Rabu, 19 Agustus 2015

Binatang Baru (Cernak)

"Bunda! Bunda! Aku menemukan binatang!” teriak Fatih di halaman rumahnya. Ia ingin segera memberitahukan kegembiraannya kepada bunda.
            Fatih menemukan binatang itu terjatuh dari pohon. Fatih baru pertama kali melihat binatang itu. Binatang itu berwarna hitam mengkilat dan memiliki tanduk di kepalanya. Ketika Fatih ingin mengambil binatang itu dengan tangannya, ia berdesis. Sehingga Fatih mengambil ranting pohon dan berusaha menghalau binatang itu agar masuk ke dalam cup gelas bekas air mineral.
            Ia ingin segera memberitahukan kegembiraannya kepada bunda. Hanya saja, Fatih ingat kalau hari ini bunda sedang mengajar les privat. Ia urung menemui bundanya. Ia tidak ingin menganggu bundanya. Ia sudah berjanji kepada bunda kalau ia akan bermain di luar rumah selama bunda mengajar. Namun kali ini Fatih sangat penasaran dengan binatang itu.
            Dengan takut-takut, Fatih memberanikan diri masuk ke ruang tamu dan memperlihatkan seekor binatang kepada bundanya.
            “Bunda, ini binatang apa?” tanyanya kemudian.
            Bunda memperhatikan binatang tersebut. Dengan lembut bunda menegur Fatih.
            “Fatih, disimpan dulu binatangnya. Nanti kita bicarakan. Ingat janji Fatih kan?”
            “Tapi Fatih belum pernah melihat binatang ini sebelumnya.”
            “Iya, bunda tahu, nanti kita bahas.”
            “Kalau begitu, nanti Fatih taruh di kamar ya. Ini binatang baru.”
            “Iya itu binatang baru, hanya bagi Fatih. Sekarang lebih baik Fatih beri makan.”
            “Makanannya apa Bunda?”
            “Fatih ....” ucap bunda lembut penuh ketegasan. Ibu mencoba membuat Fatih berhenti bertanya dan menepati janji. Nyali Fatih menciut. Ia berlari ke halaman sambil bersorak       “Binatang baru! Binatang baru!”
*
            Fatih mengambil beberapa daun pohon mangga, pohon binatang baru itu terjatuh. Lalu memasukkan dedaunan itu ke cup gelas. Binatang itu berdesis kembali.
            “Fatih sedang apa?” Tegar datang dengan menaiki sepeda mininya. “ Ayok, sepedaan!”
Fatih urung menyambut ajakan Tegar.
            “Aku sedang menjaga binatang baru. Kata bunda aku harus memberinya makan supaya aku bisa memeliharanya.”
Tegar mendekati Fatih. Penasaran dengan binatang baru.
            “Oh, itu namanya kumbang tanduk alias wawung. Bukan binatang baru.”
            “Kumbangnya tidak mau makan. Malah berisik terus.”
            “Diberi dedak aja, ayamku di rumah kuberi makan dedak.” Tanpa menunggu persetujuan Fatih, Tegar menyambar sepedanya dan pulang untuk mengambil dedak. Beberapa menit kemudian ia sudah berada di samping Fatih dan memberikan dedak yang diberi sedikit air kepada Fatih. Fatih memasukkan sedikit dedak ke cup gelas.
            “Kumbangnya sedang puasa kali, Tih!”
*
            “Kenapa bunda berbohong? Padahal Fatih sudah menepati janji tidak mengganggu bunda saat mengajar.” ucap Fatih, merajuk.
            “Tapi bunda tidak berjanji kita akan memeliharanya. Bunda hanya meminta Fatih memberinya makan.”
            “Sama saja, itu artinya bunda setuju.” Fatih mulai terisak.
            “Tadi Fatih sudah memberi kumbang tanduk ini makan?”
            Fatih menyeka air matanya sambil mengangguk.
            “Kumbang tanduknya tidak mau makan daun dan dedak. Kata Tegar, kumbangnya sedang puasa.” jawab tegar sambil terbata.
            “Fatih yakin kumbangnya tidak mau makan karena puasa?”
            “Atau kumbangnya sakit, bunda?”
            “Yakin ....?” selidik bunda.
            “Bunda, jangan bermain teka-teki. Fatih benar-benar ingin tahu.”
            “Kalau begitu sekarang Fatih mandi dan bunda akan ajak Fatih mencari jawabannya.”
            “Kumbangnya dibawa ya.”
            Bunda menatap Fatih dengan sudut matamya. Raut muka bunda menunjukkan kalau bunda tidak menyetujui permintaan Fatih.
*
            “Bunda, lagi-lagi berbohong. Katanya mau memberi tahu jawabannya. Tapi malah membawa Fatih ke sini. Tidak ada kumbang di toko buku.” protes Fatih.
            “Siapa bilang? Justru Fatih akan menemukan jawabannya di sini.” ucap bunda singkat.
            Bunda mengajak berkeliling. Fatih malas-malasan membuntuti bunda. Hari ini sudah dua kali bunda berbohong kepadanya. Pikiran Fatih melayang ke kumbang di rumah.
            “Nah ketemu. Ini untuk Fatih.”
            Fatih membaca halaman yang sudah dibukakan bunda. Dua ekor kumbang tanduk tergambar di buku itu. Namun Fatih masih tidak mengerti.
            “Ini mirip kumbang tanduk yang ada di rumah.” gumam Fatih.
            “Coba dibaca apa makanannya.” Fatih mengikuti intruksi bunda.
            “Pupus atau janur kelapa. Pantas saja tidak mau makan dedak atau daun mangga.”
            “Sekarang apa Fatih mau memeliharanya?”
            Fatih membalas tatapan ibunya, dalam. Ia mulai mengerti. Ibu tidak bohong. Kumbang tanduk itu adalah hama, hewan pengganggu pohon kelapa. Jadi ia tidak boleh memeliharanya.
            “Apa Fatih boleh membunuhnya, Bun?”
            “Jangan, biarkan kumbang itu hidup agar ekosistem tetap seimbang.”
            Fatih mengangguk pelan, tanda mengerti.
*
16-09-2014



