Minggu, 01 September 2024
Mungkin Tips Menang Lomba
Jumat, 10 Desember 2021
Kebiasaan Membacakan Buku ke Anak Melejitkan kecerdasan Anak
Membaca adalah jendela ilmu, begitu kata pepatah. Kegiatan membaca ini juga tidak bisa begitu saja tumbuh. Harus dibiasakan. Bahkan dari bayi masih dalam kandungan kalau bisa.
Kebiasaan membacakan buku ini konon katanya mampu melejitkan kecerdasan anak. Ada beberapa penelitian tentang hal ini. Bisa sercing sendiri ya. Hihihihi.
Nah, mumpung belum terlambat nih, kedua anakku sedari kecil mulai kudekatkan dengan buku. Kalau gak ngantuk banget, kubacakan buku sebelum tidur. Bukunya buku apa? Apa aja. Sepunyanya di rumah. Bahkan ada sebuah majalah lama punya ibuk mertua yang udah jadul pun kubacakan ke anak. Tentu dengan banyak improvisasi.
Contohnya gini, ada majalah jadul. Di salah satu halamannya ada iklan bergambar seorang anak smp tiduran kemudian sedang diberi balsam oleh seorang ibu. Di sisi atas gambar ada seorang bapak yang sedang memayungi anak tersebut. Dengan berbekal gambar itu kurangkai sebuah cerita. Apa anak suka? Ya. Khonsa suka. Setiap buka majalah itu, selalu ia membuka gambar itu dan bertanya, "ini apa mi?" Kemudian mulailah aku menceritakan karanganku dulu.
Dan jangan heran dan harus sabar karena dalam sehari anakmu akan bertanya tentang gambar itu berulang kali. Bosan. Tentu. Bahkan kalau mood lagi jelek bisa kesal. Sabar pokoknya mah.
Pernah terpikir olehku, "kenapa sih ni anak susah banget nangkepnya?" bahkan untuk nama tokohnya aja ia lupa," Lalu aku tersadarkan bahwa Khonsa itu masih 3 tahun akalnya belum matang. So, emak-emak jangan samakan daya nalar anak kita dengan kita. Kelak akan ada masanya sendiri anak-anak itu bernalar.
Dari peristiwa kecil itu ingatanku beranjak ke tiga tahun silam disaat aku menjadi guru privat membaca. Karena obsesi orang tua yang menginginkan anak bisa membaca ia paksa anaknya belajar membaca. Bahkan sampai marah - marah dan memukul anaknya dihadapanku ketika anaknya malas belajar membaca. Please mak, anakmu itu belum sempurna akalnya.
Di saat anakku telah berusia tiga tahun. Apa yang paling pesat berkembang. Ternyata ingatan akan apa yang aku ucapkan. Jadi ya mak, waktu usia ini bagus buat memperbanyak hafalan alqur'an.
Gimana caranya? Mudah. Setiap saat setiap waktu emak bacain aja ayat yang mau dihafalin. Gimana kalau anaknya gak mau ngikutin. Bacain terus. Lafalkan terus lewat bibir emak. Insya Allah dengan ijin Allah si anak akan mengucapkan juga ayat tersebut. Beneran ini, sudah kubuktikan. Tinggal bagaimana keistiqomaah, ketelatenan, dan kesabaran emaknya. Dan juga doa tentunya. Minta sama Allah agar diberi kemudahan.
Kembali ke membacakan buku ya, malah mbleber kemana mana. Jadi, mari kita bacakan buku anak kita sehari 10-15 menit dalam sehari. Gimana kalau anaknya kemana-mana atau malah menyobek bukunya. Ya gak papa. Kalau jalan-jalan ya panggil namanya suruh duduk. Ubah intonasinya. Banyak cara bisa emak lakukan. Kalau disobek ya tinggal beli plester. Yakin deh. Nanti anak akan duduk manis ketika kita bacakan buku. Bahkan ketika kita beri tahu ia bahwa membaca buku gak boleh tiduran, ia nanti yang akan ingatkan kita ketika membaca buku sambil tiduran.
Yup, 10-15 menit setiap hari ya. Waktunya bisa dipecah kalau memang anak cepet bosen. 5 menit pagi, 5 menit siang, 5 menit malam.
Sebenarnya buku yang cocok buat anak usia dini ya yang boardbook gitu. Tapi ya gimana harga bukunya cukup fantastik. Tak kuat rasanya. Biarlah dapur yang mengepul terlebih dulu.
So, untuk keluarga yang super hemat dan selalu berpinsip tidak ada rotan akar pun jadi, hal itu bisalah diakali dengan buku-buku yang ada di rumah. Bahkan bisa juga kita bikin buku sendiri. Digambari sendiri, dikarang cerita sendiri, diwarnai sendiri, dan dijilid sendiri. Hehehe. Selamat mencoba.
