Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2015

Ringkasan/Resume Buku Filsafat Pendidikan Prof, Dr, H, Jalaluddin & Dr. Abdullah Idi, M. Ed Part 4

BAB 5 HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN

A.      Pengantar
-          Filsafat sering dikonotasikan sebagai sesuatu yang bersifat prinsip yang dikaitkan dengan pandangan hidup yang mengandung nilai-nilai dasar.
-          Berbicara mengenai ilmu maka tidak bisa lepasdari pendidikan yang mana meyakini tentang eksistensi pendidikan yang sifatnya umum sampai kepada yang khusus, makin hari diperkuat dengan perkembangan metode pengukuran dan cara analisis yang dapat menghasilkann data yang dipercaya.
-          Hubungan filsafat dan ilmu pendidikan = bahwa filsafat adalah teori umum pendidikan landasan utama dari semua teori pendidikan.
B.      TEORI KEBENARAN MENURUT PANDNAGAN FILSAFAT DALAM BIDANG ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI
1.       ONTOLOGI
Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang realitas. Realita mengenai kenyataan, yang selanjutnya menjurus pada hakikat kebenaran. Realitas ontologi ini melahirkan pertanyaan-pertanyaan, 
o   apakah sesungguhnya hakikat realitas yang ada ini?
o   apakah realitas yang nampak ini hanyalah materi saja?
o   Apakah realitas ini hanya satu unsur saja, dualisme atau prularisme?
Untuk mengetahui realitas semesta didalam ruang lingkup ontologi yang jelas maka dibedakan antara metafisika dan kosmologi
a.       Ontologi à secara epistemologi berarti di balik atau dibelakang fisika maka yang diselidiki adalah hakikat realita menjangkau sesuatu di balik realita karena metafisika ingin mengerti sedalam-dalamnya.
b.      Kosmologi tentang realita à kosmos yaitu keseluruhan sistem alam semesta dan keosmologi terbatas pada realita yang lebih nyata dalam arti alam fisika yang material yang memperkaya kepribadian manusia di dunia tidaklah di alam raya  dan sisinya. Dalam arti bahwa sebagai pengalaman sehari-hari akan tetapi sesuatu yang luas, realita fisi spiritual yangtetap dinamis.
Di dalam pendidikan, pandangan ontologi secara praktis menjadi masalah utama karena anak bergaul dengan lingkungannya. Sehingga anak perlu dibimbing kepada pengertian untuk memahami realita dunia nyata dan membina kesadaran tentang kebenaran yang berpangkal pada realita yang ada.
2.       EPISTEMOLOGI
o   Epistemologi adalah nama lain dari logika material atau logika mayor yang membahas dari isi pikiran manusia yakni pengetahuan.
o    epistemologi memberikan kepercayaan dan jaminan bagi guru bahwa ia memberikan kebenaran kepada murid-murid.
o   Epistemologi adalah pengetahuan bagaimana kita mengetahui benda-benda.

3.       AKSIOLOGI
Aksiologi adalah suatu bidang yang meyelidiki nilai-nilai(value) yaitu moral, ekspresi keindahan, dan kehidupan sosial politik.

C.      PANDANGAN FILSAFAT TENTANG HAKUKAT MANUSIA
Antropologi filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat manusia.
a.       Aliran serba zat
Bahwa yang sungguh-sungguh ada itu hanyalah materi/zat. Alam ini adalah materi dan manusia adlah unsur alam, maka dari itu manusia dalah zat atau materi.
b.      Aliran serba ruh
Bahwa swgala hakikat sesuatu yang ada di dunia adalah ruh, hakikat manusia adalah ruh, adapun zat itu adlah manifestasi dari ruh di atas dunia ini.
o   Dasar pikiran bahwa ruh itu lebih berharga, lebih tinggi dari materi.
o   Ruh adalah hakikat dan badan adalah penjelmaan atau bayangan
c.       Aliran dualisme
Bahwa manusia itu terdiri dari 2 substansi yaitu jasmani dan rohani. Keduanya merupakan unsur asal, yang adanya tidak tergantung satu sama lain. antara badan dab ruh terjadi sebab akibat yang keduanya saling mempengaruhi.
d.      Aliran eksistensialisme
o   Hakikat manusia adalah apa yang menguasai manusia secara menyeluruh. Manusia tidak dipandang sebagai zat tapi dari segi eksistensi manusia itu sendiri di dunia.
o   Pandangan islam bahwa manusia terdiri dari substansi materi dari bumi dan ruh yang berasal dari Allah maka hakikat pada manusia adalah ruh sedang jasadnya hanyalah alat yang dipergunakan oleh ruh saja. Tanpa kedua substansi tersebut tidak disebut manusia.
o   Menurut antropologi metafisika hakikat manusia adalah integrasi antara wataknya sebagi makhluk individu, sebagi makhluk sosial dan manusia susila. Manusia adalah pemimpin atau khalifah.