Jumat, 07 Agustus 2015

Pernikahan yang Dirindukan


Pagi ini, ketika melewati salah satu jalan menuju tempat kerja, sebuah tenda berwarna putih berdiri tegak, memamerkan keanggunannya. Di depan tenda itu, sebuah sungai melintang, di depannya dua buah mobil anvanza berwarna silver berjajar rapi. 
Tyas ada di depan salah satu mobil itu. Ia sedang memandangi bingkai koin-koin dan lembar-lembar uang yang ditata apik serupa burung merak. Bingkai itu jauh-jauh hari ia pesan kepada seorang kawan. Dada Tyas serasa penuh. Gelisah yang sedari malam mengobrak-abrik tidurnya, masih ia rasakan pagi ini. Pagi ini, gelisah itu semakin memuncak. Dalam hati ia terus merapal satu kalimat yang akan mengubah dunianya. Sebuah akad. Iya, akad yang ia nantikan setelah dua puluh tujuh tahun.  
Ia membayangkan paras gadis yang selama dua tahun ini memenuhi pikirannya. Gadis yang kelak menjadi permaisuri dalam istananya. Nuha, alangkah bahagianya kita, gumamnya.

Aku (Naurah) tiba-tiba menjadi gamang. Ada tujuh orang yang pada bulan syawal ini melangsungkan akad. Akad yang juga kurindukan. Pertanyaan berduyun-duyun menyerbu pikiran dan perasaanku, "Kapan?" Aku hanya bisa berdoa, semoga disegerakan.

Sabtu, 13 Juni 2015

Lomba Penulisan Cerita Rakyat 2015 dari Kemdikbud

Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Lomba Penulisan Cerita Rakyat. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas bercerita di kalangan masyarakat dalam rangka melindungi kekayaan budaya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terdokumentasi cerita-cerita rakyat dan tertanam nilai-nilai budaya sehingga nilai-nilai tersebut teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Lomba dengan tema “Cerita Rakyat sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa”  berupa penulisan kembali cerita rakyat yang bersumber pada cerita rakyat Indonesia dengan versi penulis, baik dalam jenis mite, legenda, maupun dongeng. Lomba ini dibagi dalam dua kategori, yakni:

  1. Cerita rakyat untuk anak
  2. Cerita rakyat untuk umum


Ketentuan Umum:

