Senin, 05 Oktober 2015

MEMOAR PROGO (Sebuah Cerpen)

Dan jika kau atau aku adalah bumi maka ia akan teratur berotasi. Berevolusi mengelilingi matahari, beredar sesuai garis edar. Serupa kita, bumi dan matahari. Kadang akulah bumi dan kau matahari. Kadang kaulah matahari dan akulah bumi.

Sungai Progo[1], kita pernah menyebutnya sebagai dunia kecil kita. Dunia bagi matahari dan bumi berekreasi. Kurasa kita pernah sedikit naif kala itu. Masih lekat dalam ingatanku, waktu itu musim kemarau. Aliran sungai Progo tak begitu deras, kau bermain-main air. Kau melepaskan sandalmu. Kakimu yang mungil menapak lincah di bebatuan yang legam. Lalu kau menyuruhku untuk melepas sandalku dan mengajakku turut serta.
“Tidak, aku di sini saja, bagaimana kalau ada cacing?” jawabku.
“Kamu yakin, tapi ini airnya sangat menyejukkan kakiku, bahkan sejuknya menjalar sampai ke hatiku. Apa kamu tak lihat wajahku berubah menjadi cerah saat pertama kali menginjakkan kaki di air ini?” Rayumu sambil memamerkan senyum yang selalu kau paksakan terlihat  indah. Aku hanya membalas tersenyum.
“Hey, lihat ada ikan kecil-kecil dengan noda di kepalanya. Wah ekornya juga menawan. Indah sekali.” Katamu kemudian. Sumpah, aku tidak bisa berdiam diri. Sebagai seorang pengagum sesuatu  yang unik tentu kesempatan melihat ikan unik sangat tak bisa aku lewatkan. Aku pun menghambur menghampirimu. Kakiku bersentuhan dengan air. Benar. Airnya menyegarkan kakiku. Aku serasa menjelma putri gurun yang menemukan air. Akhirnya kita pun berbincang tentang kekaguman akan ikan kecil bernoda di kepala. Menyatu dengan alam dalam dunia kecil yang kita buat.
Masih di dunia kecil kita, Kali Progo. Kali itu kau mengajakku memancing. Betapa senangnya aku. Tapi aku sangat tidak senang jika harus menaruh umpan cacing di pancing. Tak tega melihat kesakitan yang menimpa si cacing. Dengan cekatan kau membantuku. Kita menunggu cukup lama, namun ikannya belum juga menyangkut di kail kita.
“Sabar, ya begini memancing. Melatih kesabaran.” Ujarmu kemudian melihat aku sudah mulai bosan. Namun tiba-tiba pancingku bergerak. Akhirnya aku dapat ikan. Kala itu aku sangat-sangat bahagia. Kau juga. Sungguh. Memancing rupanya menyenangkan. Ya, inilah dunia kecil kita. Dunia bagi matahari dan bumi.
Masih di dunia kecil kita. Matahari berada di barat, lembayung senja sudah mulai tampak. Aku di sini, di antara angin dan rimbunnya hijau ilalang menanti ikan menyambar umpan yang kupasang. Mencoba mengulang kegembiraan beberapa tahun silam. Tapi di sini hanya aku. Tidak ada kita. Tidak matahari, tidak juga bumi.
Dulu dalam dunia kecil kita, seolah-olah aku mengenalmu lebih dari mengenal diriku. Tapi tidak rupanya aku salah. Salah besar.
Aku mengkerut dalam belenggu yang kau buat. Dalam sebuah dimensi dimana kau selalu ingin menjadi matahari dan aku bumi. Kau selalu matahari dan aku selalu bumi. Maka hari itu aku ingin memiliki sayap seperti sayap bidadari meninggalkan diri yang selalu sebagai bumi. Aku ingin ke sebuah dunia. Bukan dunia yang pernah kita buat beberapa waktu silam. Bukan. Sebuah dunia  yang tak mengerti bahasaku. Kau tahu kenapa? aku tak mau kau apalagi mereka merespon setiap hal yang kulakukan. Sungguh aku ingin menyendiri. Yah, aku ingin menyendiri.
***
Kuangkat kepalaku, mataku tertuju pada sebuah jembatan yang kokoh berdiri. Lalu kualihkan pada jembatan berukuran  kecil yang di sebelahnya. Itu adalah jembatan Progo lama. Dua tiang penyangganya hampir ambles akibat arus sungai yang deras. Pantas saja, jembatan itu adalah jembatan peninggalan Belanda. Sekarang sudah tidak digunakan lagi. Ada untungnya juga ambles karena kemudian di bangun jembatan yang baru, yang jauh lebih besar tentunya.
Di samping itu ketika ramadhan datang, kesanalah tempat favorit kita. Sehabis subuh kita akan jalan-jalan ke sana. Tidak hanya kita. Ada banyak anak muda seperti kita yang juga jalan-jalan di sana. Biasanya, ada beberapa anak jail yang sengaja menyalakan petasan akibatnya kita sering teriak-teriak tidak jelas. Tapi dari situlah ke asyikan yang  tak  bisa di beli dengan apapun.
Kadang kita bermain seluncuran di anak tangga waduk yang ada di bawah jembatan. Kita menyebutnya dam-daman. Sungguh sangat mengasyikan tempat itu. Sebuah tempat yang tak terlupakan. Namun siapa sangka di tempat itu pulalah kau pertama kalinya berucap bahwa aku introvert. Darimana kau dapat kata-kata itu? Kau sama sekali tak menjawab. Dan malah berbalik bertanya apakah aku satu-satunya temanmu? Pertanyaan macam apa itu? Harusnya kau mengenal aku?
Sejak saat itu kau jadi sering bilang bahwa aku itu introvert. Apakah kau sadar perkataanmu itu telah memasuki dimensi otak bawah sadarku. Lalu secara tidak langsung akupun sering melabelkan kata-kata itu dibenakku. Aku introvert. Lalu, apa kau mau bertanggung jawab dengan ulahmu. Aku yakin kau akan lepas tangan dari semua ini.
Dan lagi, suatu ketika di hari yang tak kuduga, kau berucap bahwa aku sama sekali tak punya empati pada orang lain. Bahkan kau menyuruhku untuk menumbuhkan empati itu. Lagi-lagi kau memberikan aku lebel yang kubenci dan tak pernah kulakukan. Sungguh aku masih memiliki rasa empati. Kau saja yang tak meyadarinya. Kau salah lagi kali ini. Introvert bukan berarti tak punya empati. Keintrovertan yang kau sematkan padaku mungkin menjelma sebuah pembuktian empati yang jauh berbeda dengan caramu, dan semua itu seperti telah ada dalam tubuhku.
Kau mulai selalu ingin menjadi matahari, lantas aku menjadi bumi, beredar mengitarimu seperti yang kau mau.
***

