerjang arus. Menjadi ibu secara utuh tetapi masih bisa melakukan passionku, menjahit dan merintis toko hijabku. Bismillah. Aku pasti sanggup.

"Kalau orang lain bisa melakukannya kenapa aku tidak. Banyak orang yang sukses mengembangkan bisnisnya dari dalam rumahnya tanpa mengganggu aktivitasnya sebagai ibu dan istri. Pokoknya aku harus bisab" begitulah aku mensugesti diri sendiri.

Sampai kemarin aku mendapatkan satu lagi amunisi dari teman SMAku di akun facebook. Dalam sebuah postingan ia seakan memberikan bara api yang baru untukku.

Kesenangan menjahit kumulai sejak lulis SMA. Aku belajar otodidak dari buku kursus menjahit ibuku. Dulu, ibu pernah kursus menjahit dan berhasil membeli mesin jahit dari hasil keringatnya sendiri. Konon mesin jahit ibuku lebih tua dari umurku. Dan sampai sekarang mesin jahit itu masih bisa dipakai.

Aku praktek menjahit dengan baju-baju bekas. Karena memang keterbatasan uang untuk membeli kain. Sampai bertahun-tahun hobi menjahit hanya menjadi hobi. Sampai setahun aku mulai menekuni kembali menjahit.

Mulailah aku mengikuti berbagai grup menjahit via fb maupun wa. Dan, berkat ikut kelas menjahit via wa, kini aku sudah bisa pola baju yang memang enak di pakai. Satu dua tiga teman juga mulai minta dijahitkan. Aku fokus menjahit gamis dan khimar. Makanya aku ingin memiliki toko hijabku sendiri. Toko yang akan menampung semua hasil kreasiku.

Bisnis kecilku mulai kurintis dari membuat brand hijabku sendiri. Membuat akun instagram dan promosi via wa. Alhamdulillah mulai ada yang tertarik memesan produk khimarku.

Untuk ke depannya aku ingin membuka lapakku di situs belanja biar jangkauannya lebih luas, seperti Blibli.com. Aku sendiri sudah punya akunnya cuma memang belum punya barang yang ready stok. Terhalang modal. So, masih pre order.

Setahun berlalu tetapi bisnis kecil-kecilanku tidak berkembang. Masih stag di situ situ saja. Memang sih ada beberapa hal yang menghambat laju bisnis kecilku, diantaranya rasa malas produksi. Bawaan orok membuatku malas menjahit. Maklumlah lagi hamil. Sampai tulisan ini dibuat, bayiku sudah lahir dan aku belum memegang mesinku. Aktivitas mengurus bayi ternyata menguras energi.

Kurangnya networking juga berpengaruh dalam menarik orang untuk membeli. Apalagi aku kan tipenya introvert jadi susah susah gampang menarik seseorang. So aku biasanya mengandalkan adekku tersayang dalam hal pemasaran. Ibarat kata aku tuh orang yang always di belakang layar.

Aku tahu dua hal di atas sangat-sangat menghalangi cita-citaku. Maka dari itu aku berusaha untuk mengubahnya perlahan. Aku harus bisa memanajemen waktuku lagi. Memang cita-cita dan impian itu harus diupayakan dengan maksimal kalau tidak ya ia akan tetap menjadi mimpi yang indah.

So, saatnya action. Bismillah.

Senin, 18 Februari 2019

Misteri Jodoh

Sudah lama tak singgah di blog kecilku ini. Lama rasanya seperti lamanya menunggu jodoh.

Bicara soal jodoh. Memang jodoh itu misteri. Kita tidak tahu kapan ia datang. Datang tanpa mengetuk. Dan ketika ia datang, samua berjalan begitu mulus. Aral melintang tentu ada namun semua terasa mudah. Itulah ajaibnya. Seperti pertemuanku dengan jodohku yang sekarang jadi suamiku. Ajaib kubilang. Dan MasyaAllah inilah misteri Illahi itu.

Tak ada yang menyangka aku bakal menikah dengan Mas Adin. Orang yang sama sekali tak pernah terbesit dalam benakku. Sekalipun. Kami sama sekali tidak kenal. Kenal hanya melalui biodata dan nadzor sekali. Dan kuasanya Allah, Allah mencondongkan hatiku padanya. Meski saat itu yang terpikir adalah semoga Allah ridho. Aku serahkan semuanya sama Allah. Itu saja.

Cinta. Aku menikah tanpa cinta. Mungkin ini benar adanya. Aku percaya bahwa Allah lah kelak yang akan menumbuhkan cinta. Dan, benar. Allah telah menumbuhkan cinta diantara kami. Cinta yang tanpa PHP. Ah, jadi gini rasanya dicintai.

Tanggal 5 April 2018 adalah hari bersejarah dalam hidupku. Hari kami melangsungkan pernikahan yang sederhana.

Kemudian 40 mggu kemudian bayi mungil kami lahir ke dunia. Khonsa Naila Sabiha. Tepatnya tanggal 11 Januari 2019. Kaya lagunya gigi. Tanggal itu adalah tanggal yang direquest Onty ke Allah. Doa Onty diijabahi. Ah, jadi begini rasanya punya anak. Sesuatu yang sangat kusyukuri mendapatkan suami Mas Adin. Love you Mas.

Btw kalau Mas Adin suatu saat baca ini. Aku penasaran apa reaksianya. Ah, kurasa datar saja. Tapi its ok. Aku paham. Pernikahanku memang bukan pernikahan cinderela.

Sudah dulu merekam jejaknya.

Senin, 09 November 2015

Pada Akhirnya Kita akan Pulang

Saya sudah mendengar kepulangannya dari mulut beberapa orang yang sering menebar gunjingan. Dan dengan mata kepala saya sendiri, saya telah melihatnya. 

