Selasa, 10 November 2015

Agar Anak Rajin Shalat Sejak Dini

Usia Dini merupakan masa yang potensial bagi anak. Masa yang berlangsung di bawah usia 7 tahun itu sebagai golden age yaitu masa keemasan bagi tumbuh kembang anak. Sungguh, tidak ada masa yang lebih peka selain masa tersebut. Masa ini ibarat seperti fondasi untuk membangun rancangan masa depan anak.


Masa Golden Age menurut para ahli merupakan periode perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial emosional meningkat dengan cepat. Sehingga pendidikan pada masa usia dini akan berimplikasi terhadap kecerdasan dan karakternya di masa depan.

Maka tidak heran jika pendidikan usia dini mendapat perhatian yang cukup banyak di seluruh dunia. Dalam islam sendiri, sangat memperhatikan pendidikan usia dini tersebut terutama dalam konteks pendidikan akidah dan ibadah dalam lingkungan keluarga.

Terkait dengan hal tersebut, Allah berfirman dalam surat Al Luqman ayat 17 - 19, 



¢Óo_ç6»tƒ ÉOÏ%r& no4qn=¢Á9$# öãBù&ur Å$rã÷èyJø9$$Î/ tm÷R$#ur Ç`tã ̍s3ZßJø9$# ÷ŽÉ9ô¹$#ur 4n?tã !$tB y7t/$|¹r& ( ¨bÎ) y7Ï9ºsŒ ô`ÏB ÇP÷tã ÍqãBW{$# ÇÊÐÈ  

17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Ÿwur öÏiè|Áè? š£s{ Ĩ$¨Z=Ï9 Ÿwur Ä·ôJs? Îû ÇÚöF{$# $·mttB ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä ¨@ä. 5A$tFøƒèC 9qãsù ÇÊÑÈ  

18. dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

ôÅÁø%$#ur Îû šÍô±tB ôÙàÒøî$#ur `ÏB y7Ï?öq|¹ 4 ¨bÎ) ts3Rr& ÏNºuqô¹F{$# ßNöq|Ás9 ÎŽÏJptø:$# ÇÊÒÈ  

19. dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

[1182] Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.

Ayat di atas menerangkan ihwal pendidikan anak pada usia dini terutama pendidikan akidah seperti pengenalan syahadat, rukun iman, serta pengajaran ibadah seperti shalat, puasa, dan ibadah lainnya. Pengenalan dan pembiasaan sejak dini menjadi tanggung jawab orang tua. Mereka dituntut untuk memberikan pendidikan akidah dan ibadah sejak dini.

Sejak dini, anak semestinya sudah diajari tentang cara mencintai shalat, baik belajar dalam konteks gerakan, bacaan shalat ataupun syarat dan rukun lainnya. pada prinsipnya, pembelajaran shalat pada anak usia dini merupakan proses pembiasaan, bukan atas dasar kewajiban. 

Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang bisa orang tua lakukan agar anak mencintai hingga rajin Shalat sejak usia dini, diantaranya:
  1. Jadilah teladan yang baik
  2. Sering -seringlah diajak Shalat
  3. Buatlah Suasana yang Nyaman
  4. Jangan pernah memaksa
  5. Jangan membanding - bandingkan
  6. berilah Apresiasi yang pantas
  7. Latihlah secara bertahab





Senin, 09 November 2015

Pada Akhirnya Kita akan Pulang

Saya sudah mendengar kepulangannya dari mulut beberapa orang yang sering menebar gunjingan. Dan dengan mata kepala saya sendiri, saya telah melihatnya. 

Siapa dia? Saya katakan dia adalah teman kecil. Ah, kurasa juga bukan teman. Kita tidak pernah mengikrarkan diri sebagai teman dengan maen bareng. Kita cuma sekedar kenal karena satu sekolah dasar dan satu dusun. Itu saja. Tak ada yang lebih.

Ada yang menarik yang perlu saya tuliskan. Jelas bukan tentang asal - usulnya, melainkan tentang apa yang tampak darinya yang bisa dijadikan sebuah pelajaran.