Benar sekali. Aku akan selalu menyalahkanmu atas setiap perubahan dalam diriku yang semua itu berasal dari setiap perkataanmu yang seolah ia adalah sebuah wejangan tapi nyatanya ia adalah pe-lebel-an negative meskipun itu tak pernah kau sadari sedikitpun.
Namun, entah kenapa aku sama sekali tak ingin membencimu. Sebaliknya aku ingin mencintaimu seperti aku mencintai adikku. Sungguh aku ingin melakukannya, sekarang, nanti dan bahkan kelak. Kemudian ketika aku mencintaimu, biarkanlah aku mencintaimu dengan cara-caraku. Please, kali ini jangan kau minta aku mencintaimu seperti cara kau mencintai. Aku yakin ini tak akan berhasil. Untuk masalah ini biarkan aku menjadi diriku, dengan label yang kusematkan sendiri. Bukan darimu.
***
Aku masih sangat hafal aroma parfummu. Tidak, ini sama sekali bukan aroma parfummu. Lalu ini aroma parfum milik siapa? Ku dengar akhir-akhir ini kau sering sekali bertemu dengan Sri. Kalian sering jalan bersama, dan makan bersama. Apa karena itu, aroma parfummu menjadi seperti aroma parfum milik Sri. Tapi aku sama sekali belum pernah bertemu dengan Sri, jadi aku belum bisa membuktikan aroma parfummu seperti aroma parfum Sri. Kenapa aku menjadi membahas aroma parfummu? Sama sekali tak penting. Hanya saja aku tak mau kau kali ini menyuruhku mengganti aroma parfumku seperti aroma parfummu. Tidak. Jelas aku tidak mau. Apakah kamu mau tahu kenapa? Bukan karena aku tak menyukai aromanya. Itu semua karena aku belum benar-benar bisa mencintaimu. Sama sekali belum.
***
Di pagi bermendung kau mengirimiku sms. Kau bilang kalau hari ini kau akan mengajakku jalan-jalan. Dahiku mengeryit. Aku tercekat. Aku tak percaya, kau mengajakku. Kenapa mesti aku? Kenapa tidak Sri. Apakah kau sudah bosan dengan Sri? Lalu kau membuangnya begitu saja. Tega sekali kau. Habis manis sepah dibuang. Apakah kau juga akan memperlakukan itu padaku kelak, ketika aku benar-benar bisa mencintaimu. Hah, tapi itu mustahil aku mencintaimu. Sekalipun mustahil tapi jujur aku sangat ingin.
Smsmu belum juga kubalas. Sengaja. Aku ingin kau benar-benar menunggu balasan dariku. Seperti aku yang selalu menunggu balasan sms darimu hingga berjam-jam dan bahkan lebih sering tak kau balas. Aku ingin kau juga merasakan kejengkelan yang sama seperti yang aku rasakan.
Aku jadi teringat beberapa waktu yang lalu ketika aku lupa tak membalas smsmu. Akhirnya kau sms semua keluargaku agar aku membalas smsmu. Apa-apaan ini? Sungguh menyebalkan.
Kali ini apakah kau juga akan melakukan hal yang sama seperti waktu itu. Aku benar-benar tidak mengerti dengan tingkahmu. Kadang kau seperti candu yang meracuni otakku. Tapi kadang kau seperti madu.
Ku bayangkan saat ini kau sedang manyun menunggu balasan smsku. Coba aku saat ini ada didekatmu, ekspresi wajahmu pasti lucu. Haha.



