Senin, 07 September 2015

Kumpulan Alamat Epaper Koran

Buat teman-teman yang ingin membaca koran minggu untuk melihat tulisannya dimuat atau tidak tetapi lagi bokek, bisa melihat epapernya aja. Di bawah ini beberapa koran yang menyediakan epaper.




1.  Epaper kedaulatan rakyat 

--) Untuk bisa membuka epapernya teman-teman harus mempunyai akun terlebih dahulu. pembuatan akunnya cukup mudah jadi jangan sungkan untuk membuatnya. :)









2. Suara Merdeka

--) Sama seperti epaper Kedaulatan Rakyat untuk bisa membuka epapernya teman-teman harus mempunyai akun terlebih dahulu.







3. Pikiran Rakyat

--) Sama seperti epaper Kedaulatan Rakyat untuk bisa membuka epapernya teman-teman harus mempunyai akun terlebih dahulu.







4. Banjarmasin Post 

--) bisa langsung membaca epapernya tanpa login. :)

5. Jawa Pos




Kamis, 03 September 2015

Cerpen Anak tentang Petualangan (Serdadu Kecebong)


Bukan Salah Kecebong

            Puluhan ekor kecebong berputar-putar lincah mencari tempat perlindungan dari kejaran sebuah gayung terbuat dari cup bekas agar-agar yang diberi pegangan lidi. Beberapa kecebong berhasil bersembunyi di balik daun-daun akasia yang jatuh ke sawah. Beberapa yang lain bersembunyi di sela-sela batang padi yang mulai menghijau. Gerakan yang membabi buta gayung dari cup bekas agar-agar membuat air sawah mengeruh. Puluhan kecebong bisa bernapas lega. Namun tidak bagi Uling. Ia mulai bosan bersaing menangkap kecebong. Uling mengalihkan pandangannya ke arah plastik berisi air di bawah pohon akasia. Dua ekor kecebong berenang di dalamnya.
            “Dapat lagi!” Seorang anak berteriak sambil memamerkan seekor kecebong di gayungnya.
            Uling menoleh ke arah datangnya suara. “Dapat berapa Fen?” tanyanya kemudian.
            “Tujuh ekor. Hore aku menang lagi.” jawab Fendi, girang.
            “Aku kalah karena energiku sudah dikuras saat pelajaran matematika tadi.” Uling membela diri.
            “Kalah tetap aja kalah!”
            Dua anak seumuran Uling dan Fendi datang membawa beberapa makroni dan es lilin.
            “Sudah ributnya! Nih jajananmu.” Ave memberikan satu es lilin dan makroni ke Uling dan Fendi. Uling dan Fendi mencuci tangannya di air sawah kemudian menerima makroni.
            “Menik mana?” tanya Uling. Biasanya Menik akan memarahi mereka kalau mereka mencuci tangan dengan air sawah.
            “Tadi ke perpustakaan, jin profesor di tubuhnya lagi bangun. Kita harus siap-siap kapas untuk menyumpal telinga. Jadi kalau anak itu nyerocos semua yang sudah dibacanya kita tidak perlu ambil pusing.” jawab Tofik.
            “Gue setuju bingits.” imbuh Ave seraya memonyongkan bibirnya menyerupai salah satu artis yang ada di televisi.
            “Jahat banget. Menik kan teman kita. Berkat dia, kita tambah pintar.” Uling membela Menik.
            “Okelah, ayo kita lanjutkan berburu kecebong!” Lerai Fendi. “Ave dan Tofik boleh ikut, tapi jangan menangis kalau kalah. He... he....”
*
            SD Negeri III Brosot terletak di dusun Pulo Brosot Galur Kulon Progo. Sebuah sekolah pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kendaraan bermotor. Depan dan samping kanan sekolah adalah area persawahan yang menghijau. Sebuah jalan beraspal membelah area persawahan, jalan satu-satunya menuju sekolah. Satu hal yang membuat SD Negeri III Brosot menjadi sekolah yang unik adalah ada satu petak sawah di dalam area sekolah yang sejak berdiri sampai saat ini masih dipertahankan. Konon, Alasan mengapa sawah itu masih dipertahankan karena pemilik sawah itu tidak mau menjual kepada pihak sekolah. Di SD Negeri III Brosot inilah Fendi, Uling, Menik, Tofik dan Ave bersekolah dan bermain. Salah satu tempat favorit mereka bermain ketika jam istirahat adalah sepetak sawah itu.
            Keisengan mereka berburu kecebong di sawah membuat mereka di juluki serdadu kecebong. Ke empat anak itu biasa saja menanggapi julukan mereka. Lain dengan Menik yang kerap marah ketika di panggil serdadu kecebong. Alasannya cukup masuk akal. Gadis manis nan sholehah seperti ia tidak pantas disebut kecebong. Kalau Menik meng-iya-kan berarti ia sama saja mengaminkan kalau ia adalah kecebong. Menik selalu ingat kata pak ustadz kalau perkataan itu ibarat doa, jadi sampai detik ini ia masih memegang teguh kata-kata pak ustadz.
  Bersambung