Apa yang tampak padanya dan melekat padanya adalah seorang yang sukses. Ini untuk ukuran seorang anak manusia yang telah menjalani seperempat lebih hidupnya. Bahkan ada seorang teman saya yang melabeli dia dengan sebutan "BOS." Ia setelah lulus sekolah (aku tak tahu dia dulu di SMA atau SMK) bekerja di pelayaran, pesiar.

Bagi saya, yang menarik bukan apa yang ia dapat dari bekerjanya, bukan nominal uang yang ia terima. Tetapi lebih pada kemana ia melakukan pelayaran. Keren sekali bukan, kita bisa keliling dunia tanpa bayar. Mengapa saya katakan demikian, mungkin karena keinginan besar saya yang ingin keliling dunia. Kapan? Saya bisa ke Turki misalnya, salah satu negara yang di sana pernah menjadi pusat kekhilafahan.

Bukan saya namanya, kalau tidak "kepo." Saya pun melakukan penelusuran di facebook. Kalian tahu apa yang saya temukan? Foto - fotonya keliling dunia. Mupeng banget. Kapan giliran saya.

Dan pada akhirnya ia pulang. Ke rumahnya.

Intinya, apa yang saya tuliskan adalah sebuah analogi, bawasanya kemanapun engkau melakukan perjalanan, engkau akan pulang. Termasuk hidup ini, kemanapun engkau melangkah engkau akan pulang, kembali ke asal engaku diciptakan. 

Sabtu, 07 November 2015

Cirebon Smart City, Kota yang Dinanti


Alisya menatap wajahnya sendiri di cermin. Sudah cantik, gumamnya dalam hati. Gamis berwarna ungu melekat di tubuh Alisya dengan kerudung paris berwarna merah muda melekat di kepala, ditambah bros kupu – kupu menambah ayu wajah Alisya. Sekarang ini memang sedang trend memakai busana dengan tabrak warna. Alisya juga menyukainya. Dengan pakaiannya saat ini, orang pasti menduga Alisya sedang jatuh cinta.

“Jatuh cinta.” bibir Alisya melengkung saat kata tersebut keluar dari bibirnya. Ada gurat kebahagiaan yang lekat di wajahnya.

Beberapa saat kemudian matanya tertuju ke jendela. Lalu beranjak dari meja riasnya menuju jendela. Seperti anak baru gede, Alisya meniup kaca jendela kemudian menuliskan dua buah nama, Bon dan Alisya, lalu melingkari tulisan tersebut dengan gambar sebuah hati.

Senyum Alisya mengembang kembali saat mengingat pertemuannya dengan Bon, lelaki yang membuatnya jatuh cinta. Lelaki yang telah membuatnya merasa sempurna selama 3646 hari ini. Cinta yang memberinya tiga bidadari dalam hidup Alisya.

Mengenang Bon, berarti mengenang Cirebon, mengenang saat pertama kali bertemu dengan Bon.

Alisya mengenal Bon saat kopi darat sesama blogger dari Komunitas Blogger Cirebon sepuluh tahun yang lalu. Acara itu di laksanakan di Aston Hotel Cirebon. Sebuah hotel bergensi di Cirebon, hotel yang pada akhirnya Bon pilih sebagai tempat untuk melamar Alisya bahkan melangsungkan pernikahan. Di hotel itulah, Bon mengajak Alisya mengenang, memutar kisah di masa silam.

Saat kopdar, Alisya mengenal sepintas saja siapa Bon, hanya sebatas nama dan domisili. Tak lebih. Dan jangan pernah membayangkan love at first sight. Alisya tidak akan pernah menerima istilah itu dalam hidupnya. Namun, tidak bagi Bon. Bon sering membuat gombalan bahwa ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Alisya tidak mempercayainya tetapi ia suka mendapat pengakuan semacam itu. Dasar wanita, tempat segala rayuan bermuara.

Dua hari setelah kopdar, tanpa diketahui Alisya, Bon sudah berdiri di depan rumahnya dengan membawa keranjang buah. Siapa yang sakit? Tidak ada. Bon merasa ia harus menjadi sosok yang anti mainstream. Bunga mawar tidak bisa di makan, begitu pikirnya. Bon, orang asing yang handal retorika berhasil membawa ibu, bapak, Alisya dan kedua adiknya ke Aston Hotel. Bon memakai jampi – jampi, itu yang Alisya yakini.