1.       Pandangan ilmu pengetahuan tentang manusia
Penyelidikan manusia bertujuan untuk memahami secara mendalam tentang hakikat manusia itu sendiri.
o   Menurut aristoteles manusia adalah hewan berakal sehat yang mengeluarkan pendapatnya, yang berbicara berdasarkan akal pikirannya
o   Menurut islam, manusia adalah individu yang berkeluarga dan selalu bersilahturahmi dan mengabdi kepada Tuhan. Manusia adalah makhluk yang sempurna dibandingkan hewan karena manusia memiliki akal untuk memahami kebenaran.
2.       Kepribadian manusia dan pendidikan
Pada dasarnya tujuan pendidikan adalah membina kepribadian manusia secara semperna. Sehinggga proses pendidikan, peranan efektif terhadap pembianaan kepribadian manusia melalui lingkungan juga didukung oleh faktor pembawaan sejak manusia dilahirkan. Pendidikan dianggap sebagi transfer kebudayaan, pengembangan ilmu pengetahuan akan membawa manusia mengerti dan memahami lebih luas tentang permasalahnnya. Maka dari itu ilmu pengetahuan memiliki nilai-nilai praktis di dalam kehidupan baik sebagai pribadi maupun warga masyarakat.
3.       Masalah rohani dan jasmani
Dari zaman dahulu manusia tidak henti-hentinya berusaha membedakan antara unsur manusia yang bersifat lahiriah dan maknawiyah. Para filosof yunani berpendapat bahwa ruh merupakan unsur yang halus yang dapat meninggalkan badan.
Sementara islam berpandangan bahwa manusia merupakan perakitan antara badan dan ruh. Dan keduanya merupakan substansi alam. Permasalahan ruh adalah sesuatu yang terbatas untuk dipelajari secara mendalam.

D.      SISTEM NILAI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Sistem adalah suatu himpunan gagasan/prinsip yang saling bertautan yang bergabung menjadi suatu keseluruhan. Berhubungan dengan itu nilai merupakan suatu norma tertentu yang mangatur ketertipan kehidupan sosial. Nilai akan selalu muncul apabila manusia sebagai makhluk sosial mengadakan hubungan sosial (bermasyarakat).
1.       Pengertian nilai
Nilai adalah suatu penetapanatau suatu kualitas sesuatu objek yang menyangkut suatu jenis apresiasi atau minat.
Menurut pandangan idealis nilai bersifat normatif dan objektif serta berlaku umum.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai adalah hasil kreatifitas manusia dalam rangka melalukan kegiatan sosial, baik berupa cinta, simpati dan lain-lain.
2.       Bentuk dan tingkat-tingkat nilai
Burbecher membedakan nilai menjadi 2 yaitu
a.       Nilai instrinsik
Nilai yang dianggap baik, tidak untuk sesuatu yang lain, melainkan di dalam dirinya sendiri.
b.      Nilai instrumental
Nilai yang dianggap baik karena bernilai untuk sesuatu yang lain
Menurut August Comte, menurut tingkat perkembangan nilai dibagi menjadi 3 yaitu tingkat theologis, tingkat metafisik, dan tingkat positif.            
3.       Nilai-nilai pendidikan dan tujuan pendidikan
Pendidikan tidak bis dipisahkan dari nilai. Keadaan masyarakat dapat diukur dari pendidikan, kebrobokan masyarakat takkan dapat diperbaiki dengan cara apapun kecuali dengan pendidikan.
4.       Etika jabatan
Fungsi dan tanggung jawab mendidik dalam masyarakat merupakan kewajiban setiap warga masyarakat karena mendidika adalah panggilan sebagai moral tiap manusia.
Kaum profesional adalah mereka yang telah menempuh pendidikan relatif cukup lama serta mengalami latihan-latihan khusus.
Guru harus memiliki azas-azas umum yang universal seperti:
a.       Melakukan kewajiban dasar good will dengan kesadaran pengabdian
b.      Memperlakukan siapapun, nak didik sebagai satu pribadi yang sama dengan pribadinya sendiri
c.       Menghormati perasaan ornag lain.
d.      Selalu menyumbangkan ide-ide, konsepi, karya demi kemajuan kewajibannya
e.      Akan menerima haknya semata-mata seabagai satu kehormatan.