Rabu, 19 Agustus 2015

Binatang Baru (Cernak)

"Bunda! Bunda! Aku menemukan binatang!” teriak Fatih di halaman rumahnya. Ia ingin segera memberitahukan kegembiraannya kepada bunda.
            Fatih menemukan binatang itu terjatuh dari pohon. Fatih baru pertama kali melihat binatang itu. Binatang itu berwarna hitam mengkilat dan memiliki tanduk di kepalanya. Ketika Fatih ingin mengambil binatang itu dengan tangannya, ia berdesis. Sehingga Fatih mengambil ranting pohon dan berusaha menghalau binatang itu agar masuk ke dalam cup gelas bekas air mineral.
            Ia ingin segera memberitahukan kegembiraannya kepada bunda. Hanya saja, Fatih ingat kalau hari ini bunda sedang mengajar les privat. Ia urung menemui bundanya. Ia tidak ingin menganggu bundanya. Ia sudah berjanji kepada bunda kalau ia akan bermain di luar rumah selama bunda mengajar. Namun kali ini Fatih sangat penasaran dengan binatang itu.
            Dengan takut-takut, Fatih memberanikan diri masuk ke ruang tamu dan memperlihatkan seekor binatang kepada bundanya.
            “Bunda, ini binatang apa?” tanyanya kemudian.
            Bunda memperhatikan binatang tersebut. Dengan lembut bunda menegur Fatih.
            “Fatih, disimpan dulu binatangnya. Nanti kita bicarakan. Ingat janji Fatih kan?”
            “Tapi Fatih belum pernah melihat binatang ini sebelumnya.”
            “Iya, bunda tahu, nanti kita bahas.”
            “Kalau begitu, nanti Fatih taruh di kamar ya. Ini binatang baru.”
            “Iya itu binatang baru, hanya bagi Fatih. Sekarang lebih baik Fatih beri makan.”
            “Makanannya apa Bunda?”
            “Fatih ....” ucap bunda lembut penuh ketegasan. Ibu mencoba membuat Fatih berhenti bertanya dan menepati janji. Nyali Fatih menciut. Ia berlari ke halaman sambil bersorak       “Binatang baru! Binatang baru!”
*
            Fatih mengambil beberapa daun pohon mangga, pohon binatang baru itu terjatuh. Lalu memasukkan dedaunan itu ke cup gelas. Binatang itu berdesis kembali.
            “Fatih sedang apa?” Tegar datang dengan menaiki sepeda mininya. “ Ayok, sepedaan!”
Fatih urung menyambut ajakan Tegar.
            “Aku sedang menjaga binatang baru. Kata bunda aku harus memberinya makan supaya aku bisa memeliharanya.”
Tegar mendekati Fatih. Penasaran dengan binatang baru.
            “Oh, itu namanya kumbang tanduk alias wawung. Bukan binatang baru.”
            “Kumbangnya tidak mau makan. Malah berisik terus.”
            “Diberi dedak aja, ayamku di rumah kuberi makan dedak.” Tanpa menunggu persetujuan Fatih, Tegar menyambar sepedanya dan pulang untuk mengambil dedak. Beberapa menit kemudian ia sudah berada di samping Fatih dan memberikan dedak yang diberi sedikit air kepada Fatih. Fatih memasukkan sedikit dedak ke cup gelas.
            “Kumbangnya sedang puasa kali, Tih!”
*
            “Kenapa bunda berbohong? Padahal Fatih sudah menepati janji tidak mengganggu bunda saat mengajar.” ucap Fatih, merajuk.
            “Tapi bunda tidak berjanji kita akan memeliharanya. Bunda hanya meminta Fatih memberinya makan.”