Salam
Sabtu, 23 Februari 2019
Passion dan Kreasiku Ladang Bisnisku
Menjadi ibu. Sejak awal itulah komitmenku. Suatu profesi yang jarang diminati generasi milenial. Profesi yang selalu dipandang sebelah mata. Padahal, inilah satu profesi mulia yang akan mengantarkan wanita ke jannahNya.
Meskipun surga balasannya, tetapi sedikit sekali yang mengambil profesi ibu secara penuh. Kebanyakan memilih menjadi ibu paruh waktu. Separuh untuk keluarga dan anak, separuh untuk kerja. Bahkan parahnya keluarga kerap dapat porsi waktu yang lebih sedikit.
Nah, karena itulah aku ingin menjadi anomali. Menerjang arus. Menjadi ibu secara utuh tetapi masih bisa melakukan passionku, menjahit dan merintis toko hijabku. Bismillah. Aku pasti sanggup.
"Kalau orang lain bisa melakukannya kenapa aku tidak. Banyak orang yang sukses mengembangkan bisnisnya dari dalam rumahnya tanpa mengganggu aktivitasnya sebagai ibu dan istri. Pokoknya aku harus bisab" begitulah aku mensugesti diri sendiri.
Sampai kemarin aku mendapatkan satu lagi amunisi dari teman SMAku di akun facebook. Dalam sebuah postingan ia seakan memberikan bara api yang baru untukku.
Kesenangan menjahit kumulai sejak lulis SMA. Aku belajar otodidak dari buku kursus menjahit ibuku. Dulu, ibu pernah kursus menjahit dan berhasil membeli mesin jahit dari hasil keringatnya sendiri. Konon mesin jahit ibuku lebih tua dari umurku. Dan sampai sekarang mesin jahit itu masih bisa dipakai.
Aku praktek menjahit dengan baju-baju bekas. Karena memang keterbatasan uang untuk membeli kain. Sampai bertahun-tahun hobi menjahit hanya menjadi hobi. Sampai setahun aku mulai menekuni kembali menjahit.
Mulailah aku mengikuti berbagai grup menjahit via fb maupun wa. Dan, berkat ikut kelas menjahit via wa, kini aku sudah bisa pola baju yang memang enak di pakai. Satu dua tiga teman juga mulai minta dijahitkan. Aku fokus menjahit gamis dan khimar. Makanya aku ingin memiliki toko hijabku sendiri. Toko yang akan menampung semua hasil kreasiku.
Bisnis kecilku mulai kurintis dari membuat brand hijabku sendiri. Membuat akun instagram dan promosi via wa. Alhamdulillah mulai ada yang tertarik memesan produk khimarku.
Untuk ke depannya aku ingin membuka lapakku di situs belanja biar jangkauannya lebih luas, seperti Blibli.com. Aku sendiri sudah punya akunnya cuma memang belum punya barang yang ready stok. Terhalang modal. So, masih pre order.
Setahun berlalu tetapi bisnis kecil-kecilanku tidak berkembang. Masih stag di situ situ saja. Memang sih ada beberapa hal yang menghambat laju bisnis kecilku, diantaranya rasa malas produksi. Bawaan orok membuatku malas menjahit. Maklumlah lagi hamil. Sampai tulisan ini dibuat, bayiku sudah lahir dan aku belum memegang mesinku. Aktivitas mengurus bayi ternyata menguras energi.
Kurangnya networking juga berpengaruh dalam menarik orang untuk membeli. Apalagi aku kan tipenya introvert jadi susah susah gampang menarik seseorang. So aku biasanya mengandalkan adekku tersayang dalam hal pemasaran. Ibarat kata aku tuh orang yang always di belakang layar.
Aku tahu dua hal di atas sangat-sangat menghalangi cita-citaku. Maka dari itu aku berusaha untuk mengubahnya perlahan. Aku harus bisa memanajemen waktuku lagi. Memang cita-cita dan impian itu harus diupayakan dengan maksimal kalau tidak ya ia akan tetap menjadi mimpi yang indah.
So, saatnya action. Bismillah.
Senin, 18 Februari 2019
Misteri Jodoh
Bicara soal jodoh. Memang jodoh itu misteri. Kita tidak tahu kapan ia datang. Datang tanpa mengetuk. Dan ketika ia datang, samua berjalan begitu mulus. Aral melintang tentu ada namun semua terasa mudah. Itulah ajaibnya. Seperti pertemuanku dengan jodohku yang sekarang jadi suamiku. Ajaib kubilang. Dan MasyaAllah inilah misteri Illahi itu.
Tak ada yang menyangka aku bakal menikah dengan Mas Adin. Orang yang sama sekali tak pernah terbesit dalam benakku. Sekalipun. Kami sama sekali tidak kenal. Kenal hanya melalui biodata dan nadzor sekali. Dan kuasanya Allah, Allah mencondongkan hatiku padanya. Meski saat itu yang terpikir adalah semoga Allah ridho. Aku serahkan semuanya sama Allah. Itu saja.