[1] Kali Progo adalah salah satu sungai yang ada di Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Sungai ini memisahkan antara kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul.

Ringkasan/Resume Buku Filsafat Pendidikan Prof, Dr, H, Jalaluddin & Dr. Abdullah Idi, M. Ed Part 4

BAB 5 HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN

A.      Pengantar
-          Filsafat sering dikonotasikan sebagai sesuatu yang bersifat prinsip yang dikaitkan dengan pandangan hidup yang mengandung nilai-nilai dasar.
-          Berbicara mengenai ilmu maka tidak bisa lepasdari pendidikan yang mana meyakini tentang eksistensi pendidikan yang sifatnya umum sampai kepada yang khusus, makin hari diperkuat dengan perkembangan metode pengukuran dan cara analisis yang dapat menghasilkann data yang dipercaya.
-          Hubungan filsafat dan ilmu pendidikan = bahwa filsafat adalah teori umum pendidikan landasan utama dari semua teori pendidikan.
B.      TEORI KEBENARAN MENURUT PANDNAGAN FILSAFAT DALAM BIDANG ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI
1.       ONTOLOGI
Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang realitas. Realita mengenai kenyataan, yang selanjutnya menjurus pada hakikat kebenaran. Realitas ontologi ini melahirkan pertanyaan-pertanyaan, 
o   apakah sesungguhnya hakikat realitas yang ada ini?
o   apakah realitas yang nampak ini hanyalah materi saja?
o   Apakah realitas ini hanya satu unsur saja, dualisme atau prularisme?
Untuk mengetahui realitas semesta didalam ruang lingkup ontologi yang jelas maka dibedakan antara metafisika dan kosmologi
a.       Ontologi à secara epistemologi berarti di balik atau dibelakang fisika maka yang diselidiki adalah hakikat realita menjangkau sesuatu di balik realita karena metafisika ingin mengerti sedalam-dalamnya.
b.      Kosmologi tentang realita à kosmos yaitu keseluruhan sistem alam semesta dan keosmologi terbatas pada realita yang lebih nyata dalam arti alam fisika yang material yang memperkaya kepribadian manusia di dunia tidaklah di alam raya  dan sisinya. Dalam arti bahwa sebagai pengalaman sehari-hari akan tetapi sesuatu yang luas, realita fisi spiritual yangtetap dinamis.
Di dalam pendidikan, pandangan ontologi secara praktis menjadi masalah utama karena anak bergaul dengan lingkungannya. Sehingga anak perlu dibimbing kepada pengertian untuk memahami realita dunia nyata dan membina kesadaran tentang kebenaran yang berpangkal pada realita yang ada.
2.       EPISTEMOLOGI
o   Epistemologi adalah nama lain dari logika material atau logika mayor yang membahas dari isi pikiran manusia yakni pengetahuan.
o    epistemologi memberikan kepercayaan dan jaminan bagi guru bahwa ia memberikan kebenaran kepada murid-murid.
o   Epistemologi adalah pengetahuan bagaimana kita mengetahui benda-benda.

3.       AKSIOLOGI
Aksiologi adalah suatu bidang yang meyelidiki nilai-nilai(value) yaitu moral, ekspresi keindahan, dan kehidupan sosial politik.