            “Sama saja, itu artinya bunda setuju.” Fatih mulai terisak.
            “Tadi Fatih sudah memberi kumbang tanduk ini makan?”
            Fatih menyeka air matanya sambil mengangguk.
            “Kumbang tanduknya tidak mau makan daun dan dedak. Kata Tegar, kumbangnya sedang puasa.” jawab tegar sambil terbata.
            “Fatih yakin kumbangnya tidak mau makan karena puasa?”
            “Atau kumbangnya sakit, bunda?”
            “Yakin ....?” selidik bunda.
            “Bunda, jangan bermain teka-teki. Fatih benar-benar ingin tahu.”
            “Kalau begitu sekarang Fatih mandi dan bunda akan ajak Fatih mencari jawabannya.”
            “Kumbangnya dibawa ya.”
            Bunda menatap Fatih dengan sudut matamya. Raut muka bunda menunjukkan kalau bunda tidak menyetujui permintaan Fatih.
*
            “Bunda, lagi-lagi berbohong. Katanya mau memberi tahu jawabannya. Tapi malah membawa Fatih ke sini. Tidak ada kumbang di toko buku.” protes Fatih.
            “Siapa bilang? Justru Fatih akan menemukan jawabannya di sini.” ucap bunda singkat.
            Bunda mengajak berkeliling. Fatih malas-malasan membuntuti bunda. Hari ini sudah dua kali bunda berbohong kepadanya. Pikiran Fatih melayang ke kumbang di rumah.
            “Nah ketemu. Ini untuk Fatih.”
            Fatih membaca halaman yang sudah dibukakan bunda. Dua ekor kumbang tanduk tergambar di buku itu. Namun Fatih masih tidak mengerti.
            “Ini mirip kumbang tanduk yang ada di rumah.” gumam Fatih.
            “Coba dibaca apa makanannya.” Fatih mengikuti intruksi bunda.
            “Pupus atau janur kelapa. Pantas saja tidak mau makan dedak atau daun mangga.”
            “Sekarang apa Fatih mau memeliharanya?”
            Fatih membalas tatapan ibunya, dalam. Ia mulai mengerti. Ibu tidak bohong. Kumbang tanduk itu adalah hama, hewan pengganggu pohon kelapa. Jadi ia tidak boleh memeliharanya.
            “Apa Fatih boleh membunuhnya, Bun?”
            “Jangan, biarkan kumbang itu hidup agar ekosistem tetap seimbang.”
            Fatih mengangguk pelan, tanda mengerti.
*
16-09-2014



Jumat, 07 Agustus 2015

Pernikahan yang Dirindukan


Pagi ini, ketika melewati salah satu jalan menuju tempat kerja, sebuah tenda berwarna putih berdiri tegak, memamerkan keanggunannya. Di depan tenda itu, sebuah sungai melintang, di depannya dua buah mobil anvanza berwarna silver berjajar rapi. 
Tyas ada di depan salah satu mobil itu. Ia sedang memandangi bingkai koin-koin dan lembar-lembar uang yang ditata apik serupa burung merak. Bingkai itu jauh-jauh hari ia pesan kepada seorang kawan. Dada Tyas serasa penuh. Gelisah yang sedari malam mengobrak-abrik tidurnya, masih ia rasakan pagi ini. Pagi ini, gelisah itu semakin memuncak. Dalam hati ia terus merapal satu kalimat yang akan mengubah dunianya. Sebuah akad. Iya, akad yang ia nantikan setelah dua puluh tujuh tahun.  
Ia membayangkan paras gadis yang selama dua tahun ini memenuhi pikirannya. Gadis yang kelak menjadi permaisuri dalam istananya. Nuha, alangkah bahagianya kita, gumamnya.