E.       PANDANGAN FILSAFAT TENTANG PENDIDIKAN.
Filsafat pendidikan adalah nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan filsafat yang menjiwai, mendasari dan memberikan identitas suatu sitem pendidikan.
Filsafat sering diartikan dengan pandangan dunia. Pandangan duania adalah suatu konsep yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, masyarakat umum, nilai dan norma yang mengatur dan alam sekitarnya serta penciptanya.
Filsafta menjadikan manusia berkembang, mempunyai pandangan hidup yang menyeluruh secara sistematis maka hal semacam ini telah dituangkan dalam sistem pendidikan, agar dapat terarah mencapai tujuan pendidikan.penuangan pemikiran ini dituangkan dalam kurikulum.
Untuk mengembangkan mutu pendidikan ada lima jalur yang harus ditempuh:
1.       Landasan filsafatà menjadi dasar dalam menyusun paradigma bagi pengembangan ilmu pendidikan.
2.       Adanya paradigma (kerangka pikiran/logika) dalam penyusunan metodologi pengembangan ilmu pendidikan.
3.       Perlunya modal-modal penelitian untuk penelitian pendidikan
4.       Memerlukan metodologi pembagian ilmu pendidikan
5.       Melakukan organisasi secara berskala nasional
Unsur-unsur pengembangan pendidikan:
o   Dasar dan tujuan pendidikan
o   Pendidikan dan peserta didik
o   Kurikulum
o   Sistem pendidikan

1.       Dasar dan tujuan
Dasar pendidikan yaitu suatu aktivitas untuk mengembangkan dalam bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian. Dasar dan landasannya di Indonesia adalah Pancasila sila pertama.
Tujuan pendidikan adalah membawa anak kearah tingkat kedewasaan
Ada 4 macam tujuan pendidikan:
a.       Tujuan pendidikan nasional
b.      Tujuan institusional
c.       Tujuan kurikuler
d.      Tujuan instruksional
Agar keempat tujuan penidikan itu tercapai maka agar hasil tersebut dapat diukur secara objektif kemudian rumusan tujuan instruksional haruslah dibuat secara behaviorial (berdasarkan tingkah laku).
Tujuan pendidikan yang ingin dicapai menentukan kurikulum dan isi pendidikan yang diberikan.
Dasar dan tujuan pendidikan itu, dasarnya ialah aktivitas untuk mengembangkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan menuju terbinanya kepribadian yang tinggi sesuai dengam dasar persiapan pendidikan.
2.       Pendidik dan peserta didik
Pendidik bertugas sebagi medium agar anak didik dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. Agar pendidik dapat berfunsi sebagai mediu, baik dalam menjalankan tugas dan kegiatan pendidikan maka ia harus melaksanakan beberapa peranan secara baik.
Peserta sisik adalah anak yang tumbuh bekembang baik ditinjau dari fisisk maupun perkembangan mental. Setiap anak didik mempunyai pembawaan yangberlainan. Karena itu pendidik wajib senantiasa berusah amengetahui pembawaan masing-masing anak didiknya agar layanan pendidikan yang diberikan sesuai dengan pembawaan masing-masing.
3.       Kurikulum
Kurikulum merupakan faktor yang sangat pendting dalam proses pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan. Segala sesuatu yang harus diketahui diresapi serta dihayati oleh anakharuslah ditetapkan dalam kurikulum dengan segala hal yang harus diajarkan oleh pendidik.
Kurikulum merupakan rumusan, tujuan mata pelajaran, garis besar pokok  bahasan penilaian dan perangkat lainnya.

4.       Sistem pendidikan

Sabtu, 03 Oktober 2015

Berguru pada Kenangan.

Pada suatu hari yang membuat harga diriku berasa tidak bernilai, ura aji, begitu kiranya dalam bahasa jawa, aku mensetting pikiranku agar aku tidak bersikap sentimentil ala anak abg. Dari sana aku belajar tentang arti sebuah nilai. Aku yakin saat itu , Allah sedang mengajariku bagaimana menghargai sebuah nilai. Malas rasanya bercerita tentang peristiwa waktu itu, tapi demi sebuah pelajaran aku merelakan untuk mengutarakannya dalam sebuah cerita. Aku menuliskan cerita penuh pelajaran ini dalam keadaan sadar di antara kicau burung dan lantunan suara ayat – ayat Al quran dari perempuan berkerudung pelangi. Aku sedang berada di masjid Agung Manunggal Bantul.