Di hotel tersebut, di hadapan ibu, bapak, dan kedua adik Alisya, Bon melamar Alisya. Gadis mana yang tidak klepek – klepek, bertekuk lutut dengan keheroikkan Bon, selain gadis bodoh. Alisya menerima. Dan, Bon pasti memakai jampi – jampi, itu yang selalu Alisya yakini.

Namun, pagi ini, tepat 3646 hari pernikahannya, ketika mendapati dirinya berada di kamar hotel, Ia menyadari, ini bukan jampi – jampi.

Lamunan Alisya ambyar saat nada dering dari Smartfren 4G LTE berbunyi nyaring. Ia beranjak dari jendela dan mengambil smartphonenya. Suaminya meneleponnya dari lobi.

“Sya turunlah, mari kita cuci otak.” Cuci otak dalam kamus hidup Bon adalah istilah untuk mengajak istrinya refreshing.

“Bahasamu mengerikan. Tapi baiklah, lima menit lagi.”

“Jangan lama – lama. Kapan lagi kita menikmati Cirebon Smart City. Lusa kita harus sudah di Ambon.”

***

Setelah keluar dari lift, Alisya mendapati Bon telah berdiri menunggunya.

“Kemana kita?” tanya Alisya saat berada di samping Bon dan mengandeng tangannya.

“Belajar sejarah.” jawab Bon singkat.

Alisya mengernyit.

Alisya dan Bon menaiki bus, transportasi digital, Transdig, orang Cirebon menyebutnya. Bus dengan sistem pengoperasian secara digital. Sopir itu sama sekali tidak memegang kemudi. Sopir akan menyentuh tempat yang tertera di layar. Dan Bus akan berhenti di depan tempat tersebut. Alisya sampai tercengang melihatnya.

“Sedang apa?” tanya Bon, saat mendapati Alisya tak jemu – jemu memandangi aksi sopir bus tersebut. Alisya menoleh.

“Aku pikir, mungkin kelak profesi sopir sudah tidak diminati lagi. Sudah tidak dibutuhkan lebih tepatnya.”

“Kau benar Sya, sekarang aja sudah tidak ada petani.” jawab Bon.

“Hah. Kok bisa! Apa mereka beralih profesi. Atau sawah sudah jadi gedung.” Secara kebetulan bus yang mereka tumpangi sedang berjalan di areal persawahan. “Lhah itu sawah. Kau pasti berbohong kan Bon.”

“Makanya kalau sedang dalam perjalanan jangan tidur. Tidak tahu kalau sekarang Cirebon sudah berubah menjadi smart city. Semua diatur secara digital.”

“Iya aku tahu. Aku sudah merasakannya dari mulai bandara hingga hotel, Bon. Tapi masalahnya kemana perginya petani? Itu sawah yang mengelola siapa kalau bukan petani.” tanya Alisya, lagi.

“Tuh lihat irigasinya sudah pake digital, diatur kapasitas airnya.” Bon menunjuk sebuah alat digital yang digunakan untuk mengatur sirkulasi air. “Aku yakin, mulai dari pembibitan hingga panen, semua dilakukan dengan alat digital. Sekarang, Cirebon sudah tidak memiliki petani. Yang Cirebon miliki adalah petani profesional.” jawab Bon, kemudian terkekeh.

Alisya memonyongkan bibirnya.

***

“Keraton Kasepuhan!” pekik Alisya setelah sampai di keraton. Beberapa penumpang memandang tajam ke arah Alisya. Alisya hanya melayangkan senyum yang dibuat – buat. “Kupikir belajar sejarah yang kau maksud adalah sejarah kita.”

“Mungkin ini saatnya mengenal sejarah orang lain.” kata Bon.

“Dulu aku sering kesini.” Alisya menggumam. Bon mendengarnya.

“Kau akan tahu ada yang beda dulu dan sekarang.”

Bon mengajak Alisya berjalan ke bangunan utama yang dapat ditemui setelah melewati benteng dan pendopo. Di pintu masuk bangunan utama tersebut terdapat LCD yang berisi informasi tentang bangunan utama.

“Jadi ini bedanya. Sekarang semua sudah menggunakan digital. Baguslah. Sangat di sayangkan Ire, Qila, dan Airin tidak ikut.”