Aku (Naurah) tiba-tiba menjadi gamang. Ada tujuh orang yang pada bulan syawal ini melangsungkan akad. Akad yang juga kurindukan. Pertanyaan berduyun-duyun menyerbu pikiran dan perasaanku, "Kapan?" Aku hanya bisa berdoa, semoga disegerakan.

Sabtu, 13 Juni 2015

Lomba Penulisan Cerita Rakyat 2015 dari Kemdikbud

Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Lomba Penulisan Cerita Rakyat. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas bercerita di kalangan masyarakat dalam rangka melindungi kekayaan budaya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terdokumentasi cerita-cerita rakyat dan tertanam nilai-nilai budaya sehingga nilai-nilai tersebut teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Lomba dengan tema “Cerita Rakyat sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa”  berupa penulisan kembali cerita rakyat yang bersumber pada cerita rakyat Indonesia dengan versi penulis, baik dalam jenis mite, legenda, maupun dongeng. Lomba ini dibagi dalam dua kategori, yakni:

  1. Cerita rakyat untuk anak
  2. Cerita rakyat untuk umum


Ketentuan Umum:

  1. Naskah cerita merupakan penulisan kembali karya orisinal perorangan yang belum pernah dipublikasikan dan bersumber pada cerita rakyat Indonesia.
  2. Memfollow akun twitter @budayasaya dan fanspage FB kebudayaanindonesia
  3. Cerita rakyat yang ditulis kembali diharapkan diambil dari cerita rakyat yang selama ini belum banyak digali.
  4. Setiap peserta hanya dapat mengirimkan naskah 1(satu) judul.
  5. Panjang naskah terdiri atas 10.000–15.000 karakter (10–15 halaman) tanpa gambar/ilustrasi.
  6. Naskah diketik di atas kertas A4, Times New Roman 12, spasi 1,5, margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm, dan bawah 3 cm.
  7. Judul cerita bebas dan sesuai dengan inti cerita dan tema lomba. Cerita tidak mengandung SARA, pornografi, dan kekerasan.
  8. Pendaftaran lomba dimulai tanggal 10 Juni 2015 dan ditutup tanggal 20 Agustus 2015 (stempel pos/jasa Kurir)
  9. Naskah yang dilombakan menjadi milik Direktorat Internalisasi Nilai dan DiplomasiBudaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta hak cipta tetap pada pengarang.
  10. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  11. Naskah dan fotokopi KTP/Kartu Pelajar peserta dikirim dalam bentuk softcopy ke alamat email kekayaanbudaya@gmail.com atau hardcopy ke alamat: Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Kompleks Kemdikbud Gedung E Lantai 10. Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat. Telepon: (021) 5725047/5725564.

Alur Pendaftaran:
  1. Unduh formulir pendaftaran yang ada pada tautan  BIODATA PESERTA
  2. Isi formulirnya
  3. Mengunduh dan mengisi Lembar Pernyataan Orisinalitas Karya
  4. Kirimkan formulir bersama dengan karya melalui pos atau email
  5. Informasi selanjutnya terkait lomba dapat menghubungi hubungi Puji (082111846198).
  6. Latar Belakang Lomba Penulisan Cerita Rakyat Tahun 2015
  7. Publikasi Lomba Menulis Cerita Rakya

Hadiah Pemenang baik untuk kategori cerita rakyat untuk anak maupun cerita rakyat untuk umum yaitu:
  1. Juara I sebesar Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah),
  2. Juara II sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah),
  3. Juara III sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah),
  4. Harapan I sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah),
  5. Harapan II sebesar Rp. 7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah),
  6. Harapan III sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah),
  7. Enam hadiah hiburan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah).