C.      PANDANGAN FILSAFAT TENTANG HAKUKAT MANUSIA
Antropologi filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat manusia.
a.       Aliran serba zat
Bahwa yang sungguh-sungguh ada itu hanyalah materi/zat. Alam ini adalah materi dan manusia adlah unsur alam, maka dari itu manusia dalah zat atau materi.
b.      Aliran serba ruh
Bahwa swgala hakikat sesuatu yang ada di dunia adalah ruh, hakikat manusia adalah ruh, adapun zat itu adlah manifestasi dari ruh di atas dunia ini.
o   Dasar pikiran bahwa ruh itu lebih berharga, lebih tinggi dari materi.
o   Ruh adalah hakikat dan badan adalah penjelmaan atau bayangan
c.       Aliran dualisme
Bahwa manusia itu terdiri dari 2 substansi yaitu jasmani dan rohani. Keduanya merupakan unsur asal, yang adanya tidak tergantung satu sama lain. antara badan dab ruh terjadi sebab akibat yang keduanya saling mempengaruhi.
d.      Aliran eksistensialisme
o   Hakikat manusia adalah apa yang menguasai manusia secara menyeluruh. Manusia tidak dipandang sebagai zat tapi dari segi eksistensi manusia itu sendiri di dunia.
o   Pandangan islam bahwa manusia terdiri dari substansi materi dari bumi dan ruh yang berasal dari Allah maka hakikat pada manusia adalah ruh sedang jasadnya hanyalah alat yang dipergunakan oleh ruh saja. Tanpa kedua substansi tersebut tidak disebut manusia.
o   Menurut antropologi metafisika hakikat manusia adalah integrasi antara wataknya sebagi makhluk individu, sebagi makhluk sosial dan manusia susila. Manusia adalah pemimpin atau khalifah.

1.       Pandangan ilmu pengetahuan tentang manusia
Penyelidikan manusia bertujuan untuk memahami secara mendalam tentang hakikat manusia itu sendiri.
o   Menurut aristoteles manusia adalah hewan berakal sehat yang mengeluarkan pendapatnya, yang berbicara berdasarkan akal pikirannya
o   Menurut islam, manusia adalah individu yang berkeluarga dan selalu bersilahturahmi dan mengabdi kepada Tuhan. Manusia adalah makhluk yang sempurna dibandingkan hewan karena manusia memiliki akal untuk memahami kebenaran.
2.       Kepribadian manusia dan pendidikan
Pada dasarnya tujuan pendidikan adalah membina kepribadian manusia secara semperna. Sehinggga proses pendidikan, peranan efektif terhadap pembianaan kepribadian manusia melalui lingkungan juga didukung oleh faktor pembawaan sejak manusia dilahirkan. Pendidikan dianggap sebagi transfer kebudayaan, pengembangan ilmu pengetahuan akan membawa manusia mengerti dan memahami lebih luas tentang permasalahnnya. Maka dari itu ilmu pengetahuan memiliki nilai-nilai praktis di dalam kehidupan baik sebagai pribadi maupun warga masyarakat.
3.       Masalah rohani dan jasmani
Dari zaman dahulu manusia tidak henti-hentinya berusaha membedakan antara unsur manusia yang bersifat lahiriah dan maknawiyah. Para filosof yunani berpendapat bahwa ruh merupakan unsur yang halus yang dapat meninggalkan badan.
Sementara islam berpandangan bahwa manusia merupakan perakitan antara badan dan ruh. Dan keduanya merupakan substansi alam. Permasalahan ruh adalah sesuatu yang terbatas untuk dipelajari secara mendalam.

D.      SISTEM NILAI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Sistem adalah suatu himpunan gagasan/prinsip yang saling bertautan yang bergabung menjadi suatu keseluruhan. Berhubungan dengan itu nilai merupakan suatu norma tertentu yang mangatur ketertipan kehidupan sosial. Nilai akan selalu muncul apabila manusia sebagai makhluk sosial mengadakan hubungan sosial (bermasyarakat).
1.       Pengertian nilai
Nilai adalah suatu penetapanatau suatu kualitas sesuatu objek yang menyangkut suatu jenis apresiasi atau minat.
Menurut pandangan idealis nilai bersifat normatif dan objektif serta berlaku umum.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai adalah hasil kreatifitas manusia dalam rangka melalukan kegiatan sosial, baik berupa cinta, simpati dan lain-lain.
2.       Bentuk dan tingkat-tingkat nilai
Burbecher membedakan nilai menjadi 2 yaitu
a.       Nilai instrinsik
Nilai yang dianggap baik, tidak untuk sesuatu yang lain, melainkan di dalam dirinya sendiri.
b.      Nilai instrumental
Nilai yang dianggap baik karena bernilai untuk sesuatu yang lain
Menurut August Comte, menurut tingkat perkembangan nilai dibagi menjadi 3 yaitu tingkat theologis, tingkat metafisik, dan tingkat positif.            
3.       Nilai-nilai pendidikan dan tujuan pendidikan
Pendidikan tidak bis dipisahkan dari nilai. Keadaan masyarakat dapat diukur dari pendidikan, kebrobokan masyarakat takkan dapat diperbaiki dengan cara apapun kecuali dengan pendidikan.
4.       Etika jabatan
Fungsi dan tanggung jawab mendidik dalam masyarakat merupakan kewajiban setiap warga masyarakat karena mendidika adalah panggilan sebagai moral tiap manusia.
Kaum profesional adalah mereka yang telah menempuh pendidikan relatif cukup lama serta mengalami latihan-latihan khusus.
Guru harus memiliki azas-azas umum yang universal seperti:
a.       Melakukan kewajiban dasar good will dengan kesadaran pengabdian
b.      Memperlakukan siapapun, nak didik sebagai satu pribadi yang sama dengan pribadinya sendiri
c.       Menghormati perasaan ornag lain.
d.      Selalu menyumbangkan ide-ide, konsepi, karya demi kemajuan kewajibannya
e.      Akan menerima haknya semata-mata seabagai satu kehormatan.