Cinta. Aku menikah tanpa cinta. Mungkin ini benar adanya. Aku percaya bahwa Allah lah kelak yang akan menumbuhkan cinta. Dan, benar. Allah telah menumbuhkan cinta diantara kami. Cinta yang tanpa PHP. Ah, jadi gini rasanya dicintai.
Tanggal 5 April 2018 adalah hari bersejarah dalam hidupku. Hari kami melangsungkan pernikahan yang sederhana.
Kemudian 40 mggu kemudian bayi mungil kami lahir ke dunia. Khonsa Naila Sabiha. Tepatnya tanggal 11 Januari 2019. Kaya lagunya gigi. Tanggal itu adalah tanggal yang direquest Onty ke Allah. Doa Onty diijabahi. Ah, jadi begini rasanya punya anak. Sesuatu yang sangat kusyukuri mendapatkan suami Mas Adin. Love you Mas.
Btw kalau Mas Adin suatu saat baca ini. Aku penasaran apa reaksianya. Ah, kurasa datar saja. Tapi its ok. Aku paham. Pernikahanku memang bukan pernikahan cinderela.
Sudah dulu merekam jejaknya.
Senin, 09 November 2015
Pada Akhirnya Kita akan Pulang
Ada yang menarik yang perlu saya tuliskan. Jelas bukan tentang asal - usulnya, melainkan tentang apa yang tampak darinya yang bisa dijadikan sebuah pelajaran.
Apa yang tampak padanya dan melekat padanya adalah seorang yang sukses. Ini untuk ukuran seorang anak manusia yang telah menjalani seperempat lebih hidupnya. Bahkan ada seorang teman saya yang melabeli dia dengan sebutan "BOS." Ia setelah lulus sekolah (aku tak tahu dia dulu di SMA atau SMK) bekerja di pelayaran, pesiar.
Bagi saya, yang menarik bukan apa yang ia dapat dari bekerjanya, bukan nominal uang yang ia terima. Tetapi lebih pada kemana ia melakukan pelayaran. Keren sekali bukan, kita bisa keliling dunia tanpa bayar. Mengapa saya katakan demikian, mungkin karena keinginan besar saya yang ingin keliling dunia. Kapan? Saya bisa ke Turki misalnya, salah satu negara yang di sana pernah menjadi pusat kekhilafahan.
Bukan saya namanya, kalau tidak "kepo." Saya pun melakukan penelusuran di facebook. Kalian tahu apa yang saya temukan? Foto - fotonya keliling dunia. Mupeng banget. Kapan giliran saya.
Dan pada akhirnya ia pulang. Ke rumahnya.
Intinya, apa yang saya tuliskan adalah sebuah analogi, bawasanya kemanapun engkau melakukan perjalanan, engkau akan pulang. Termasuk hidup ini, kemanapun engkau melangkah engkau akan pulang, kembali ke asal engaku diciptakan.
Jumat, 30 Oktober 2015
Adekku Beranjak Dewasa
Aku berharap postingan ini akan menjelaskan apa yang aku pikirkan, duh udah kaya pertanyaan di facebook.
- Pertama, ini bukan masalah siapa yang duluan nduk. Aku harap menikah itu bukan karena terprovokasi orang lain dan juga bukan karena saat itu ada ikhwan yang sedang mencari akhwat. Jika memang keadaannya demikian, bersiaplah untuk kecewa. Karena sesuatu yang datang dari provokasi itu jauh lebih mengerikan.
Aku juga tahu nduk, untuk masalah serba serbi nikah kamu sudah mempunyai ilmu-lah secara kita dibesarkan bersama - sama. Yang mesti kau camkan dalam dirimu adalah ketika kau memutuskan untuk ta'aruf berarti kamu memang sudah benar - benar siap dalam bulan itu bahkan minggu itu akan berubah status menjadi istri orang. Dan kamu juga harus siap jika Gagal. Dan aku tidak ingin kamu "Gagal" nduk. Sungguh. - Kalau kau berargumen bahwa "Kan nggak bisa langsung jadi, Mbi. Temenku aja udah berkali - kali belum berjodoh. Bahkan baru menikah setelah 17 kali ta'aruf. Kita kan harus usaha dulu."
Kalau itu yang ada dalam benakmu sekarang, please urungkan niatmu untuk melakukan taaruf saat ini. Karena belum apa - apa kamu sudah berasumsi buruk. Apa kau lupa, prasangka selalu berbanding lurus. Sekalipun banyak juga yang tidak. hehehe. - Ridho orang tua. Yah, ini penting banget. Aku yakin seyakin - yakinnya bahwa umi belum akan mengijinkan. Apa kau lupa peristiwa yang lalu - lalu. hehehe.