Sebut namanya Mister T, ia adalah satu – satunya dosbingku. Seminggu yang lalu, pada hari Senin, aku membuat janji dengan Mister T. Beliau berkata bahwa untuk minggu ini jadwl penuh, Mister T menjanjikan hari Rabu depan. Dan ketika hari Selasa aku mengkonfirmasi ulang terkait bimbinganku. Mister T menjanjikan mempunyai waktu jam 4 sore. Aku pun mengatur ulang jadwal agar aku bisa bimbingan dengan Mister T. Tibalah hari Rabu, aku sengaja mengambil sedikit jam untuk masuk kerja partime di sebuah warnet agar aku bisa menyelesaikan laporanku. Aku berencana jam 3 sore berangkat langsung ke kampus. Tak tahunya ketika selesai membuka mukena biru, sehabis shalat dhuhur, waktu itu jam di handphoneku menunjuk angka 13.12, ada sebuah pesan masuk dari seorang teman, sebut saja Iva.

“Mbak, hari ini ada janjian dengan Mister T ya? Sudah ditunggu sekarang oleh Mister T.”

Whaatttt.

Kau tahu apa yang kurasakan. Aku merasa tidak bernilai saat itu. Sungguh. Aku tahu ini adalah perasaan lebay dan alay seorang perempuan yang berumur setengah abad. Aku akui ini adalah asumsi yang harusnya tidak kupupuk hingga membuahkan prasangka buruk. Tapi bagaimana? Saat itu pertama kali yang terpikir adalah seperti itu.

Aku merasa menjadi manusia paling tidak dihargai sedunia, hina dina, remeh – temeh. 

Kenapa Mister T tidak langsung saja mengkonfirmasi kepadaku lewat sms sendiri? Kenapa harus melalui orang lain? Apa  dia tidak punya nomorku? Padahal aku kemarin sms Mister T. Kurasa ia tidak pernah menyimpan nomorku. Ya siapa aku, yang nomornya harus disimpan. Orang tidak penting. Di sinilah aku merasa menjadi orang paling tidak berharga, tidak penting, dan hina. Aku sedang berhadapan dengan orang penting yang bisa seenak dirinya untuk mengubah bahkan membatalkan sesuatu.

Sentimentil bukan.


Sepanjang perjalanan menuju kampus aku merenung. Perjalanan di atas motor memang waktu paling asyik buat melihat ke dalam diri. Aku mulai menyadari bahwa rupanya aku telah salah menempatkan perasaan tidak penting, tidak berharga, hina dina, dan remeh. Harusnya perasaan itu bukan kutujukan pada manusia melainkan hanya kepada Allah. Astagfirullah.

Jumat, 02 Oktober 2015

STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF ACTIVE KNOWLEDGE SHARING (Melvin L. Silberman)

Pengertian Active Knowledge Sharing  
Active Knoeledge Sharing  atau berbagi pengetahuan secara aktif  merupakan strategi yang menekankan siswa untuk saling berbagi dan membantu dalam menyelesaikan pertanyaan yang diberikan.
Menurut Dr. H. Hamruni, M.Si., active knowledge sharing adalah cara yang bagus untuk menarik peserta didik dengan segera kepada materi pelajaran. Guru dapat menggunakannya untuk mengukur tingkat pengetahuan para peserta didik selagi, pada saat yang sama, melakukan beberapa bangunan tim (team building). Strategi ini bekerja dengan beberapa pembelajaran dan dengan beberapa materi pembelajaran.[1]
Menurut Melvin L. Silberman, active knowledge sharing merupakan cara bagus untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang diajarkan. Strategi ini juga dapat digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan siswa sembari melakukan kegiatan pembentukan tim. Cara ini cocok pada segala ukuran kelas dan dengan materi pelajaran apapun.[2]
Active Knoeledge Sharing merupakan strategi yang menekankan siswa untuk saling berbagi dan membantu dalam menyelesaikan pertanyaan yang diberikan. Atau dengan kata lain, “ ketika ada siswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan atau kesulitan menjawab, maka siswa lain yang mampu menjawab pertanyaan dapat membantu temannya untuk menyelesaikan pertanyaan yang diberikan.[3]
Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa active knowledge sharing merupakan strategi belajar untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang diajarkan dengan tujuan mendorong siswa aktif berbagi informasi dan pengetahuan kepada teman yang tidak bisa menyelesaikan soalnya, dan pada akhirnya guru menyampaikan topik-topik yang penting dari hasil pengerjaan  siswa dalam berbagi pengetahuan pada mata pelajaran tersebut.