E.       PANDANGAN FILSAFAT TENTANG PENDIDIKAN.
Filsafat pendidikan adalah nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan filsafat yang menjiwai, mendasari dan memberikan identitas suatu sitem pendidikan.
Filsafat sering diartikan dengan pandangan dunia. Pandangan duania adalah suatu konsep yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, masyarakat umum, nilai dan norma yang mengatur dan alam sekitarnya serta penciptanya.
Filsafta menjadikan manusia berkembang, mempunyai pandangan hidup yang menyeluruh secara sistematis maka hal semacam ini telah dituangkan dalam sistem pendidikan, agar dapat terarah mencapai tujuan pendidikan.penuangan pemikiran ini dituangkan dalam kurikulum.
Untuk mengembangkan mutu pendidikan ada lima jalur yang harus ditempuh:
1.       Landasan filsafatà menjadi dasar dalam menyusun paradigma bagi pengembangan ilmu pendidikan.
2.       Adanya paradigma (kerangka pikiran/logika) dalam penyusunan metodologi pengembangan ilmu pendidikan.
3.       Perlunya modal-modal penelitian untuk penelitian pendidikan
4.       Memerlukan metodologi pembagian ilmu pendidikan
5.       Melakukan organisasi secara berskala nasional
Unsur-unsur pengembangan pendidikan:
o   Dasar dan tujuan pendidikan
o   Pendidikan dan peserta didik
o   Kurikulum
o   Sistem pendidikan

1.       Dasar dan tujuan
Dasar pendidikan yaitu suatu aktivitas untuk mengembangkan dalam bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian. Dasar dan landasannya di Indonesia adalah Pancasila sila pertama.
Tujuan pendidikan adalah membawa anak kearah tingkat kedewasaan
Ada 4 macam tujuan pendidikan:
a.       Tujuan pendidikan nasional
b.      Tujuan institusional
c.       Tujuan kurikuler
d.      Tujuan instruksional
Agar keempat tujuan penidikan itu tercapai maka agar hasil tersebut dapat diukur secara objektif kemudian rumusan tujuan instruksional haruslah dibuat secara behaviorial (berdasarkan tingkah laku).
Tujuan pendidikan yang ingin dicapai menentukan kurikulum dan isi pendidikan yang diberikan.
Dasar dan tujuan pendidikan itu, dasarnya ialah aktivitas untuk mengembangkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan menuju terbinanya kepribadian yang tinggi sesuai dengam dasar persiapan pendidikan.
2.       Pendidik dan peserta didik
Pendidik bertugas sebagi medium agar anak didik dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. Agar pendidik dapat berfunsi sebagai mediu, baik dalam menjalankan tugas dan kegiatan pendidikan maka ia harus melaksanakan beberapa peranan secara baik.
Peserta sisik adalah anak yang tumbuh bekembang baik ditinjau dari fisisk maupun perkembangan mental. Setiap anak didik mempunyai pembawaan yangberlainan. Karena itu pendidik wajib senantiasa berusah amengetahui pembawaan masing-masing anak didiknya agar layanan pendidikan yang diberikan sesuai dengan pembawaan masing-masing.
3.       Kurikulum
Kurikulum merupakan faktor yang sangat pendting dalam proses pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan. Segala sesuatu yang harus diketahui diresapi serta dihayati oleh anakharuslah ditetapkan dalam kurikulum dengan segala hal yang harus diajarkan oleh pendidik.
Kurikulum merupakan rumusan, tujuan mata pelajaran, garis besar pokok  bahasan penilaian dan perangkat lainnya.