- Bersikaplah idealis-realistis. Kurasa kamu perlu memikirkannya kembali. Tentang umi, terutama. Tapi kalau memang bener - bener semuanya Oke, Gue mah oke - oke saja nduk. Sungguh.
Bagiku hari ini adalah hari di mana kamu berubah jadi kupu - kupu. Ah, tapi tetap aja unyu. :)
Kamis, 22 Oktober 2015
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid 1
Pesona Sunrise di Bawah Galian Rupiah
Senin, 19 Oktober 2015
Ngeblog : Mengeluarkan Isi Kepala
BTW kok bagusan tanpa edit ya, hehehe. Ngerasakan hal yang sama? Berarti memang aku harus belajar lebih keras lagi. Meramu rasa seni....
Sabtu, 03 Oktober 2015
Berguru pada Kenangan.
Kenapa Mister T tidak langsung saja mengkonfirmasi kepadaku lewat sms sendiri? Kenapa harus melalui orang lain? Apa dia tidak punya nomorku? Padahal aku kemarin sms Mister T. Kurasa ia tidak pernah menyimpan nomorku. Ya siapa aku, yang nomornya harus disimpan. Orang tidak penting. Di sinilah aku merasa menjadi orang paling tidak berharga, tidak penting, dan hina. Aku sedang berhadapan dengan orang penting yang bisa seenak dirinya untuk mengubah bahkan membatalkan sesuatu.
Kamis, 01 Oktober 2015
Kunjungan Pertama Ke Perpustakaan Kota Yogyakarta
Jumat, 11 September 2015
Kirim PERCIKAN ke majalah GADIS
Pagi ini, aku blogwalking ke tetangga-tetangga blog. Eh nemu sebuah blog yang mennurut aku rekomended banget untuk setiap hari dikunjungi hehehe.
di dalam blog itu terdapat banyak banget info tentang kepenulisan. PAsti pada penasaran kan. Tara ini dia blog yang aku maksud Menulis dengan Hati, blognya kak Fira. (maaf kakak fira, belum ijin hehehehe)
Dari sanalah aku baca beberapa karya kak fira yang di muat di majalah GADIS untuk rubrik PERCIKAN. Jadi inget jaman dulu aku ngirim tapi gak dimuat. hehehe. Dari pada tulisanku terlantar mending aku posting aja di sini.
Senin, 07 September 2015
Kumpulan Alamat Epaper Koran
1. Epaper kedaulatan rakyat
--) Untuk bisa membuka epapernya teman-teman harus mempunyai akun terlebih dahulu. pembuatan akunnya cukup mudah jadi jangan sungkan untuk membuatnya. :)2. Suara Merdeka
--) Sama seperti epaper Kedaulatan Rakyat untuk bisa membuka epapernya teman-teman harus mempunyai akun terlebih dahulu.
3. Pikiran Rakyat
--) Sama seperti epaper Kedaulatan Rakyat untuk bisa membuka epapernya teman-teman harus mempunyai akun terlebih dahulu.
4. Banjarmasin Post
--) bisa langsung membaca epapernya tanpa login. :)
5. Jawa Pos
Jumat, 29 Mei 2015
Kisi-Kisi Materi Ihsanul Amal : amalanku diterima Allah Nggak ya?
Ihsanul Amal
Target
1. Memahami amalan dikatakan ihsan
2. Senantiasa melakukan amalan dengan ikhlas dan showab (benar)
3. Memiliki keinginan untuk mengkaji
Kisi-Kisi Penyampaian
- Prolog: Setiap manusia pasti senantiasa melakukan aktivitas dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Dan pasti setiap aktivitas tadi hukumnya dan pasti mengandung nilai pahala dan siksa atau tidak bernilai apa-apa. dan semua aktivitas yang kita lakukan pasti dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Jangan sampai amalan-amalan kita yang selama ini kita anggap sebagai amalan yang bagus, ternyata tidak bernilai apa-apa atau justru membawa siksa bagi kita. Sehingga kita perlu mengatahui amalan yang baik (ihsan ) disisi Allah SWT.
- Jelaskan yang dimaksud dengan amalan yang dikatakan ihsan. Bahwasanya amal yang dikatakan ihsan kalau memenuhi dua syarat: ikhlas lillahita\ala dan showab (benar menurut syariat islam)
- Lalu berilah contoh perbuatan supaya disebut ihsanul amal
Kamis, 30 April 2015
ROSULULLAH TELADAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER GUNA MENCEGAH TINDAKAN KORUPSI
Selasa, 18 November 2014
Hujan dan Setangkup Semangat.
![]() |
| Santriwan-Santriwati TPA Hidayatullah, Nepi Brosot, Galur Kulon Progo |