Siapa dia? Saya katakan dia adalah teman kecil. Ah, kurasa juga bukan teman. Kita tidak pernah mengikrarkan diri sebagai teman dengan maen bareng. Kita cuma sekedar kenal karena satu sekolah dasar dan satu dusun. Itu saja. Tak ada yang lebih.

Ada yang menarik yang perlu saya tuliskan. Jelas bukan tentang asal - usulnya, melainkan tentang apa yang tampak darinya yang bisa dijadikan sebuah pelajaran.

Apa yang tampak padanya dan melekat padanya adalah seorang yang sukses. Ini untuk ukuran seorang anak manusia yang telah menjalani seperempat lebih hidupnya. Bahkan ada seorang teman saya yang melabeli dia dengan sebutan "BOS." Ia setelah lulus sekolah (aku tak tahu dia dulu di SMA atau SMK) bekerja di pelayaran, pesiar.

Bagi saya, yang menarik bukan apa yang ia dapat dari bekerjanya, bukan nominal uang yang ia terima. Tetapi lebih pada kemana ia melakukan pelayaran. Keren sekali bukan, kita bisa keliling dunia tanpa bayar. Mengapa saya katakan demikian, mungkin karena keinginan besar saya yang ingin keliling dunia. Kapan? Saya bisa ke Turki misalnya, salah satu negara yang di sana pernah menjadi pusat kekhilafahan.

Bukan saya namanya, kalau tidak "kepo." Saya pun melakukan penelusuran di facebook. Kalian tahu apa yang saya temukan? Foto - fotonya keliling dunia. Mupeng banget. Kapan giliran saya.

Dan pada akhirnya ia pulang. Ke rumahnya.

Intinya, apa yang saya tuliskan adalah sebuah analogi, bawasanya kemanapun engkau melakukan perjalanan, engkau akan pulang. Termasuk hidup ini, kemanapun engkau melangkah engkau akan pulang, kembali ke asal engaku diciptakan. 

Jumat, 30 Oktober 2015

Adekku Beranjak Dewasa

Sebut saja namanya Winnie, bukan beruang madu. Saat ini ia masih kuliah semester 5 di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Kami tumbuh di keluarga yang SSS (sangat sederhana sekali). Aku akui aku enggan melabeli keluarga kami keluarga miskin. Kenapa? Karena Alhamdulillah, dengan rahmat Allah keluarga kami selalu bisa makan meskipun seadanya. Takut kufur nikmat.

Pagi ini, Winnie memberiku pesan singkat yang fantastis. Perihal "ta'aruf". Ia menanyakan bagaimana jika ia ta'aruf. Ah, anak ini selalu membuat anomali. Aku yakin, ada seseorang di belakangnya yang provokatif. 

Bagaimana sikapku? Tentu aku fine - fine saja. Ia mau ta'aruf sekarang atau nanti ketika sudah lulus kuliah. Hanya saja ada beberapa hal yang mesti ia pikirkan. Aku tahu, nikah adalah sunnah Rasul Muhammad saw. Juga merupakan penyempurna setengah agama. Dan dengan kondisi keluarga kami, aku juga yakin bahwa riski itu minnallah, sebagaimana kami selalu yakin bisa makan untuk esok hari.

Aku berharap postingan ini akan menjelaskan apa yang aku pikirkan, duh udah kaya pertanyaan di facebook.
  1. Pertama, ini bukan masalah siapa yang duluan nduk. Aku harap menikah itu bukan karena terprovokasi orang lain dan juga bukan karena saat itu ada ikhwan yang sedang mencari akhwat. Jika memang keadaannya demikian, bersiaplah untuk kecewa. Karena sesuatu yang datang dari provokasi itu jauh lebih mengerikan.

    Aku juga tahu nduk, untuk masalah serba serbi nikah kamu sudah mempunyai ilmu-lah secara kita dibesarkan bersama - sama. Yang mesti kau camkan dalam dirimu adalah ketika kau memutuskan untuk ta'aruf berarti kamu memang sudah benar - benar siap dalam bulan itu bahkan minggu itu akan berubah status menjadi istri orang. Dan kamu juga harus siap jika Gagal. Dan aku tidak ingin kamu "Gagal" nduk. Sungguh.
  2. Kalau kau berargumen bahwa "Kan nggak bisa langsung jadi, Mbi. Temenku aja udah berkali - kali belum berjodoh. Bahkan baru menikah setelah 17 kali ta'aruf. Kita kan harus usaha dulu."

    Kalau itu yang ada dalam benakmu sekarang, please urungkan niatmu untuk melakukan taaruf saat ini. Karena belum apa - apa kamu sudah berasumsi buruk. Apa kau lupa, prasangka selalu berbanding lurus. Sekalipun banyak juga yang tidak. hehehe.
  3. Ridho orang tua. Yah, ini penting banget. Aku yakin seyakin - yakinnya bahwa umi belum akan mengijinkan. Apa kau lupa peristiwa yang lalu - lalu. hehehe.
  4. Bersikaplah idealis-realistis. Kurasa kamu perlu memikirkannya kembali. Tentang umi, terutama. Tapi kalau memang bener - bener semuanya Oke, Gue mah oke - oke saja nduk. Sungguh.
Aku tahu, kau telah cukup dewasa untuk memutuskannya. hahaha. Tapi, aku salut kau mau berpikir ke arah sana nduk. hihihihi.