4.       Sistem pendidikan

Sabtu, 03 Oktober 2015

Berguru pada Kenangan.

Pada suatu hari yang membuat harga diriku berasa tidak bernilai, ura aji, begitu kiranya dalam bahasa jawa, aku mensetting pikiranku agar aku tidak bersikap sentimentil ala anak abg. Dari sana aku belajar tentang arti sebuah nilai. Aku yakin saat itu , Allah sedang mengajariku bagaimana menghargai sebuah nilai. Malas rasanya bercerita tentang peristiwa waktu itu, tapi demi sebuah pelajaran aku merelakan untuk mengutarakannya dalam sebuah cerita. Aku menuliskan cerita penuh pelajaran ini dalam keadaan sadar di antara kicau burung dan lantunan suara ayat – ayat Al quran dari perempuan berkerudung pelangi. Aku sedang berada di masjid Agung Manunggal Bantul.


Sebut namanya Mister T, ia adalah satu – satunya dosbingku. Seminggu yang lalu, pada hari Senin, aku membuat janji dengan Mister T. Beliau berkata bahwa untuk minggu ini jadwl penuh, Mister T menjanjikan hari Rabu depan. Dan ketika hari Selasa aku mengkonfirmasi ulang terkait bimbinganku. Mister T menjanjikan mempunyai waktu jam 4 sore. Aku pun mengatur ulang jadwal agar aku bisa bimbingan dengan Mister T. Tibalah hari Rabu, aku sengaja mengambil sedikit jam untuk masuk kerja partime di sebuah warnet agar aku bisa menyelesaikan laporanku. Aku berencana jam 3 sore berangkat langsung ke kampus. Tak tahunya ketika selesai membuka mukena biru, sehabis shalat dhuhur, waktu itu jam di handphoneku menunjuk angka 13.12, ada sebuah pesan masuk dari seorang teman, sebut saja Iva.

“Mbak, hari ini ada janjian dengan Mister T ya? Sudah ditunggu sekarang oleh Mister T.”

Whaatttt.

Kau tahu apa yang kurasakan. Aku merasa tidak bernilai saat itu. Sungguh. Aku tahu ini adalah perasaan lebay dan alay seorang perempuan yang berumur setengah abad. Aku akui ini adalah asumsi yang harusnya tidak kupupuk hingga membuahkan prasangka buruk. Tapi bagaimana? Saat itu pertama kali yang terpikir adalah seperti itu.

Aku merasa menjadi manusia paling tidak dihargai sedunia, hina dina, remeh – temeh. 

Kenapa Mister T tidak langsung saja mengkonfirmasi kepadaku lewat sms sendiri? Kenapa harus melalui orang lain? Apa  dia tidak punya nomorku? Padahal aku kemarin sms Mister T. Kurasa ia tidak pernah menyimpan nomorku. Ya siapa aku, yang nomornya harus disimpan. Orang tidak penting. Di sinilah aku merasa menjadi orang paling tidak berharga, tidak penting, dan hina. Aku sedang berhadapan dengan orang penting yang bisa seenak dirinya untuk mengubah bahkan membatalkan sesuatu.

Sentimentil bukan.


Sepanjang perjalanan menuju kampus aku merenung. Perjalanan di atas motor memang waktu paling asyik buat melihat ke dalam diri. Aku mulai menyadari bahwa rupanya aku telah salah menempatkan perasaan tidak penting, tidak berharga, hina dina, dan remeh. Harusnya perasaan itu bukan kutujukan pada manusia melainkan hanya kepada Allah. Astagfirullah.

Jumat, 02 Oktober 2015

STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF ACTIVE KNOWLEDGE SHARING (Melvin L. Silberman)

Pengertian Active Knowledge Sharing  
Active Knoeledge Sharing  atau berbagi pengetahuan secara aktif  merupakan strategi yang menekankan siswa untuk saling berbagi dan membantu dalam menyelesaikan pertanyaan yang diberikan.
Menurut Dr. H. Hamruni, M.Si., active knowledge sharing adalah cara yang bagus untuk menarik peserta didik dengan segera kepada materi pelajaran. Guru dapat menggunakannya untuk mengukur tingkat pengetahuan para peserta didik selagi, pada saat yang sama, melakukan beberapa bangunan tim (team building). Strategi ini bekerja dengan beberapa pembelajaran dan dengan beberapa materi pembelajaran.[1]
Menurut Melvin L. Silberman, active knowledge sharing merupakan cara bagus untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang diajarkan. Strategi ini juga dapat digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan siswa sembari melakukan kegiatan pembentukan tim. Cara ini cocok pada segala ukuran kelas dan dengan materi pelajaran apapun.[2]
Active Knoeledge Sharing merupakan strategi yang menekankan siswa untuk saling berbagi dan membantu dalam menyelesaikan pertanyaan yang diberikan. Atau dengan kata lain, “ ketika ada siswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan atau kesulitan menjawab, maka siswa lain yang mampu menjawab pertanyaan dapat membantu temannya untuk menyelesaikan pertanyaan yang diberikan.[3]
Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa active knowledge sharing merupakan strategi belajar untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang diajarkan dengan tujuan mendorong siswa aktif berbagi informasi dan pengetahuan kepada teman yang tidak bisa menyelesaikan soalnya, dan pada akhirnya guru menyampaikan topik-topik yang penting dari hasil pengerjaan  siswa dalam berbagi pengetahuan pada mata pelajaran tersebut.