Prosedur/Langkah-langkah Active Knoeledge Sharing  
Prosedur/langkah-langkah strategi pembelajaran Active knowledge sharing adalah sebagai berikut:
a.       Siapkan sebuah daftar pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru dapat menyertakan beberapa atau semua dari berbagai kategori berikut ini:
1)      Kata-kata untuk didefinisikan
2)      Pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda mengenai fakta-fakta atau konsep-konsep
3)      Orang-orang yang harus dikenali
4)      Pertanyaan-pertanyaan mengenai aksi-aksi yang dapat diambil seseorang dalam situasi-situasi tertentu
5)      Kalimat-kalimat yang tidak lengkap
b.      Mintalah peserta didik menjawab pertanyaan tersebut
c.       Kemudian ajaklah mereka berkeliling ruangan, untuk mencari peserta didik lain yang dapat menjawab pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya. Doronglaj peserta didik untuk membantu satu sama lain.
d.      Kumpulkan kembali kelas penuh dan ulaslah jawaban-jawabannya. Isilah jawaban-jawaban yang tidak diketahui dari beberapa peserta didik. Gunakan informasi itu sebagai jalan memperkenalkan topik-topik penting di kelas.[4]
Variasi dalam strategi active knowledge sharing, adalah:[5]
·         Guru memberikan satu lembar kartu indeks kepada tiap siswa. Perintahkan mereka intuk menuliskan satu informasi yang menurut mereka akurat tentang materi yang diajarkan. Suruhlah mereka untuk berpencar di dalam kelas, berbagi pendapat tentang apa yang mereka tuliskan pada kartu tersebut. Doronglah mereka untuk menuliskan informasi kartu yang dikumpulkan oleh siswa lain. Bila mereka sudah kembali ke kelompok masing-masing, bahaslah informasi yang berhasil dikumpulkan.
·         Gunakanlah pertanyaan opini, bukannya pertanyaan factual, atau gabungan pertanyaan faktuan dengan pertanyaan opini.

Kelebihan dan Kekurangan Active Knowledge Sharing
Kelebihan
Strategi belajar  active knowledge sharing juga memiliki kelebihan. Seperti yang dinyatakan oleh Silberman menambahkan keunggulan strategi belajar ini adalah siswa dapat meminta bantuan siswa yang lain untuk membantu menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab dan bisa divariasikan dengan pemberian kartu indeks pada tiap siswa  untuk menuliskan informasi baru dari materi yang telah dipelajari.[6]
Selain itu strategi ini cocok untuk segala ukuran kelas dan dengan materi pelajaran apapun.
Kekurangan
Sebagai salah satu dari berbagai banyaknya strategi belajar aktif. Active knowledge sharing juga terdapat kekurangan. Namun kekurangan strategi belajar  active knowledge sharing semata-mata hanya suatu kekhawatiran. Kekhawatiran itu meliputi kondisi saat pembelajaran yang bisa berubah dari yang semestinya. Misalnya kegiatan belajarnya hanya merupakan kumpulan" kegembiraan dan permainan", berfokus pada aktivitas itu sendiri sampai-sampai siswa tidak memahami apa yang siswa pelajari, serta proses pembelajarannya menyita banyak waktu. Namun semua kekhawatiran itu bisa ditanggulangi dengan persiapan yang matang.[7]
         


[1] Dr. H. Hamruni, M.Si, Srategi dan Model-Model Pembelajaran Aktif Menyenangkan, (Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. 2009) hal. 265.
[2] Melvin L. Silberman. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. (Bandung: Nusamedia & Nuansa Cendekia. 2013) hal. 100.
[3] ttp://rikiantobaeng.blogspot.com/2013/05/strategi-belajar-active-knowledge.html
[4] Dr. H. Hamruni, M.Si. hal. 265-266.
[5] Melvin L. Silberman. hal. 101.
[6] Melvin L. Silberman. hal. 101.
            [7]http://rikiantobaeng.blogspot.com/2013/05/strategi-belajar-active-knowledge.html

Kamis, 01 Oktober 2015

Kunjungan Pertama Ke Perpustakaan Kota Yogyakarta

Ceritanya pagi ini, aku ingin nyempetin nyuci jilbab yang udah menumpuk di pojokan, di balik pintu kamar. Dari pagi sudah kurendam dengan sesachet rinso sekali kucek dan kutinggal bikin bacem tempe dan sambel. Sengaja memeng, berharap tuh kotoran yang melekat dalam pakaian rontok seketika.

Tak tahunya tangan ini gatel buka netbook, karena semalem aku minta beberapa foto kami "f4" (aku, adek unyu, Sitmay and Uli) saat kami lagi di pantai. Ku edit - edit deh tuh foto dengan photo scape. Pas aku lihat jam di dinding dekat jendela kayu yang di bawahnya kuletakkan sebuah radio, waktu sudah menunjuk pukul 07.45. Di saat yang sama Uli sedang memakai kaos kaki yang sudah memudar warnanya. Katanya ia mau pergi ke Perpus. And reflek aku bilang, "Ikut." Gubrak sekali. Padahal pagi ini aku berencana mencuci kemudian pergi ke kampus ambil buku yang kemarin tidak jadi kufotokopi. Tak apalah. WKWKWKWK

"Ul, ikut. Tapi aku belum mandi. Oke. Lima menit, Eh sepuluh menit deh." kemudian aku langsung tancap gas mandi.