  1. Naskah cerita merupakan penulisan kembali karya orisinal perorangan yang belum pernah dipublikasikan dan bersumber pada cerita rakyat Indonesia.
  2. Memfollow akun twitter @budayasaya dan fanspage FB kebudayaanindonesia
  3. Cerita rakyat yang ditulis kembali diharapkan diambil dari cerita rakyat yang selama ini belum banyak digali.
  4. Setiap peserta hanya dapat mengirimkan naskah 1(satu) judul.
  5. Panjang naskah terdiri atas 10.000–15.000 karakter (10–15 halaman) tanpa gambar/ilustrasi.
  6. Naskah diketik di atas kertas A4, Times New Roman 12, spasi 1,5, margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm, dan bawah 3 cm.
  7. Judul cerita bebas dan sesuai dengan inti cerita dan tema lomba. Cerita tidak mengandung SARA, pornografi, dan kekerasan.
  8. Pendaftaran lomba dimulai tanggal 10 Juni 2015 dan ditutup tanggal 20 Agustus 2015 (stempel pos/jasa Kurir)
  9. Naskah yang dilombakan menjadi milik Direktorat Internalisasi Nilai dan DiplomasiBudaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta hak cipta tetap pada pengarang.
  10. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  11. Naskah dan fotokopi KTP/Kartu Pelajar peserta dikirim dalam bentuk softcopy ke alamat email kekayaanbudaya@gmail.com atau hardcopy ke alamat: Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Kompleks Kemdikbud Gedung E Lantai 10. Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat. Telepon: (021) 5725047/5725564.

Alur Pendaftaran:
  1. Unduh formulir pendaftaran yang ada pada tautan  BIODATA PESERTA
  2. Isi formulirnya
  3. Mengunduh dan mengisi Lembar Pernyataan Orisinalitas Karya
  4. Kirimkan formulir bersama dengan karya melalui pos atau email
  5. Informasi selanjutnya terkait lomba dapat menghubungi hubungi Puji (082111846198).
  6. Latar Belakang Lomba Penulisan Cerita Rakyat Tahun 2015
  7. Publikasi Lomba Menulis Cerita Rakya

Hadiah Pemenang baik untuk kategori cerita rakyat untuk anak maupun cerita rakyat untuk umum yaitu:
  1. Juara I sebesar Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah),
  2. Juara II sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah),
  3. Juara III sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah),
  4. Harapan I sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah),
  5. Harapan II sebesar Rp. 7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah),
  6. Harapan III sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah),
  7. Enam hadiah hiburan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah).


Ketentuan Khusus:
  1. Pajak hadiah ditanggung pemenang
  2. Dua belas finalis dari dua kategori diundang ke Jakarta untuk wawancara
  3. Karya 12 terbaik akan diterbitkan dalam Katalog Pemenang Lomba.
  4. Tim Juri terdiri atas ahli dalam bidang tradisi lisan, akademisi, praktisi, media, dan bahasa.


Tahapan Kegiatan dan Jadwal

1.
Publikasi Lomba
Mei – Juni 2015
2.
Pengiriman Naskah
Juni – Agustus 2015
3.
Seleksi Teknis
Agustus 2015
4.
Penilaian Naskah
September 2015
5.
Wawancara Finalis
Oktober 2015
6.
Pengumuman Pemenang dan Penyerahan Hadiah
Oktober 2015