Prosedur/Langkah-langkah Active Knoeledge Sharing  
Prosedur/langkah-langkah strategi pembelajaran Active knowledge sharing adalah sebagai berikut:
a.       Siapkan sebuah daftar pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru dapat menyertakan beberapa atau semua dari berbagai kategori berikut ini:
1)      Kata-kata untuk didefinisikan
2)      Pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda mengenai fakta-fakta atau konsep-konsep
3)      Orang-orang yang harus dikenali
4)      Pertanyaan-pertanyaan mengenai aksi-aksi yang dapat diambil seseorang dalam situasi-situasi tertentu
5)      Kalimat-kalimat yang tidak lengkap
b.      Mintalah peserta didik menjawab pertanyaan tersebut
c.       Kemudian ajaklah mereka berkeliling ruangan, untuk mencari peserta didik lain yang dapat menjawab pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya. Doronglaj peserta didik untuk membantu satu sama lain.
d.      Kumpulkan kembali kelas penuh dan ulaslah jawaban-jawabannya. Isilah jawaban-jawaban yang tidak diketahui dari beberapa peserta didik. Gunakan informasi itu sebagai jalan memperkenalkan topik-topik penting di kelas.[4]
Variasi dalam strategi active knowledge sharing, adalah:[5]
·         Guru memberikan satu lembar kartu indeks kepada tiap siswa. Perintahkan mereka intuk menuliskan satu informasi yang menurut mereka akurat tentang materi yang diajarkan. Suruhlah mereka untuk berpencar di dalam kelas, berbagi pendapat tentang apa yang mereka tuliskan pada kartu tersebut. Doronglah mereka untuk menuliskan informasi kartu yang dikumpulkan oleh siswa lain. Bila mereka sudah kembali ke kelompok masing-masing, bahaslah informasi yang berhasil dikumpulkan.
·         Gunakanlah pertanyaan opini, bukannya pertanyaan factual, atau gabungan pertanyaan faktuan dengan pertanyaan opini.

Kelebihan dan Kekurangan Active Knowledge Sharing
Kelebihan
Strategi belajar  active knowledge sharing juga memiliki kelebihan. Seperti yang dinyatakan oleh Silberman menambahkan keunggulan strategi belajar ini adalah siswa dapat meminta bantuan siswa yang lain untuk membantu menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab dan bisa divariasikan dengan pemberian kartu indeks pada tiap siswa  untuk menuliskan informasi baru dari materi yang telah dipelajari.[6]
Selain itu strategi ini cocok untuk segala ukuran kelas dan dengan materi pelajaran apapun.
Kekurangan
Sebagai salah satu dari berbagai banyaknya strategi belajar aktif. Active knowledge sharing juga terdapat kekurangan. Namun kekurangan strategi belajar  active knowledge sharing semata-mata hanya suatu kekhawatiran. Kekhawatiran itu meliputi kondisi saat pembelajaran yang bisa berubah dari yang semestinya. Misalnya kegiatan belajarnya hanya merupakan kumpulan" kegembiraan dan permainan", berfokus pada aktivitas itu sendiri sampai-sampai siswa tidak memahami apa yang siswa pelajari, serta proses pembelajarannya menyita banyak waktu. Namun semua kekhawatiran itu bisa ditanggulangi dengan persiapan yang matang.[7]
         


[1] Dr. H. Hamruni, M.Si, Srategi dan Model-Model Pembelajaran Aktif Menyenangkan, (Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. 2009) hal. 265.
[2] Melvin L. Silberman. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. (Bandung: Nusamedia & Nuansa Cendekia. 2013) hal. 100.
[3] ttp://rikiantobaeng.blogspot.com/2013/05/strategi-belajar-active-knowledge.html
[4] Dr. H. Hamruni, M.Si. hal. 265-266.
[5] Melvin L. Silberman. hal. 101.
[6] Melvin L. Silberman. hal. 101.
            [7]http://rikiantobaeng.blogspot.com/2013/05/strategi-belajar-active-knowledge.html