Bagiku hari ini adalah hari di mana kamu berubah jadi kupu - kupu. Ah, tapi tetap aja unyu. :)

Kamis, 22 Oktober 2015

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid 1


Ali bin Abu Thalib, Laki –Laki Pertama yang Masuk Islam

Ibnu Ishaq berkata, “Orang laki –laki pertama yang berima kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam, shalat bersama beliau, dan membenarkan apa yang beliau bawa ialah Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hisyam. Pada saat ia masuk islam, ia berusia sepuluh tahun. Diantara nikmat yang diberikan Allah kepada Ali bin Abu thalib adalah bahwa ia hidup di bawah asuhan Rasulullah sebelum islam.[1]

Masuk Islamnya Zaid bin Haritsah

Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian Zaid bin Haritsah bin Syurahbil bin Ka’ab, mantan budak Rasulullah masuk islam. Dia laki – laki pertama yang masuk islam dan shalat sesudah Ali bin Abu Thalib.[2]

Zaid adalah anak Haritsah. Dikisahkan bahwa hakim bin Hizam bin Khuwailid tiba dari Syam dengan membawa budak – budak di antaranya adalah Zaid bin Haritsah dan anak kecil yang belum baligh. Kemudian Khadijah binti Kuwailid datang kerumahnya dan Khadijah diminta memilih salah satu diantara kedua budak tadi. Khadijah memlih Zaid.

Rasulullah tahu bahwa Khadijah memiliki Zaid dan Rasulullah meminta menghadiahkan Zaid kepada beliau. Zaid dihadiahkan kepada Rasulullah dan Rasulullah memerdekaan Zaid dan mengangkatnya menjadi anak angkat. Ini terjadi sebelum wahyu turun kepada Rasulullah.

Masuk Islamnya Abu Bakar Radhiyallahu anhu

Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian Abu Bakar bin Abu Quhafah.” Ibu Hisyam berkata, “Nama Asli Abu Bakar adalahAbdullah, dan Atiq adalah julukannya, karena ketampanan wajahnya dan pembebasan budak yang ia lakukan.

Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Abu Bakar masuk islam, ia memperlihatkan keislamannya, dan berdakwah kepada Allah dan RasulNya.

Abu Bakar adalah orang yang diterima kaumnya, dicintai, mudah, orang quraisy yang paling ahli tentang nasab Quraisy, dan orang Quraisy yang paling ahli tentang Quraisy; kebaikannya dan keburukannya. Selain itu, ia seorang pedagang yang berakhlak mulia dan baik hati. Tokoh – tokoh kaumnya datang kepadanya dan senang karena ilmunya, perniagaannya, dan tanggapannya yang baik. Ia ajak orang –orang yang dipercayai di antara orang –orang yang sering datang kepadanya dan ngobrol dengannya tentang Allah dan Islam.”[3]

Orang – orang yang masuk islam karena dakwah Abu Bakar ra.
1.       Utsman bin Affan
2.       Zubair bin Awwan bin Kuwailid
3.       Abdurahman bin Auf
4.       Sa’ad bin Abu Waqqash
5.       Thalhah bin Ubaidillah

Setelah mereka berlima merespon dakwah Abu Bakar, ia membawa mereka kepada Rasulullah. Kemudian mereka masuk islam dan melakukkan shalat bersama.

6.       Abu Ubaidah dan orang –orang lain.
Untuk kelanjutannya silahkan beli Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. J


[1] Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al- Muafiri, Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid 1, (Jakarta: Darul Falah, 2009), hlm. 209.
[2] Ibid, hlm. 211.
[3] Ibid, hlm. 213.

Pesona Sunrise di Bawah Galian Rupiah


Ketika ramadhan, beberapa bulan yang lalu, saya dan beberapa anak desa menyempatkan diri untuk jalan – jalan ke sebuah bendungan di bawah jembatan Progo. Masyarakat setempat menyebut bendungan itu dengan istilah dam – daman.

Dam – daman itu tidak jauh dari dusun kami sehingga kami berangkat selepas subuh dengan berjalan kaki. Letaknya  50 meter di belakang Balai Desa Brosot, kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Kabut tebal di sertai  udara dingin menggigit kulit kami. Namun, keceriaan dan semangat kami menghilangkan rasa dingin itu. Setelah melewati jalan beraspal yang sering di lewati mobil pribadi seperti Avanza Velos, Avanza Grand Max dan truk – truk pengangkut pasir, kami menuju tanggul sepanjang Sungai Progo.



Perjalanan kami lalui selama 15 menit. Sampai di sana telah banyak anak – anak sedang menyalakan petasan. Sementara kami langsung menuju pagar memadangi sunrise. Di timur, semburat orange mulai tampak, tanda mentari mulai menjulurkan lidahnya. 

Selama sepuluh menit kami menikmati matahari yang hampir terbit. Tetapi karena ulah beberapa anak laki – laki berulah menyalakan petasan dan melemparkannya kepada kami. Kami berjalan ke bawah, kami ingin menginjakkan kaki di atas kerakal dan bermain air sungai Progo yang berarus lumayan besar. 
Namun, sebelum itu, kami meluangkan waktu untuk bermain prosotan terlebih dahulu untuk memacu adrenalin.


Setelah puas memacu adrenalin, kami langsung turun ke bawah sungai melewati padang yang rumputnya melebihi tubuh kami. Di samping padang itu, sebuah jalan truk yang telah mulai terlihat truk pergi mengangkut pasir. 

Galian Rupiah Sungai Progo

Tumpukan krakal bekas galian pasir membentuk gundukan – gundukan yang mengakibatkan aliran sungai progo berkelok – kelok. Saat kami bermain di antara bekas galian pasir itu, tidak ada lagi penambang yang menambang pasir di situ. Mereka sudah berpidah ke selatan. Penambangan pasir tersebut hingga postingan ini dibuat masih berlanjut. Dan menurut beberapa informasi yang saya dapat mereka menambang tidak lagi secara manual tetapi dengan alat sedot. Bisa dibayangkan, bila hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin, dikemudian hari akan terjadi dampak buruk yang mengerikan seperti longsor. Saya ngeri membayangkannya, tetapi bagaimana, suara saya tidak mampu memcegat ulah usil tangan mereka.