Sumber: kemdikbud.go.id

Jumat, 29 Mei 2015

ILUsis

"Kamu kenal Ubik? Ubik Candra." Naki bertanya kepada Mimo pada suatu malam yang dingin. Mereka berdua sedang menunggu racikan susu jahe di angkringan depan pegadaian. Tempat itu adalah tempat yang dikemudian hari menjadi tempat  rahasia antara Ubik, Naki, dan Mimo. 
"Oh, Ubik. Siapa? Seperti pernah mendengar nama itu. Teman SMP kita bukan?" 
Pak Darmo, penjual angkringan menyodorkan dua gelas wedang susu jahe. Aroma jahe menyeruak hidung. Naki mengambil gelas itu dan menyeruput isinya. Lidahnya yang terbiasa minum teh nasgitel (panas, legi, kentel) menolak rasa manis susu putih.
"Pak, tambahin air lagi. Ini terlalu manis." pekiknya.
"Ah, kau ni manis kaya gini bilang terlalu manis."
"Tak usah berkomentar seperti itu. Aku tahu kau juga merasakan hal yang sama." Naki membela diri.
Mimo terkekeh.
"Eh, siapa tadi, Ubik? Aku jadi ingat. Bukankah Ubik adalah cowok pemalu yang juga tidak menyukai wedang susu jahe yang terlalu manis."
"Yah. Kau benar. Ingatanmu cukup baik setelah kau piknik ke pantai." ledek Naki.
"Ha ha ha. Kau iri. Tapi kenapa tiba-tiba Kau bertanya tentang Ubik. Kalian bertemu?"
setelah percakapan itu mereka tidak pernah bertemu.

Kisi-Kisi Materi Ihsanul Amal : amalanku diterima Allah Nggak ya?

Berikut adalah kisi-kisi materi ittisholat maqsudah
Ihsanul Amal

Target
1. Memahami amalan dikatakan ihsan
2. Senantiasa melakukan amalan dengan ikhlas dan showab (benar)
3. Memiliki keinginan untuk mengkaji

Kisi-Kisi Penyampaian
  1. Prolog: Setiap manusia pasti senantiasa melakukan aktivitas dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Dan pasti setiap aktivitas tadi hukumnya dan pasti mengandung nilai pahala dan siksa atau tidak bernilai apa-apa. dan semua aktivitas yang kita lakukan pasti dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Jangan sampai amalan-amalan kita yang selama ini kita anggap sebagai amalan yang bagus, ternyata tidak bernilai apa-apa atau justru membawa siksa bagi kita. Sehingga kita perlu mengatahui amalan yang baik (ihsan ) disisi Allah SWT.
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan amalan yang dikatakan ihsan. Bahwasanya amal yang dikatakan ihsan kalau memenuhi dua syarat: ikhlas lillahita\ala dan showab (benar menurut syariat islam)
  3. Lalu berilah contoh perbuatan supaya disebut ihsanul amal

KARAKTERISTIK KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI

KARAKTERISTIK KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI
Berkenaan dengan kualitas guru, Raka Joni sebagaimana dikutip oleh Suyano dan Djihad Hisyam, [1] mengemukakan adanya tiga dimensi umum yang menjadi kompetensi tenaga kependidikan sebagai berikut:
1.      Kompetensi personal atau pribadi, atrinya seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap dan patut untuk diteladani.denagn demikian seorang guru mampu menjadi seorang pemimpin yang menjalankan peran: Ing Ngarso Sung Tulada Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani. Oleh karena itu guru harus mampu menata dirinya agar menjadi panutan kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja, lebih-lebih oleh guru pendidikan agama Islam yang menempatkan diri sebagai pembimbing rohani siswanya yang mengajarkan materi agama Islam, sehingga ada tanggung jawab yang penuh untuk menanamkan nilia-nilai akhlakul karimah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW merupakan suri tauladan bagi umatnya sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 21:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا. (اَلأَحْزَابْ: 21)