Di perjalanan kami mampir dulu ke maktab. Jalanan di hari kamis jam sembilanan tidak semacet jalanan di pagi hari. Tapi ya itu, tetep saja banyak pengguna jalan yang ngerasa jalan tuh jalan milik pribadi, sembarangan belok.

Dan setelah muter - muter, jujur kalau aku di suruh ke sini sendirian, bakal nyasar. Apesnya lagi ketilang. Hehehehe.


Gambar diambil dari perpustakaan.jogjakota.go.id 

Suasana yang pertama saat kaki ini menginjak di corblok halaman Perpustakaan Kota Yogyakarta adalah takjub. Sumpah aku takjub. Banyak banget yang ke perpustakaan. Jadi ingat icon kota jogja adalah kota pelajar. Ya secara otomatis banyak orang yang belajar.

Kalau menurut aku, Perpustakaan Kota Yogyakarta ini adalah perpustakaan terunik dan keren dari beberapa perpustakaan yang pernah kukunjungi. Memangnya sudah berapa perpustakaan yang kamu kunjungi, tanyaku pada diri sendiri. Mmmm, dan kujawab, dua. Gubrraaaakkk.

Desain tempat dan warna colorfull Perpustakaan Kota bagiku cantik banget, ya seperti aku gitu. Hueek. Nyaman.Dari tempatku duduk sambil menulis postingan ini aku dapat melihat remaja -remaja muda yang masuk dengan motor maticnya karena hampir seluruh bagian depan perpustakaan ini di disain berkaca. Hmmm, jadi kepikiran global warming. By the way, teman - teman nggak bakal kepanasan deh. Di dalam sini itu adem meski tak seadem masuk ke dalam lemari es. Ah, aku jadi kepikiran Global Warming lagi. Bagaimana ini ....???

Hal lain yang menarik dari perpustakaan ini adalah petugasnya. Kenapa?? Karena sepanjang yang kulihat petugasnya muda -muda. Kagak ada yang tuir. hehehehe. Bisa cuci mata, begitu kata Uli. Oops.

Cuma ya itu ada beberapa hal yang sedikit rempong, saat masuk aku  ditawari mau loker berkunci apa tidak? Kalau mau, aku harus memberikan jaminan uang 10 ribu. Apesnya loker berkunci yang kuterima sama sekali tidak bisa dikunci. Tapi tak apa, toh tidak ada barang berharga yang ada dalam tasku. Netbook kubawa masuk, dan dompet kutitipkan diloker Uli. Kalau menurutku semua keribetan tadi sebenarnya bermaksud baik. Demi keamanan. Okelah.

Buat teman - teman yang ingin ke Perpustakaan Kota Yogyakarta yang ingin memanfaatkan wifi, harus nulis nama biar dapat username n pasword untuk login. Tapi ya itu, kamu harus bersabar, karena koneksi menyiput. Maklum yang gunain bejibun, oooee.

Penampaan loginnya seperti di bawah ini.


Jumat, 29 Mei 2015

KARAKTERISTIK KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI

KARAKTERISTIK KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI
Berkenaan dengan kualitas guru, Raka Joni sebagaimana dikutip oleh Suyano dan Djihad Hisyam, [1] mengemukakan adanya tiga dimensi umum yang menjadi kompetensi tenaga kependidikan sebagai berikut:
1.      Kompetensi personal atau pribadi, atrinya seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap dan patut untuk diteladani.denagn demikian seorang guru mampu menjadi seorang pemimpin yang menjalankan peran: Ing Ngarso Sung Tulada Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani. Oleh karena itu guru harus mampu menata dirinya agar menjadi panutan kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja, lebih-lebih oleh guru pendidikan agama Islam yang menempatkan diri sebagai pembimbing rohani siswanya yang mengajarkan materi agama Islam, sehingga ada tanggung jawab yang penuh untuk menanamkan nilia-nilai akhlakul karimah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW merupakan suri tauladan bagi umatnya sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 21:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا. (اَلأَحْزَابْ: 21)