Sekarang mereka bisa menikmati uang yang melimpah, tanpa memikirkan anak cucu mereka. Uang memang kerap membutakan hati nurani. Terlepas dari semua itu sunrise di bawah sungai Progo benar –benar memukau.  

Senin, 19 Oktober 2015

Ngeblog : Mengeluarkan Isi Kepala

Bismillahirahmanirrahim

Berdoa dulu sebelum memulai menulis postingan kali ini, semoga Allah meridhoiku sehingga aku bisa memenangkan kompetisi blog yang diadain oleh Emak Gaoel, Go For It. Ngarep banget. Yap, postingan ini memang khusus ngejawab dua pertanyaan dari empunya blog emak gaoel, Kak Winda.

“Apa yang kamu kejar dari kegiatan blogging-mu?”

Sejujurnya, aku sedikit bingung mau menjawabnya dari mana. Ceritanya panjang sepanjang sungai di deket rumahku, sungai Progo. Tapi aku bisa kok menyingkatnya menjadi seluas kolam lele di belakang rumahku.

Awal aku mengenal blog hanya  sekedar untuk curhat dan berbagi hobiku, yaitu yang berhubungan dengan kerajinan tangan. Itu sekitar tahun 2010. Beberapa blog sudah kubuat dan terpaksa menjadi sarang laba-laba saja. Di penghujung tahun 2014, keinginan mendapatkan penghasilan dari blog , google adsense terciptalah blog ini. Yang endingnya zonk. Hahaha. Aku ditolak. Rasanya tuh sakit banget. Tapi dari situ aku belajar.

Aku pun akhirnya mencoba adsense dari youtube. Kata para suhu mudah daftar lewat youtube. Dan ternyata benar. Aku diterima jadi mitra youtube. Tapi ternyata kagak bisa digabung adsensenya. Hiks. Blogku harus non hosted dulu. Hihihi. Untuk ke sana masih butuh banyak belajar. Tapi, kalau UUD (ujung –ujungnya duit) aku meraihnya dengan slow aja.

Dan sekarang aku telah berbesar hati kok. Kesimpulannya  untuk saat ini, aku tidak terlalu mengejar sesuatu melalui blog. Blog hanya kugunakan untuk sekedar …. Untuk ….

Menumpuk tulisan dan isi kepalaku saja

Sedangkan untuk penghasilan kucari lewat jalan lain saja (jadi perator warnet). Kenapa kamu tidak berjuang lebih keras lagi? Mungkin ada yang akan membatin pertanyaan tersebut. Kujawab dengan tulisan “Aku kan sudah punya adsense di youtube, itu dulu aja yang kuoptimalkan. Fokus nih ceritanya.”

Jadi teringat quote seorang teman facebook yang aku yakin dia sama sekali tidak kenal dan sadar bahwa kata –katanya selalu kujadikan sebagai alarm bagi diriku. Begini kata –katanya, “Fokuslah pada apa yang kau tuju seperti seorang pelari. Ia tidak akan meninju orang lain karena lawan sebenarnya adalah dirinya sendiri.”

Dan untuk pertanyaan ke dua, “Aplikasi apa saja yang dipakai dalam membuat tulisan lomba tersebut?” (dalam bentuk cerita)


Aku paling sering edit foto tuh pake photoscape, udah itu doang. Lebih sering sih nge-crop gambar dan menjernihkan gambar aja. Tapi ya itu ngedit –ngedit begituan sering membutuhkan banyak waktu. Maklum masih amatiran. Di bawah ini hasil editanku yang amatiran.

before


after

BTW kok bagusan tanpa edit ya, hehehe. Ngerasakan hal yang sama? Berarti memang aku harus belajar lebih keras lagi. Meramu rasa seni....

Sabtu, 03 Oktober 2015

Berguru pada Kenangan.

Pada suatu hari yang membuat harga diriku berasa tidak bernilai, ura aji, begitu kiranya dalam bahasa jawa, aku mensetting pikiranku agar aku tidak bersikap sentimentil ala anak abg. Dari sana aku belajar tentang arti sebuah nilai. Aku yakin saat itu , Allah sedang mengajariku bagaimana menghargai sebuah nilai. Malas rasanya bercerita tentang peristiwa waktu itu, tapi demi sebuah pelajaran aku merelakan untuk mengutarakannya dalam sebuah cerita. Aku menuliskan cerita penuh pelajaran ini dalam keadaan sadar di antara kicau burung dan lantunan suara ayat – ayat Al quran dari perempuan berkerudung pelangi. Aku sedang berada di masjid Agung Manunggal Bantul.


Sebut namanya Mister T, ia adalah satu – satunya dosbingku. Seminggu yang lalu, pada hari Senin, aku membuat janji dengan Mister T. Beliau berkata bahwa untuk minggu ini jadwl penuh, Mister T menjanjikan hari Rabu depan. Dan ketika hari Selasa aku mengkonfirmasi ulang terkait bimbinganku. Mister T menjanjikan mempunyai waktu jam 4 sore. Aku pun mengatur ulang jadwal agar aku bisa bimbingan dengan Mister T. Tibalah hari Rabu, aku sengaja mengambil sedikit jam untuk masuk kerja partime di sebuah warnet agar aku bisa menyelesaikan laporanku. Aku berencana jam 3 sore berangkat langsung ke kampus. Tak tahunya ketika selesai membuka mukena biru, sehabis shalat dhuhur, waktu itu jam di handphoneku menunjuk angka 13.12, ada sebuah pesan masuk dari seorang teman, sebut saja Iva.

“Mbak, hari ini ada janjian dengan Mister T ya? Sudah ditunggu sekarang oleh Mister T.”

Whaatttt.