”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Qs. Al-Ahzab ayat 21([2]
2.      Kompetensi profesional, artinya seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, mendalam dari bidang studi yang diajarkannya, memilih dan menggunakan berbagai metode mengajar didalam proses belajar mengajar yang diselenggarakannya.
3.      Kompetensi kemasyarakatan, artinya seorang guru harus mampu berkomunikasi baik dengan siswa, sesama guru, maupun masyarakat luas. Seseorang guru bukan hanya bertugas disekolah saja, tetapi juga dirumah dan dimasyarakat. Dirumah guru sebagai orang tua adalah pendidik bagi putra-putrinya, dimasyarakat guru harus bisa bergaul dengan mereka, dengan cara saling membantu, tolong menolong,  sehingga ia tidak dijauhi oleh masyarakat sekitar, sebagaimana firman Allah Qs. Al-Maidah ayat 2.
…وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ. (اَلْمَائِدَةْ: 2)
……..Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-NYA.)Qs. Al-Maidah: 2).[3]
     Keberhasilan pengajaran yang dilakukan oleh guru PAI tergantung pada penguasaan terhadap kompetensi- kompetensi tersebut. Jika guru dapat mengelola kelas dengan baik peserta didik akan belajar dengan baik, akhlak yang mulia, akan menambah motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian seterusnya keberhasilan proses pengajaran PAI tergantung pada kemampuan penguasaan kompetensi guru PAI dan sebaliknya
Dalam menjalankan kewenangan profesionalnya, guru dituntut memiliki keanekaragaman kecakapan (competencies) yang bersifat psikologis, selanjutnya untuk mempermudah kita terhadap kompetensi guru tersebut.
Untuk  keberhasilan  dalam  mengemban  peran  sebagai  guru,  diperlukan adanya standar kompetensi. Berdasarkan   UU Sisdiknas No. 14 tentang guru dandosen  pasal  10,  menentukan  bahwa  kompetensi  guru  meliputi  kompetensipedagogik,  kompetensi  kepribadian,  kompetensi  profesional  dan  kompetensi sosial.
Kompetensi  profesional  merupakan  kemampuan  penguasaan  materi, pembelajaran  secara  luas  dan  mendalam  yang  memungkinkan  membimbing peserta  didik  memenuhi  standar  kompetensi  yang  ditetapkan  dalam  standar nasional  pendidikan.  Adapun  ruang  lingkup  kompetensi  profesional  sebagai berikut :[4]
1.      Mengerti  dan  dapat menerapkan  landasan  kependidikan  baik  filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya
2.      Mengerti  dan  dapat  menerapkan  teori  belajar  sesuai  taraf perkembangan peserta didik
3.      Mampu menangani  dan mengembangkan  bidang  studi  yang menjadi tanggung jawabnya
4.      Mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi
5.      Mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai  alat, media dan sumber belajar yang relevan
6.      Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran
7.      Mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik
8.      Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik
            Kompetensi guru, secara umum dapat diidentifikasi dan disarikan tentang ruang lingkup kompetensi profesional guru sebagai berikut:
1.      Mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya.
2.      Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik.
3.      Mampu menangani dan mengembankan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya.
4.      Mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.
5.      Mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media dan sumber belajar yang relevan.
6.      Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran.
7.      Mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik.
8.      Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik.

Sedangkan secara lebih khusus, kompetensi profesional guru dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.      Memahami Standar Nasional Pendidikanyang meliputi:
a.       Standar isi
b.      Standar proses
c.       Standar kompetensi kelulusan
d.      Standar pendidik dan tenaga kependidikan.
e.       Standar sarana dan prasarana
f.       Standar pengelolaan
g.      Standar pembiayaan
h.      Standar penilaian pendidikan
2.      Mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yaitu meliputi:
a.       Memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD)
b.      Mengembangkan silabus
c.       Menyusun rencana pelaksanaan pembelajara (RPP)
d.      Melaksanakan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik
e.       Menilai hasil belajar
f.       Menilai dan memperbaiki KTSP sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan perkembangan zaman
3.      Menguasai materi standar, yang meliputi:
a.       Menguasai bahan pembelajaran (bidang studi)
b.      Menguasai bahan pendalaman (pengayaan)
4.      Mengelola program pembelajaran, yang meliputi:
a.       Merumuskan tujuan
b.      Menjabarkan kompetensi dasar
c.       Memilih dan menggunakan metode pembelajaran
d.      Memilih dan menyusun prosedur pembelajaran
e.       Melaksanakan pembelajaran
5.      Mengelola kelas, yang meliputi:
a.       Mengatur tata ruang kelas untuk pembelajaran
b.      Menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif
6.      Menggunakan media dan sumber pembelajaran, yang meliputi:
a.       Memilih dan menggunakan media pembelajaran
b.      Membuat alat-alat pembelajaran
c.       Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka pembelajaran
d.      Mengembangkan laboratorium
e.       Menggunakan perpustakaan dalam pembelajaran
f.       Menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar
7.      Menguasai landasan-landasan kependidikan, yang meliputi:
a.       Landasan filosofis
b.      Landasan psikologis
c.       Landasan sosiologis
8.      Memahami dan melaksanakan pengembangan peserta didik, yang meliputi:
a.       memahami fungsi pengembangan peserta didik
b.      Menyelanggarakan ekstrakurikuler dalam rangka pengembangan peserta didik
c.       Menyelenggarakan bimbingan dan konseling dalam rangka pengembangan peserta didik
9.      Memahami dan menyelenggarakan administrasi sekolah, yang meliputi:
a.       Memahami penyelenggaraan administrasi sekolah
b.      Menyelenggarakan administrasi sekolah
10.  Memahami penelitian dalam pembelajaran, yang meliputi:
a.       Mengembangkan rancangan penelitian
b.      Melaksanakan penelitian
c.       Menggunakan hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
11.  Menampilkan keteladanan dan kepemimpinan dalam pembelajaran.
a.       Memberikan contoh perilaku keteladanan
b.      Mengembangkan sikap disiplin dalam pembelajaran
12.  Mengembangkan teori dan konsep dasar kependidikan
a.       Mengembangkan teori-teori kependidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik
b.      Mengembangkan konsep-konsep dasar kependidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik
13.  Memahami dan melaksanakan konsep pembelajaran individu, yang meliputi:
a.       Memahami strategi pembelajaran individual
b.      Melaksanakn pembelajaran individual[5]