Kamis, 01 Oktober 2015

Kunjungan Pertama Ke Perpustakaan Kota Yogyakarta

Ceritanya pagi ini, aku ingin nyempetin nyuci jilbab yang udah menumpuk di pojokan, di balik pintu kamar. Dari pagi sudah kurendam dengan sesachet rinso sekali kucek dan kutinggal bikin bacem tempe dan sambel. Sengaja memeng, berharap tuh kotoran yang melekat dalam pakaian rontok seketika.

Tak tahunya tangan ini gatel buka netbook, karena semalem aku minta beberapa foto kami "f4" (aku, adek unyu, Sitmay and Uli) saat kami lagi di pantai. Ku edit - edit deh tuh foto dengan photo scape. Pas aku lihat jam di dinding dekat jendela kayu yang di bawahnya kuletakkan sebuah radio, waktu sudah menunjuk pukul 07.45. Di saat yang sama Uli sedang memakai kaos kaki yang sudah memudar warnanya. Katanya ia mau pergi ke Perpus. And reflek aku bilang, "Ikut." Gubrak sekali. Padahal pagi ini aku berencana mencuci kemudian pergi ke kampus ambil buku yang kemarin tidak jadi kufotokopi. Tak apalah. WKWKWKWK

"Ul, ikut. Tapi aku belum mandi. Oke. Lima menit, Eh sepuluh menit deh." kemudian aku langsung tancap gas mandi.

Di perjalanan kami mampir dulu ke maktab. Jalanan di hari kamis jam sembilanan tidak semacet jalanan di pagi hari. Tapi ya itu, tetep saja banyak pengguna jalan yang ngerasa jalan tuh jalan milik pribadi, sembarangan belok.

Dan setelah muter - muter, jujur kalau aku di suruh ke sini sendirian, bakal nyasar. Apesnya lagi ketilang. Hehehehe.


Gambar diambil dari perpustakaan.jogjakota.go.id 

Suasana yang pertama saat kaki ini menginjak di corblok halaman Perpustakaan Kota Yogyakarta adalah takjub. Sumpah aku takjub. Banyak banget yang ke perpustakaan. Jadi ingat icon kota jogja adalah kota pelajar. Ya secara otomatis banyak orang yang belajar.

Kalau menurut aku, Perpustakaan Kota Yogyakarta ini adalah perpustakaan terunik dan keren dari beberapa perpustakaan yang pernah kukunjungi. Memangnya sudah berapa perpustakaan yang kamu kunjungi, tanyaku pada diri sendiri. Mmmm, dan kujawab, dua. Gubrraaaakkk.

Desain tempat dan warna colorfull Perpustakaan Kota bagiku cantik banget, ya seperti aku gitu. Hueek. Nyaman.Dari tempatku duduk sambil menulis postingan ini aku dapat melihat remaja -remaja muda yang masuk dengan motor maticnya karena hampir seluruh bagian depan perpustakaan ini di disain berkaca. Hmmm, jadi kepikiran global warming. By the way, teman - teman nggak bakal kepanasan deh. Di dalam sini itu adem meski tak seadem masuk ke dalam lemari es. Ah, aku jadi kepikiran Global Warming lagi. Bagaimana ini ....???

Hal lain yang menarik dari perpustakaan ini adalah petugasnya. Kenapa?? Karena sepanjang yang kulihat petugasnya muda -muda. Kagak ada yang tuir. hehehehe. Bisa cuci mata, begitu kata Uli. Oops.

Cuma ya itu ada beberapa hal yang sedikit rempong, saat masuk aku  ditawari mau loker berkunci apa tidak? Kalau mau, aku harus memberikan jaminan uang 10 ribu. Apesnya loker berkunci yang kuterima sama sekali tidak bisa dikunci. Tapi tak apa, toh tidak ada barang berharga yang ada dalam tasku. Netbook kubawa masuk, dan dompet kutitipkan diloker Uli. Kalau menurutku semua keribetan tadi sebenarnya bermaksud baik. Demi keamanan. Okelah.

Buat teman - teman yang ingin ke Perpustakaan Kota Yogyakarta yang ingin memanfaatkan wifi, harus nulis nama biar dapat username n pasword untuk login. Tapi ya itu, kamu harus bersabar, karena koneksi menyiput. Maklum yang gunain bejibun, oooee.

Penampaan loginnya seperti di bawah ini.