Kau tahu apa yang kurasakan. Aku merasa tidak bernilai saat itu. Sungguh. Aku tahu ini adalah perasaan lebay dan alay seorang perempuan yang berumur setengah abad. Aku akui ini adalah asumsi yang harusnya tidak kupupuk hingga membuahkan prasangka buruk. Tapi bagaimana? Saat itu pertama kali yang terpikir adalah seperti itu.

Aku merasa menjadi manusia paling tidak dihargai sedunia, hina dina, remeh – temeh. 

Kenapa Mister T tidak langsung saja mengkonfirmasi kepadaku lewat sms sendiri? Kenapa harus melalui orang lain? Apa  dia tidak punya nomorku? Padahal aku kemarin sms Mister T. Kurasa ia tidak pernah menyimpan nomorku. Ya siapa aku, yang nomornya harus disimpan. Orang tidak penting. Di sinilah aku merasa menjadi orang paling tidak berharga, tidak penting, dan hina. Aku sedang berhadapan dengan orang penting yang bisa seenak dirinya untuk mengubah bahkan membatalkan sesuatu.

Sentimentil bukan.


Sepanjang perjalanan menuju kampus aku merenung. Perjalanan di atas motor memang waktu paling asyik buat melihat ke dalam diri. Aku mulai menyadari bahwa rupanya aku telah salah menempatkan perasaan tidak penting, tidak berharga, hina dina, dan remeh. Harusnya perasaan itu bukan kutujukan pada manusia melainkan hanya kepada Allah. Astagfirullah.

Kamis, 01 Oktober 2015

Kunjungan Pertama Ke Perpustakaan Kota Yogyakarta

Ceritanya pagi ini, aku ingin nyempetin nyuci jilbab yang udah menumpuk di pojokan, di balik pintu kamar. Dari pagi sudah kurendam dengan sesachet rinso sekali kucek dan kutinggal bikin bacem tempe dan sambel. Sengaja memeng, berharap tuh kotoran yang melekat dalam pakaian rontok seketika.

Tak tahunya tangan ini gatel buka netbook, karena semalem aku minta beberapa foto kami "f4" (aku, adek unyu, Sitmay and Uli) saat kami lagi di pantai. Ku edit - edit deh tuh foto dengan photo scape. Pas aku lihat jam di dinding dekat jendela kayu yang di bawahnya kuletakkan sebuah radio, waktu sudah menunjuk pukul 07.45. Di saat yang sama Uli sedang memakai kaos kaki yang sudah memudar warnanya. Katanya ia mau pergi ke Perpus. And reflek aku bilang, "Ikut." Gubrak sekali. Padahal pagi ini aku berencana mencuci kemudian pergi ke kampus ambil buku yang kemarin tidak jadi kufotokopi. Tak apalah. WKWKWKWK

"Ul, ikut. Tapi aku belum mandi. Oke. Lima menit, Eh sepuluh menit deh." kemudian aku langsung tancap gas mandi.

Di perjalanan kami mampir dulu ke maktab. Jalanan di hari kamis jam sembilanan tidak semacet jalanan di pagi hari. Tapi ya itu, tetep saja banyak pengguna jalan yang ngerasa jalan tuh jalan milik pribadi, sembarangan belok.

Dan setelah muter - muter, jujur kalau aku di suruh ke sini sendirian, bakal nyasar. Apesnya lagi ketilang. Hehehehe.


Gambar diambil dari perpustakaan.jogjakota.go.id 

Suasana yang pertama saat kaki ini menginjak di corblok halaman Perpustakaan Kota Yogyakarta adalah takjub. Sumpah aku takjub. Banyak banget yang ke perpustakaan. Jadi ingat icon kota jogja adalah kota pelajar. Ya secara otomatis banyak orang yang belajar.

Kalau menurut aku, Perpustakaan Kota Yogyakarta ini adalah perpustakaan terunik dan keren dari beberapa perpustakaan yang pernah kukunjungi. Memangnya sudah berapa perpustakaan yang kamu kunjungi, tanyaku pada diri sendiri. Mmmm, dan kujawab, dua. Gubrraaaakkk.

Desain tempat dan warna colorfull Perpustakaan Kota bagiku cantik banget, ya seperti aku gitu. Hueek. Nyaman.Dari tempatku duduk sambil menulis postingan ini aku dapat melihat remaja -remaja muda yang masuk dengan motor maticnya karena hampir seluruh bagian depan perpustakaan ini di disain berkaca. Hmmm, jadi kepikiran global warming. By the way, teman - teman nggak bakal kepanasan deh. Di dalam sini itu adem meski tak seadem masuk ke dalam lemari es. Ah, aku jadi kepikiran Global Warming lagi. Bagaimana ini ....???

Hal lain yang menarik dari perpustakaan ini adalah petugasnya. Kenapa?? Karena sepanjang yang kulihat petugasnya muda -muda. Kagak ada yang tuir. hehehehe. Bisa cuci mata, begitu kata Uli. Oops.

Cuma ya itu ada beberapa hal yang sedikit rempong, saat masuk aku  ditawari mau loker berkunci apa tidak? Kalau mau, aku harus memberikan jaminan uang 10 ribu. Apesnya loker berkunci yang kuterima sama sekali tidak bisa dikunci. Tapi tak apa, toh tidak ada barang berharga yang ada dalam tasku. Netbook kubawa masuk, dan dompet kutitipkan diloker Uli. Kalau menurutku semua keribetan tadi sebenarnya bermaksud baik. Demi keamanan. Okelah.

Buat teman - teman yang ingin ke Perpustakaan Kota Yogyakarta yang ingin memanfaatkan wifi, harus nulis nama biar dapat username n pasword untuk login. Tapi ya itu, kamu harus bersabar, karena koneksi menyiput. Maklum yang gunain bejibun, oooee.

Penampaan loginnya seperti di bawah ini.