“Nikmati saja kencan ini. Ire, Qila, dan Airin sedang asyik berenang di hotel. Ups, keceplosan.” Bon menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Jadi ....” Alisya tersenyum bahagia. “Terima kasih Bon. Mungkin mereka akan susah diajak pulang ke Ambon.”

“Kau benar.” keluh Bon.

“Kalau sudah begitu aku akan pensiun jadi ibu.” seloroh Alisya.

“Apa !!!” pekik Bon.

Alisya tersenyum lebar. “Tapi berubah menjadi ibu profesional. Kena deh!”

Tawa kemudian pecah di bibir Alisya. Sementara itu Bon masih memasang muka manyun.

***

Sabtu, 31 Oktober 2015

Jadwal dan Peserta UKG 2015 Wilayah Kulon Progo

Postingan ini saya tujukan untuk ibu guru dan bapak guru peserta UKG 2015 bisa langsung akses ke


di dalam web itu terdapat 2 TUK. 

---------------------------------
Cerita di balik pemuatan postingan ini

Tadi, beberapa jam yang lalu ada seorang ibu guru TK yang meminta saya mencarikan jadwal UKG 2015
setelah mengubek - ubek  cukup lama akhirnya nemu juga. Banyak yang memposting jadwal UKG yang tidak sesuai dengan isinya. Capek deh. HOAX gitu. Dan dari situ aku ingin memberikan kemanfaatan buat warga Kulon Progo yang kesulitan mengakses Jadwal dan Peserta UKG 2015.

di bawah ini tampilan webnya.


sekian dan terima kasih. semoga bermanfaat

:)

Jumat, 30 Oktober 2015

Adekku Beranjak Dewasa

Sebut saja namanya Winnie, bukan beruang madu. Saat ini ia masih kuliah semester 5 di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Kami tumbuh di keluarga yang SSS (sangat sederhana sekali). Aku akui aku enggan melabeli keluarga kami keluarga miskin. Kenapa? Karena Alhamdulillah, dengan rahmat Allah keluarga kami selalu bisa makan meskipun seadanya. Takut kufur nikmat.

Pagi ini, Winnie memberiku pesan singkat yang fantastis. Perihal "ta'aruf". Ia menanyakan bagaimana jika ia ta'aruf. Ah, anak ini selalu membuat anomali. Aku yakin, ada seseorang di belakangnya yang provokatif. 

Bagaimana sikapku? Tentu aku fine - fine saja. Ia mau ta'aruf sekarang atau nanti ketika sudah lulus kuliah. Hanya saja ada beberapa hal yang mesti ia pikirkan. Aku tahu, nikah adalah sunnah Rasul Muhammad saw. Juga merupakan penyempurna setengah agama. Dan dengan kondisi keluarga kami, aku juga yakin bahwa riski itu minnallah, sebagaimana kami selalu yakin bisa makan untuk esok hari.

Aku berharap postingan ini akan menjelaskan apa yang aku pikirkan, duh udah kaya pertanyaan di facebook.
  1. Pertama, ini bukan masalah siapa yang duluan nduk. Aku harap menikah itu bukan karena terprovokasi orang lain dan juga bukan karena saat itu ada ikhwan yang sedang mencari akhwat. Jika memang keadaannya demikian, bersiaplah untuk kecewa. Karena sesuatu yang datang dari provokasi itu jauh lebih mengerikan.

    Aku juga tahu nduk, untuk masalah serba serbi nikah kamu sudah mempunyai ilmu-lah secara kita dibesarkan bersama - sama. Yang mesti kau camkan dalam dirimu adalah ketika kau memutuskan untuk ta'aruf berarti kamu memang sudah benar - benar siap dalam bulan itu bahkan minggu itu akan berubah status menjadi istri orang. Dan kamu juga harus siap jika Gagal. Dan aku tidak ingin kamu "Gagal" nduk. Sungguh.
  2. Kalau kau berargumen bahwa "Kan nggak bisa langsung jadi, Mbi. Temenku aja udah berkali - kali belum berjodoh. Bahkan baru menikah setelah 17 kali ta'aruf. Kita kan harus usaha dulu."