Ketentuan Khusus:
  1. Pajak hadiah ditanggung pemenang
  2. Dua belas finalis dari dua kategori diundang ke Jakarta untuk wawancara
  3. Karya 12 terbaik akan diterbitkan dalam Katalog Pemenang Lomba.
  4. Tim Juri terdiri atas ahli dalam bidang tradisi lisan, akademisi, praktisi, media, dan bahasa.


Tahapan Kegiatan dan Jadwal

1.
Publikasi Lomba
Mei – Juni 2015
2.
Pengiriman Naskah
Juni – Agustus 2015
3.
Seleksi Teknis
Agustus 2015
4.
Penilaian Naskah
September 2015
5.
Wawancara Finalis
Oktober 2015
6.
Pengumuman Pemenang dan Penyerahan Hadiah
Oktober 2015


Sumber: kemdikbud.go.id

Jumat, 29 Mei 2015

ILUsis

"Kamu kenal Ubik? Ubik Candra." Naki bertanya kepada Mimo pada suatu malam yang dingin. Mereka berdua sedang menunggu racikan susu jahe di angkringan depan pegadaian. Tempat itu adalah tempat yang dikemudian hari menjadi tempat  rahasia antara Ubik, Naki, dan Mimo. 
"Oh, Ubik. Siapa? Seperti pernah mendengar nama itu. Teman SMP kita bukan?" 
Pak Darmo, penjual angkringan menyodorkan dua gelas wedang susu jahe. Aroma jahe menyeruak hidung. Naki mengambil gelas itu dan menyeruput isinya. Lidahnya yang terbiasa minum teh nasgitel (panas, legi, kentel) menolak rasa manis susu putih.
"Pak, tambahin air lagi. Ini terlalu manis." pekiknya.
"Ah, kau ni manis kaya gini bilang terlalu manis."
"Tak usah berkomentar seperti itu. Aku tahu kau juga merasakan hal yang sama." Naki membela diri.
Mimo terkekeh.
"Eh, siapa tadi, Ubik? Aku jadi ingat. Bukankah Ubik adalah cowok pemalu yang juga tidak menyukai wedang susu jahe yang terlalu manis."
"Yah. Kau benar. Ingatanmu cukup baik setelah kau piknik ke pantai." ledek Naki.
"Ha ha ha. Kau iri. Tapi kenapa tiba-tiba Kau bertanya tentang Ubik. Kalian bertemu?"
setelah percakapan itu mereka tidak pernah bertemu.

Kisi-Kisi Materi Ihsanul Amal : amalanku diterima Allah Nggak ya?

Berikut adalah kisi-kisi materi ittisholat maqsudah
Ihsanul Amal

Target
1. Memahami amalan dikatakan ihsan
2. Senantiasa melakukan amalan dengan ikhlas dan showab (benar)
3. Memiliki keinginan untuk mengkaji

Kisi-Kisi Penyampaian
  1. Prolog: Setiap manusia pasti senantiasa melakukan aktivitas dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Dan pasti setiap aktivitas tadi hukumnya dan pasti mengandung nilai pahala dan siksa atau tidak bernilai apa-apa. dan semua aktivitas yang kita lakukan pasti dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Jangan sampai amalan-amalan kita yang selama ini kita anggap sebagai amalan yang bagus, ternyata tidak bernilai apa-apa atau justru membawa siksa bagi kita. Sehingga kita perlu mengatahui amalan yang baik (ihsan ) disisi Allah SWT.
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan amalan yang dikatakan ihsan. Bahwasanya amal yang dikatakan ihsan kalau memenuhi dua syarat: ikhlas lillahita\ala dan showab (benar menurut syariat islam)
  3. Lalu berilah contoh perbuatan supaya disebut ihsanul amal