BAB III
ANALISIS

KARAKTERISTIK KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI
Untuk  keberhasilan  dalam  mengemban  peran  sebagai  guru,  diperlukan adanya standar kompetensi. Berdasarkan   UU Sisdiknas No. 14 tentang guru dandosen  pasal  10,  menentukan  bahwa  kompetensi  guru  meliputi  kompetensipedagogik,  kompetensi  kepribadian,  kompetensi  profesional  dan  kompetensi sosial.
Kompetensi  profesional  merupakan  kemampuan  penguasaan  materi, pembelajaran  secara  luas  dan  mendalam  yang  memungkinkan  membimbing peserta  didik  memenuhi  standar  kompetensi  yang  ditetapkan  dalam  standar nasional  pendidikan.  Adapun  ruang  lingkup  kompetensi  profesional sebagaimana yang dikemukakan para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1.      Guru harus mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya.
2.      Guru harus mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik.
3.      Guru harus mampu menangani dan mengembankan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya.
4.      Guru harus mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.
5.      Guru harus mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media dan sumber belajar yang relevan.
6.      Guru harus mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran.
7.      Guru harus mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik.
8.      Guru harus mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik.







BAB IV
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

            Kompetensi  profesional  merupakan  kemampuan  penguasaan  materi, pembelajaran  secara  luas  dan  mendalam  yang  memungkinkan  membimbing peserta  didik  memenuhi  standar  kompetensi  yang  ditetapkan  dalam  standar nasional  pendidikan. Karakteristik kompetensi profesional guru adalah
1.      Pemahaman dalam menerapkan landasan kependidikan
2.      menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik.
3.      mengembankan bidang studi
4.      menerapkan metode pembelajaran
5.      mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media dan sumber belajar yang relevan.
6.      mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran.
7.      melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik
8.      menumbuhkan kepribadian peserta didik

B.     SARAN
            Hendaknya sebagai guru selalu mengembangkan kompetensi profesional karena hal tersebut adalah tuntutan profesinya.

C.    KATA PENUTUP
            Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
            Penyusun banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penyusun demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penyusun pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Eddy, Mungin Wibowo. (2001). Paradigma Bimbingan dan Konseling. Semarang: DEPDIKNAS.
Mulyasa, E. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung; Remaja Rosdakarya.
Suyanto, Hisyam, Djihad. (2000). Refleksi Dan Reformasi Pendidikan Di Indinesia Memasuki Milenium 111. Jogjakarta. Adicita Karya Nusahlm.
Syah, Muhibin. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.



                [1] Suyanto dan Djihad Hisyam, Refleksi Dan Reformasi Pendidikan Di Indinesia Memasuki Milenium 111,  (Jogjakarta; Adicita Karya Nusa, 2000), hlm.  29
                [2] Ibid, hlm, 30.
                [3] Ibid, hlm 31.
   [4] Mulyasa, hlm.  135-136.
                [5] http://matoibra.blogspot.com/2011/05/meningkatkatkan-kompetensi-profesional.html. Diakses tanggal 3 Juni 2014, pukul 20.00.