Jumat, 11 September 2015

Kirim PERCIKAN ke majalah GADIS


Pagi ini, aku blogwalking ke tetangga-tetangga blog. Eh nemu sebuah blog yang mennurut aku rekomended banget untuk setiap hari dikunjungi hehehe.

di dalam blog itu terdapat banyak banget info tentang kepenulisan. PAsti pada penasaran kan. Tara ini dia blog yang aku maksud Menulis dengan Hati, blognya kak Fira. (maaf kakak fira, belum ijin hehehehe)

Dari sanalah aku baca beberapa karya kak fira yang di muat di majalah GADIS untuk rubrik PERCIKAN. Jadi inget jaman dulu aku ngirim tapi gak dimuat. hehehe. Dari pada tulisanku terlantar mending aku posting aja di sini.

(gak jelek-jelek amat sih)

Oya nanti di akhir cerita aku akan membagi KETENTUAN MENGIRIM PERCIKAN ke majalah Gadis.  

FOTO LAKI-LAKI

Sore itu, setelah silau petir mengoyak langit, guntur  seolah-olah menyalak-nyalak tepat di atas  kepala Aprilia. Aprilia tidak takut. Tepatnya, ia memaksakan diri untuk tidak takut. Karena ketakutan akan membawanya ke dalam pelukan mama.
Kali ini, Aprilia tidak menginginkan pelukan mama lagi.
Tubuh Aprilia menggigil di dekat jendela. Tangannya mencengkeram tirai dengan kuat. Air yang sedari tadi menggenang di kantung matanya meleleh perlahan di kedua pipi tanpa isak.
Mendengar petir dan guntur, mama berlari tergopoh-gopoh menghampiri Aprilia, dari belakang ia memeluk anak semata wayangnya. Tapi Aprilia meronta, melepaskan pelukan mamanya dan berlari ke kamar. Mama memandanginya sampai menghilang di balik pintu dengan heran.
“Kenapa Nak? Tak biasanya kamu bertingkah seperti ini. Mungkinkah patah hati?” gumam mama sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum getir.
***
            Di luar rumah, hujan kian menderas, petir dan kilat masih memporak-porandakan langit. Alam memang membutuhkan hujan disertai petir dan guntur sebagai penawar kemarau yang panjang. Tapi bagaimana dengan hati? Hati kerap kali menampik hujan disertai petir dan guntur karena ia akan membuat guratan yang sulit dihilangkan. 
Di dalam kamar, badai petir dan guntur sedang menerjang hati Aprilia. Hujan air mata menderas, membentuk aliran-aliran sungai yang tak bermuara. Aprilia merasa dikhianati.
Dari luar kamar, Mama Aprilia mengetuk-ketuk pintu kamar Aprilia.
“Makan dulu, Nak. Mama buatin makanan kesukaanmu lho. Orak-arik kembang kol.”
Mendengar suara rayuan mamanya yang khas, isak Aprilia mengeras sampai terdengar dari balik pintu. Hal ini membuat hati mamanya teriris perih. Mama belum pernah menemukan Aprilia bertingkah seperti ini sejak ayahnya meninggal, dua tahun yang lalu. Dahulu setelah ayahnya meninggal, selama tiga hari Aprilia tidak mau keluar rumah dan mengurung diri di kamar. Akhirnya wali kelas datang ke rumah untuk memastikan keadaan putrinya. Mama berharap itu tidak akan terjadi lagi kali ini, mama yakin anaknya yang hampir masuk SMA tentu pemikirannya telah berkembang sehingga ia tidak akan berbuat hal yang sama seperti waktu itu. Kalaupun ia patah hati tidak akan sampai berlarut-larut.
Mama diam sejenak, memasang telinganya namun tidak ada jawaban. Hanya isak tangis yang belum juga tuntas.
***
Waktu itu, saat Aprilia mencari kartu keluarga di lemari mama, tiba-tiba selembar foto laki-laki ikut terambil dan jatuh di kakinya. Laki-laki seumuran ibu dengan kemeja krem dan celana jean, rambutnya gondrong menjuntai sampai ke pundak. Matanya yang tajam membuat laki-laki itu terlihat mempesona. Laki-laki dalam foto itu bukan laki-laki yang pernah tinggal di rumah ini. Bukan ayahnya. Ia belum pernah melihat laki-laki itu sebelumnya, tapi sorot matanya mengingatkan Aprilia pada sosok yang pernah ia kenal. Tapi siapa?
 Ada laki-laki lain di rumah. Mama telah mengkhianati papa, mengkhianati cinta, itu sama artinya mama telah mengkhianati dirinya sebagai buah dari cinta mereka.
***
“Mama sama sekali tidak mengkhianati papa. Papa tetap ada di hati mama. Hanya saja mama butuh seseorang untuk mama cintai, lagi.” jawab mama.
“Mama punya Aprilia, apa itu tidak cukup.”

Mama menggeleng. Dan Aprilia semakin tidak mengerti.

Ketentuan kirim percikan ke majalah Gadis
1.  Panjang tulisan 2 halaman folio aja 
2.  Tema : seputar dunia remaja (ya iyalah masak dunia kakek ninek)
3.  Kirim ke GADIS.redaksi@feminagroup.com
4. Sertakan no rekening dan fotokopi buku tabungan. (sesuai info di blognya mbak fira)

Senin, 07 September 2015

Kumpulan Alamat Epaper Koran

Buat teman-teman yang ingin membaca koran minggu untuk melihat tulisannya dimuat atau tidak tetapi lagi bokek, bisa melihat epapernya aja. Di bawah ini beberapa koran yang menyediakan epaper.