”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Qs. Al-Ahzab ayat 21([2]
2.      Kompetensi profesional, artinya seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, mendalam dari bidang studi yang diajarkannya, memilih dan menggunakan berbagai metode mengajar didalam proses belajar mengajar yang diselenggarakannya.
3.      Kompetensi kemasyarakatan, artinya seorang guru harus mampu berkomunikasi baik dengan siswa, sesama guru, maupun masyarakat luas. Seseorang guru bukan hanya bertugas disekolah saja, tetapi juga dirumah dan dimasyarakat. Dirumah guru sebagai orang tua adalah pendidik bagi putra-putrinya, dimasyarakat guru harus bisa bergaul dengan mereka, dengan cara saling membantu, tolong menolong,  sehingga ia tidak dijauhi oleh masyarakat sekitar, sebagaimana firman Allah Qs. Al-Maidah ayat 2.
…وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ. (اَلْمَائِدَةْ: 2)
……..Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-NYA.)Qs. Al-Maidah: 2).[3]
     Keberhasilan pengajaran yang dilakukan oleh guru PAI tergantung pada penguasaan terhadap kompetensi- kompetensi tersebut. Jika guru dapat mengelola kelas dengan baik peserta didik akan belajar dengan baik, akhlak yang mulia, akan menambah motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian seterusnya keberhasilan proses pengajaran PAI tergantung pada kemampuan penguasaan kompetensi guru PAI dan sebaliknya
Dalam menjalankan kewenangan profesionalnya, guru dituntut memiliki keanekaragaman kecakapan (competencies) yang bersifat psikologis, selanjutnya untuk mempermudah kita terhadap kompetensi guru tersebut.
Untuk  keberhasilan  dalam  mengemban  peran  sebagai  guru,  diperlukan adanya standar kompetensi. Berdasarkan   UU Sisdiknas No. 14 tentang guru dandosen  pasal  10,  menentukan  bahwa  kompetensi  guru  meliputi  kompetensipedagogik,  kompetensi  kepribadian,  kompetensi  profesional  dan  kompetensi sosial.
Kompetensi  profesional  merupakan  kemampuan  penguasaan  materi, pembelajaran  secara  luas  dan  mendalam  yang  memungkinkan  membimbing peserta  didik  memenuhi  standar  kompetensi  yang  ditetapkan  dalam  standar nasional  pendidikan.  Adapun  ruang  lingkup  kompetensi  profesional  sebagai berikut :[4]
1.      Mengerti  dan  dapat menerapkan  landasan  kependidikan  baik  filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya
2.      Mengerti  dan  dapat  menerapkan  teori  belajar  sesuai  taraf perkembangan peserta didik
3.      Mampu menangani  dan mengembangkan  bidang  studi  yang menjadi tanggung jawabnya
4.      Mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi
5.      Mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai  alat, media dan sumber belajar yang relevan
6.      Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran
7.      Mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik
8.      Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik
            Kompetensi guru, secara umum dapat diidentifikasi dan disarikan tentang ruang lingkup kompetensi profesional guru sebagai berikut:
1.      Mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya.
2.      Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik.
3.      Mampu menangani dan mengembankan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya.
4.      Mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.
5.      Mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media dan sumber belajar yang relevan.
6.      Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran.
7.      Mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik.
8.      Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik.

Sedangkan secara lebih khusus, kompetensi profesional guru dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.      Memahami Standar Nasional Pendidikanyang meliputi:
a.       Standar isi
b.      Standar proses
c.       Standar kompetensi kelulusan
d.      Standar pendidik dan tenaga kependidikan.
e.       Standar sarana dan prasarana
f.       Standar pengelolaan
g.      Standar pembiayaan
h.      Standar penilaian pendidikan
2.      Mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yaitu meliputi:
a.       Memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD)
b.      Mengembangkan silabus
c.       Menyusun rencana pelaksanaan pembelajara (RPP)
d.      Melaksanakan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik
e.       Menilai hasil belajar
f.       Menilai dan memperbaiki KTSP sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan perkembangan zaman
3.      Menguasai materi standar, yang meliputi:
a.       Menguasai bahan pembelajaran (bidang studi)
b.      Menguasai bahan pendalaman (pengayaan)
4.      Mengelola program pembelajaran, yang meliputi:
a.       Merumuskan tujuan
b.      Menjabarkan kompetensi dasar
c.       Memilih dan menggunakan metode pembelajaran
d.      Memilih dan menyusun prosedur pembelajaran
e.       Melaksanakan pembelajaran
5.      Mengelola kelas, yang meliputi:
a.       Mengatur tata ruang kelas untuk pembelajaran
b.      Menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif
6.      Menggunakan media dan sumber pembelajaran, yang meliputi:
a.       Memilih dan menggunakan media pembelajaran
b.      Membuat alat-alat pembelajaran
c.       Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka pembelajaran
d.      Mengembangkan laboratorium
e.       Menggunakan perpustakaan dalam pembelajaran
f.       Menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar
7.      Menguasai landasan-landasan kependidikan, yang meliputi:
a.       Landasan filosofis
b.      Landasan psikologis
c.       Landasan sosiologis
8.      Memahami dan melaksanakan pengembangan peserta didik, yang meliputi:
a.       memahami fungsi pengembangan peserta didik
b.      Menyelanggarakan ekstrakurikuler dalam rangka pengembangan peserta didik
c.       Menyelenggarakan bimbingan dan konseling dalam rangka pengembangan peserta didik
9.      Memahami dan menyelenggarakan administrasi sekolah, yang meliputi:
a.       Memahami penyelenggaraan administrasi sekolah
b.      Menyelenggarakan administrasi sekolah
10.  Memahami penelitian dalam pembelajaran, yang meliputi:
a.       Mengembangkan rancangan penelitian
b.      Melaksanakan penelitian
c.       Menggunakan hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
11.  Menampilkan keteladanan dan kepemimpinan dalam pembelajaran.
a.       Memberikan contoh perilaku keteladanan
b.      Mengembangkan sikap disiplin dalam pembelajaran
12.  Mengembangkan teori dan konsep dasar kependidikan
a.       Mengembangkan teori-teori kependidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik
b.      Mengembangkan konsep-konsep dasar kependidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik
13.  Memahami dan melaksanakan konsep pembelajaran individu, yang meliputi:
a.       Memahami strategi pembelajaran individual
b.      Melaksanakn pembelajaran individual[5]