    Kalau itu yang ada dalam benakmu sekarang, please urungkan niatmu untuk melakukan taaruf saat ini. Karena belum apa - apa kamu sudah berasumsi buruk. Apa kau lupa, prasangka selalu berbanding lurus. Sekalipun banyak juga yang tidak. hehehe.
  3. Ridho orang tua. Yah, ini penting banget. Aku yakin seyakin - yakinnya bahwa umi belum akan mengijinkan. Apa kau lupa peristiwa yang lalu - lalu. hehehe.
  4. Bersikaplah idealis-realistis. Kurasa kamu perlu memikirkannya kembali. Tentang umi, terutama. Tapi kalau memang bener - bener semuanya Oke, Gue mah oke - oke saja nduk. Sungguh.
Aku tahu, kau telah cukup dewasa untuk memutuskannya. hahaha. Tapi, aku salut kau mau berpikir ke arah sana nduk. hihihihi.


Bagiku hari ini adalah hari di mana kamu berubah jadi kupu - kupu. Ah, tapi tetap aja unyu. :)

Kamis, 22 Oktober 2015

RAHASIA ATASI RAMBUT RONTOK DAN KEBOTAKAN

Selain dikenal sebagai mahkota, rambut juga mempunyai posisi yang sangat penting yaitu merupakan faktor penentu kesempurnaan penampilan. Kesempuranan penampilan akan meningkatkan rasa percaya diri pada seseorang. Oleh karena itu memiliki rambut sehat dan indah merupakan dambaan setiap orang baik itu pria maupun wanita.

Rambut yang sehat dan indah merupakan sebuah anugerah sedangkan menjaganya agar tepat sehat dan indah adalah  kewajiban. Kerusakan rambut sering menjadi masalah serius apabila tidak diatasi dengan cepat.

Faktor Penyebab Kerusakan Rambut
Kerusakan rambut ini dapat diakibatkan beberapa faktor seperti aspek patologis, dan faktor eksternal.

  • Aspek patologis yaitu salah satu faktor berbentuk penyakit tertentu yang memicu kerontokan pada rambut. Beberapa penyakit pemicu kerontokan rambut adalah ketombe, radang kulit, demam tinggi, jamur dan lain – lain.


  • Faktor eksternal yang dapat menyebabkan kerontokan rambut seperti cuaca ekstrem misal terik matahari yang sangat panas, terpapar bahan kimia misalnya saat rambut diwarnai, wax, hairspray, pemakaian hairdryer.

Rambut Rontok

Jika rambut rontok menyerang, segera lakukan tindakan perawatan. Jangan anggap enteng problem rambut rontok. Bayangkan bila setiap hari rambut anda rontok sekitar 20 helai per hari lalu berapa jika sebulan, setahun, sepuluh tahun. Padahal jumlah rambut hanya sekitar 100.000 – 150.000 helai. Bukan tidak mungkin akan terjadi kebotakan.



Kebotakan

Kebotakan bisa terjadi pada pria dan wanita. Menurut penelitian, pria cenderung lebih rentan terkena kebotakan daripada wanita. Sehingga sebelum itu terjadi perlu merawat rambut dengan baik. Namun, jika saat ini rambut Anda telah mengalami kerontokan dan kebotakan, pilihlah produk perawatan rambut yang benar – benar berkualitas.

Cara mengatasi rambut rontok dan kebotakan

Gunakanlah shampo dan tonic. Salah satu shampo dan tonic yang mampu menumbuhkan rambut adalah HG Shampo dan Hair Tonic. HG Shampo dan Hair Tonic hadir menjawab masalah rambut rontok dan kebotakan karena HG shampo dan hair tonic merupakan obat penumbuh rambut. HG shampo dan hair tonic  bekerja secara langsung di kulit kepala dengan bahan alami yang berfungsi untuk mengaktifkan folikel rambut, menutrisi akar rambut agar tidak rontok dan mempercepat proses pertumbuhan rambut.

Perawatan rambut dengan HG shampoo dan hair tonic sangat mudah dan simple apalagi melihat manfaatnya. Kapanlagi memiliki rambut indah dan sehat kalau tidak sekarang. Dimulai dengan memakai HG shampoo dan hair tonic rasa percaya diri anda akan meningkat selaras dengan penampilan anda yang sempurna.