1.  Epaper kedaulatan rakyat 

--) Untuk bisa membuka epapernya teman-teman harus mempunyai akun terlebih dahulu. pembuatan akunnya cukup mudah jadi jangan sungkan untuk membuatnya. :)









2. Suara Merdeka

--) Sama seperti epaper Kedaulatan Rakyat untuk bisa membuka epapernya teman-teman harus mempunyai akun terlebih dahulu.







3. Pikiran Rakyat

--) Sama seperti epaper Kedaulatan Rakyat untuk bisa membuka epapernya teman-teman harus mempunyai akun terlebih dahulu.







4. Banjarmasin Post 

--) bisa langsung membaca epapernya tanpa login. :)

5. Jawa Pos




Jumat, 29 Mei 2015

Kisi-Kisi Materi Ihsanul Amal : amalanku diterima Allah Nggak ya?

Berikut adalah kisi-kisi materi ittisholat maqsudah
Ihsanul Amal

Target
1. Memahami amalan dikatakan ihsan
2. Senantiasa melakukan amalan dengan ikhlas dan showab (benar)
3. Memiliki keinginan untuk mengkaji

Kisi-Kisi Penyampaian
  1. Prolog: Setiap manusia pasti senantiasa melakukan aktivitas dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Dan pasti setiap aktivitas tadi hukumnya dan pasti mengandung nilai pahala dan siksa atau tidak bernilai apa-apa. dan semua aktivitas yang kita lakukan pasti dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Jangan sampai amalan-amalan kita yang selama ini kita anggap sebagai amalan yang bagus, ternyata tidak bernilai apa-apa atau justru membawa siksa bagi kita. Sehingga kita perlu mengatahui amalan yang baik (ihsan ) disisi Allah SWT.
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan amalan yang dikatakan ihsan. Bahwasanya amal yang dikatakan ihsan kalau memenuhi dua syarat: ikhlas lillahita\ala dan showab (benar menurut syariat islam)
  3. Lalu berilah contoh perbuatan supaya disebut ihsanul amal

Kamis, 30 April 2015

ROSULULLAH TELADAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER GUNA MENCEGAH TINDAKAN KORUPSI

Kasus korupsi di Indonesia masih menjadi tranding topik diberbagai media, baik cetak maupun elektronik. Tak ubahnya sebuah sinetron, kasus korupsi memasuki episode yang sangat panjang. Dan sulit diketahui ujungnya. Ibarat kata story never ending. Belum selesai kasus Century, muncul lagi kasus korupsi wisma altet dan hambalang, dan terakhir kasus impor daging sapi. Bahkan departemen agama yang notabenenya “tahu agama” tersangkut korupsi pengadaan Al-quran. Dari berbagai kasus korupsi yang terkuak, terlihat oknum yang terlibat korupsi semakin meluas, baik eksekutif, legislatif, yudikatif, kepolisian, politisi parpol dan aparatur pemerintahan. Belum lagi ditambah kasus-kasus korupsi kelas teri yang belum terkuak dan yang tidak terkuak. Maka akan menambah daftar kasus korupsi di negeri ini. Apalagi jika melihat situasi negeri ini yang akan memasuki Pemilu 2014, diprediksi kasus korupsi akan semakin marak.
Korupsi adalah sebuah tindakan penyalahgunaan kekuasaan/jabatannya. “Mental korup” adalah budaya sosial-politik yang diwariskan turun-temurun di negeri ini. Sepanjang perjalanan sejarah Indonesia, budaya korupsi sudah ada sejak masa penjajahan colonial Belanda. Dimana biasanya dilakukan oleh para jendral yang bertugas di suatu wilayah dan pada kesempatan lain dilakukan oleh orang-orang pribumi (antek Belanda) yang menjabat sebagai demang, atau tumenggung di dalam suatu wilayah. Begitu juga pada masa Orde lama dan orde baru, korupsi merambah hampir ke semua lini kehidupan yang terjadi secara sistemik. Budaya korupsi itu pun berlanjut hingga sekarang.
Layaknya penyakit perilaku korupsi di Indonesia sudah memasuki stadium IV. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah guna memberantas dan mencegah tindakan korupsi. Tindakan pemberantasan dilakukan dengan membentuk lembaga independen bernama Komisi Pemberantasan korupsi. Selanjutnya tindakan pencegahan dilakukan dengan menitik beratkan pada pendidikan, terutama melalui pendidikan karakter.
Pendidikan karakter dipandang sebagai suatu langgkah jitu mengatasi degradasi moral khususnya “watak korup” yang merupakan warisan turun temurun.  Sebagaimana pendapat Doni Koesoema A. Pendidikan karakter bisa menjadi sebuah jalan keluar bagi proses perbaikan dalam masyarakat kita. Situasi yang ada menjadi alas an utama agar pendidikan karakter segera dilakukan dalam lembaga pendidikan kita. (2007:116). Maka tak mengherankan jika kemudian jika  Kementerian Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi berencana menerapkan Pendidikan Karakter Anti Korupsi dalam kurikulum prasekolah, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan perguruan tinggi.
Banyak pihak yang berpendapat bahwa pendidikan karakter pada akhirnya hanya akan menjadi pelengkap saja, dan bernasib sama dengan pengajaran moral dan agama yang berkutat pada teori tanpa diimbangi dengan praktek di lapangan. Sehingga meninggalkan PR besar yang masih kita kantongi hingga kini yakni mampukah pendidikan karakter itu membumi guna mencegah tindakan korupsi?
            Pendidikan dapat diartikan sebagai upaya untuk memanusiakan manusia. Sementara karakter adalah cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas seseorang dalam menjalani hidupnya serta memecahkan semua problematika kehidupannya. Sehingga pendidikan karakter dapat diartikan sebagai upaya membentuk manusia memiliki cara berfikir dan berperilaku yang unik/khas dalam menjalani kehidupannya serta memecahkan semua problematika kehidupannya. Dalam memecahkan permasalahannya ini, yang menjadi acuan atau tolak ukurnya adalah keyakinan (agama), dan norma yang ada. Untuk itu orang yang dapat memecahkan permasalahnya dengan menyandarkannya baik pada agama ataupun norma yang berlaku dapat dikatakan sebagai orang yang berkarakter.
            Pendidikan karakter digagas dan ditawarkan dalam dunia pendidikan sejalan dengan visi pendidikan dalam UU Sisdiknas tahun 2003 yaitu agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama. Nilai-nilai yang ingin ditanamkan antara lain karakter cinta kepada Tuhan, kemandirian, jujur, amanah, santun, dermawan, suka menolong dan gotong royong, percaya diri, toleransi, kepemimpinan, dan keadilan.
Pendidikan karakter, menurut pandangan saya sejatinya sudah ada sejak Adam dilahirkan berlanjut hingga pada masa nabi Muhammad yang diutus sebagai penyempurna pendidikan karakter tersebut. Tentu, meskipun dahulu tidak disebutkan bahwa aktivitas para nabi adalah pendidikan karakter. Namun pada hakikatnya aktivitas-aktivitas yang dilakukan para nabi dan Rosul adalah aktivitas membentuk karakter yang khas bagi manusia untuk mengatasi problematika kehidupannya. Pada masa Rosul Muhammad Saw, pembentukan karakter dilakukan dengan pembinaan para sahabat Rosulullah di rumahnya Arqom. Pembinaan yang dilakukan adalah pembinaan  komprehensif dan integral, mencakup seluruh aspek kehidupan, terutama pembinaan tentang akidah karena akidah adalah pondasi pokok keimanan. Ibarat sebuah bangunan, akidah adalah tiang penyangga bangunan tersebut. Dari rumah itulah lahirlah sosok-sosok sahabat yang berkarakter khas dan unik sesuai ajaran islam. Dengan karakter itulah Rosulullah dan para sahabat menjalani hidupnya di masyarakat serta berupaya menyebarkannya karakter itu kepada orang-orang quraisy.
Maka jika melihat perjuangan Rosulullah dalam membentuk karakter para sahabat dan dicocokkan dengan konteks sekarang, situasi pada masa Rosulullah hampir sama dengan kondisi saat ini. Saat itu di Arab dilanda kejahiliyahan baik dalam berfikir maupun dalam bertindak. Culas, serakah, korupsi, memakan harta riba, hingga membunuh bayi perempuan. Jika menengok era kinian kondisi di arab saat itu sebelas dua belas dengan saat ini. Dengan mencontoh pendidikan karakter  yang Rosulullah terapkan kepada para sahabat, keluarga dan masyarakat luas, ada beberapa poin yang patut saya garis bawahi. Pertama, Komitmen. Rosulullah dari awal telah memiliki komitmen yang kuat dalam membenahi tatanan kehidupan saat itu. Banyak orang Quraisy saat itu mencemooh dan menganiaya tindakan Rosulullah, bahkan percobaan pembunuhan pun tak bisa dielakkan. Sekalipun demikian, tidak pernah ada selintas pemikiran untuk menyerah. Dan komitmen inilah yang semestinya dimiliki oleh 3 aspek pendidikan karakter yakni keluarga (orang tua), sekolah (pendidik) dan masyarakat untuk mewujudkan tercapainya keberhasilan pendidikan karakter. Tidak terpenuhinya salah satu aspek di atas akan membuat pendidikan karakter menjadi mentah.