BAB III
ANALISIS

KARAKTERISTIK KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI
Untuk  keberhasilan  dalam  mengemban  peran  sebagai  guru,  diperlukan adanya standar kompetensi. Berdasarkan   UU Sisdiknas No. 14 tentang guru dandosen  pasal  10,  menentukan  bahwa  kompetensi  guru  meliputi  kompetensipedagogik,  kompetensi  kepribadian,  kompetensi  profesional  dan  kompetensi sosial.
Kompetensi  profesional  merupakan  kemampuan  penguasaan  materi, pembelajaran  secara  luas  dan  mendalam  yang  memungkinkan  membimbing peserta  didik  memenuhi  standar  kompetensi  yang  ditetapkan  dalam  standar nasional  pendidikan.  Adapun  ruang  lingkup  kompetensi  profesional sebagaimana yang dikemukakan para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1.      Guru harus mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya.
2.      Guru harus mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik.
3.      Guru harus mampu menangani dan mengembankan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya.
4.      Guru harus mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.
5.      Guru harus mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media dan sumber belajar yang relevan.
6.      Guru harus mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran.
7.      Guru harus mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik.
8.      Guru harus mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik.







BAB IV
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

            Kompetensi  profesional  merupakan  kemampuan  penguasaan  materi, pembelajaran  secara  luas  dan  mendalam  yang  memungkinkan  membimbing peserta  didik  memenuhi  standar  kompetensi  yang  ditetapkan  dalam  standar nasional  pendidikan. Karakteristik kompetensi profesional guru adalah
1.      Pemahaman dalam menerapkan landasan kependidikan
2.      menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik.
3.      mengembankan bidang studi
4.      menerapkan metode pembelajaran
5.      mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media dan sumber belajar yang relevan.
6.      mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran.
7.      melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik
8.      menumbuhkan kepribadian peserta didik

B.     SARAN
            Hendaknya sebagai guru selalu mengembangkan kompetensi profesional karena hal tersebut adalah tuntutan profesinya.

C.    KATA PENUTUP
            Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
            Penyusun banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penyusun demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penyusun pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Eddy, Mungin Wibowo. (2001). Paradigma Bimbingan dan Konseling. Semarang: DEPDIKNAS.
Mulyasa, E. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung; Remaja Rosdakarya.
Suyanto, Hisyam, Djihad. (2000). Refleksi Dan Reformasi Pendidikan Di Indinesia Memasuki Milenium 111. Jogjakarta. Adicita Karya Nusahlm.
Syah, Muhibin. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.



                [1] Suyanto dan Djihad Hisyam, Refleksi Dan Reformasi Pendidikan Di Indinesia Memasuki Milenium 111,  (Jogjakarta; Adicita Karya Nusa, 2000), hlm.  29
                [2] Ibid, hlm, 30.
                [3] Ibid, hlm 31.
   [4] Mulyasa, hlm.  135-136.
                [5] http://matoibra.blogspot.com/2011/05/meningkatkatkan-kompetensi-profesional.html. Diakses tanggal 3 Juni 2014, pukul 20.00.