Ekstrak alami yang terkandung dalam formula HG Shampo dan tonic secara uji klinis dapat membantu proses pertumbuhan rambut dengan cepat dalam jangka waktu 2-3 minggu.

Cara pemakaian :

  1. Seperti menggunakan shampoo pada umumnya. Gunakan shampo HG setiap hari secara teratur.
  2. Usapkan pada rambut yang basah. Kemudian berikan pijatan ringan pada kulit kepala dan diamkan hingga 3 – 5 menit, 
  3. kemudian bilas sampai bersih. Keringkan rambut dengan handuk, (bila menggunakan alat pengering rambut harus menjaga jarak tidak kurang dari 20 cm dengan panas sedang),
  4. kemudian oleskan tonik rambut HG secara merata. 
  5. Pijat ringan pada kulit kepala, tidak perlu dibilas, dan rapikan dengan sisir



Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid 1


Ali bin Abu Thalib, Laki –Laki Pertama yang Masuk Islam

Ibnu Ishaq berkata, “Orang laki –laki pertama yang berima kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam, shalat bersama beliau, dan membenarkan apa yang beliau bawa ialah Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hisyam. Pada saat ia masuk islam, ia berusia sepuluh tahun. Diantara nikmat yang diberikan Allah kepada Ali bin Abu thalib adalah bahwa ia hidup di bawah asuhan Rasulullah sebelum islam.[1]

Masuk Islamnya Zaid bin Haritsah

Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian Zaid bin Haritsah bin Syurahbil bin Ka’ab, mantan budak Rasulullah masuk islam. Dia laki – laki pertama yang masuk islam dan shalat sesudah Ali bin Abu Thalib.[2]

Zaid adalah anak Haritsah. Dikisahkan bahwa hakim bin Hizam bin Khuwailid tiba dari Syam dengan membawa budak – budak di antaranya adalah Zaid bin Haritsah dan anak kecil yang belum baligh. Kemudian Khadijah binti Kuwailid datang kerumahnya dan Khadijah diminta memilih salah satu diantara kedua budak tadi. Khadijah memlih Zaid.

Rasulullah tahu bahwa Khadijah memiliki Zaid dan Rasulullah meminta menghadiahkan Zaid kepada beliau. Zaid dihadiahkan kepada Rasulullah dan Rasulullah memerdekaan Zaid dan mengangkatnya menjadi anak angkat. Ini terjadi sebelum wahyu turun kepada Rasulullah.

Masuk Islamnya Abu Bakar Radhiyallahu anhu

Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian Abu Bakar bin Abu Quhafah.” Ibu Hisyam berkata, “Nama Asli Abu Bakar adalahAbdullah, dan Atiq adalah julukannya, karena ketampanan wajahnya dan pembebasan budak yang ia lakukan.

Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Abu Bakar masuk islam, ia memperlihatkan keislamannya, dan berdakwah kepada Allah dan RasulNya.

Abu Bakar adalah orang yang diterima kaumnya, dicintai, mudah, orang quraisy yang paling ahli tentang nasab Quraisy, dan orang Quraisy yang paling ahli tentang Quraisy; kebaikannya dan keburukannya. Selain itu, ia seorang pedagang yang berakhlak mulia dan baik hati. Tokoh – tokoh kaumnya datang kepadanya dan senang karena ilmunya, perniagaannya, dan tanggapannya yang baik. Ia ajak orang –orang yang dipercayai di antara orang –orang yang sering datang kepadanya dan ngobrol dengannya tentang Allah dan Islam.”[3]

Orang – orang yang masuk islam karena dakwah Abu Bakar ra.
1.       Utsman bin Affan
2.       Zubair bin Awwan bin Kuwailid
3.       Abdurahman bin Auf
4.       Sa’ad bin Abu Waqqash
5.       Thalhah bin Ubaidillah

Setelah mereka berlima merespon dakwah Abu Bakar, ia membawa mereka kepada Rasulullah. Kemudian mereka masuk islam dan melakukkan shalat bersama.

6.       Abu Ubaidah dan orang –orang lain.
Untuk kelanjutannya silahkan beli Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. J


[1] Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al- Muafiri, Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid 1, (Jakarta: Darul Falah, 2009), hlm. 209.
[2] Ibid, hlm. 211.
[3] Ibid, hlm. 213.