Kedua, Menanamkan karakter sejak usia dini. Sepertinya Rosulullah sangat paham, bahwa usia dini adalah masa yang sangat menentukan kesuksesan anak menghadapi tantangan zaman sehingga beliaulah yang mendidik putri-putri mereka dengan pengajaran dan keteladanan. Beberapa pakar menyatakan bahwa usia dini disebut juga golden age (masa-masa umur emas). Pada usia dini, anak- anak dapat menyerap berbagai macam memori. Karakter apa yang diajarkan orang tua ataupun pendidik akan diserap dengan cepat. Misalnya ketika anak merusak sesuatu kemudian di pukul maka karakter yang terbentuk adalah anak penakut. Pada usia ini, keluarga dalam hal ini orang tua harus memberikan penguatan akidah. Disamping juga pengetahuan-pengetahuan/maklumat yang benar. 

Selasa, 18 November 2014

Hujan dan Setangkup Semangat.

Santriwan-Santriwati TPA Hidayatullah, Nepi Brosot, Galur Kulon Progo
Anak-anak penuh semangat. Julukan itulah yang saya sematkan kepada mereka -anak-anak TPA yang saya kelola-.

Semangat mereka pulalah yang membuat saya bersemangat untuk selalu mendampingi mereka. Sore itu, langit telah berwarna kelabu, dari arah utara saya telah mendengar suara gemuruh hujan, rintik gerimis mulai berderai saat saya menstater grand saya.

Bremmm..... breeemmmm .... Saya langsung tancap gas. Tak lupa membawa payung. Beberapa menit kemudian saya sudah sampai di masjid tercinta. 

Saya begitu terharu ketika mereka berkumpul di serambi masjid sambil menatap ke utara. Menatap datangnya hujan.

Karena masjid saya baru, baru kemarin diresmikan, masjid kami tidak memiliki tempat parkir. Saya pun kebingungan mau parkir di mana? Jangan sampai motor saya kehujanan. Bisa macet. Untung saja, gubuk tempat pekerja saat membangun masjid belum di bongkar. Saya pun parkir di situ. Rupanya, di situ ada seorang penjual cilok sudah siap di sana dari tadi.

Beberapa saat setelah saya memparkirkan motor. Hujan menghujami bumi. Anak-anak histeris dan memeluk saya ketika petir dan guntur bersahutan.

bersambung ....