Senin, 05 Oktober 2015

Ringkasan/Resume Buku Filsafat Pendidikan Prof, Dr, H, Jalaluddin & Dr. Abdullah Idi, M. Ed Part 4

BAB 5 HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN

A.      Pengantar
-          Filsafat sering dikonotasikan sebagai sesuatu yang bersifat prinsip yang dikaitkan dengan pandangan hidup yang mengandung nilai-nilai dasar.
-          Berbicara mengenai ilmu maka tidak bisa lepasdari pendidikan yang mana meyakini tentang eksistensi pendidikan yang sifatnya umum sampai kepada yang khusus, makin hari diperkuat dengan perkembangan metode pengukuran dan cara analisis yang dapat menghasilkann data yang dipercaya.
-          Hubungan filsafat dan ilmu pendidikan = bahwa filsafat adalah teori umum pendidikan landasan utama dari semua teori pendidikan.
B.      TEORI KEBENARAN MENURUT PANDNAGAN FILSAFAT DALAM BIDANG ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI
1.       ONTOLOGI
Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang realitas. Realita mengenai kenyataan, yang selanjutnya menjurus pada hakikat kebenaran. Realitas ontologi ini melahirkan pertanyaan-pertanyaan, 
o   apakah sesungguhnya hakikat realitas yang ada ini?
o   apakah realitas yang nampak ini hanyalah materi saja?
o   Apakah realitas ini hanya satu unsur saja, dualisme atau prularisme?
Untuk mengetahui realitas semesta didalam ruang lingkup ontologi yang jelas maka dibedakan antara metafisika dan kosmologi
a.       Ontologi à secara epistemologi berarti di balik atau dibelakang fisika maka yang diselidiki adalah hakikat realita menjangkau sesuatu di balik realita karena metafisika ingin mengerti sedalam-dalamnya.
b.      Kosmologi tentang realita à kosmos yaitu keseluruhan sistem alam semesta dan keosmologi terbatas pada realita yang lebih nyata dalam arti alam fisika yang material yang memperkaya kepribadian manusia di dunia tidaklah di alam raya  dan sisinya. Dalam arti bahwa sebagai pengalaman sehari-hari akan tetapi sesuatu yang luas, realita fisi spiritual yangtetap dinamis.
Di dalam pendidikan, pandangan ontologi secara praktis menjadi masalah utama karena anak bergaul dengan lingkungannya. Sehingga anak perlu dibimbing kepada pengertian untuk memahami realita dunia nyata dan membina kesadaran tentang kebenaran yang berpangkal pada realita yang ada.
2.       EPISTEMOLOGI
o   Epistemologi adalah nama lain dari logika material atau logika mayor yang membahas dari isi pikiran manusia yakni pengetahuan.
o    epistemologi memberikan kepercayaan dan jaminan bagi guru bahwa ia memberikan kebenaran kepada murid-murid.
o   Epistemologi adalah pengetahuan bagaimana kita mengetahui benda-benda.

3.       AKSIOLOGI
Aksiologi adalah suatu bidang yang meyelidiki nilai-nilai(value) yaitu moral, ekspresi keindahan, dan kehidupan sosial politik.

C.      PANDANGAN FILSAFAT TENTANG HAKUKAT MANUSIA
Antropologi filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat manusia.
a.       Aliran serba zat
Bahwa yang sungguh-sungguh ada itu hanyalah materi/zat. Alam ini adalah materi dan manusia adlah unsur alam, maka dari itu manusia dalah zat atau materi.
b.      Aliran serba ruh
Bahwa swgala hakikat sesuatu yang ada di dunia adalah ruh, hakikat manusia adalah ruh, adapun zat itu adlah manifestasi dari ruh di atas dunia ini.
o   Dasar pikiran bahwa ruh itu lebih berharga, lebih tinggi dari materi.
o   Ruh adalah hakikat dan badan adalah penjelmaan atau bayangan
c.       Aliran dualisme
Bahwa manusia itu terdiri dari 2 substansi yaitu jasmani dan rohani. Keduanya merupakan unsur asal, yang adanya tidak tergantung satu sama lain. antara badan dab ruh terjadi sebab akibat yang keduanya saling mempengaruhi.
d.      Aliran eksistensialisme
o   Hakikat manusia adalah apa yang menguasai manusia secara menyeluruh. Manusia tidak dipandang sebagai zat tapi dari segi eksistensi manusia itu sendiri di dunia.
o   Pandangan islam bahwa manusia terdiri dari substansi materi dari bumi dan ruh yang berasal dari Allah maka hakikat pada manusia adalah ruh sedang jasadnya hanyalah alat yang dipergunakan oleh ruh saja. Tanpa kedua substansi tersebut tidak disebut manusia.
o   Menurut antropologi metafisika hakikat manusia adalah integrasi antara wataknya sebagi makhluk individu, sebagi makhluk sosial dan manusia susila. Manusia adalah pemimpin atau khalifah.

1.       Pandangan ilmu pengetahuan tentang manusia
Penyelidikan manusia bertujuan untuk memahami secara mendalam tentang hakikat manusia itu sendiri.
o   Menurut aristoteles manusia adalah hewan berakal sehat yang mengeluarkan pendapatnya, yang berbicara berdasarkan akal pikirannya
o   Menurut islam, manusia adalah individu yang berkeluarga dan selalu bersilahturahmi dan mengabdi kepada Tuhan. Manusia adalah makhluk yang sempurna dibandingkan hewan karena manusia memiliki akal untuk memahami kebenaran.
2.       Kepribadian manusia dan pendidikan
Pada dasarnya tujuan pendidikan adalah membina kepribadian manusia secara semperna. Sehinggga proses pendidikan, peranan efektif terhadap pembianaan kepribadian manusia melalui lingkungan juga didukung oleh faktor pembawaan sejak manusia dilahirkan. Pendidikan dianggap sebagi transfer kebudayaan, pengembangan ilmu pengetahuan akan membawa manusia mengerti dan memahami lebih luas tentang permasalahnnya. Maka dari itu ilmu pengetahuan memiliki nilai-nilai praktis di dalam kehidupan baik sebagai pribadi maupun warga masyarakat.
3.       Masalah rohani dan jasmani
Dari zaman dahulu manusia tidak henti-hentinya berusaha membedakan antara unsur manusia yang bersifat lahiriah dan maknawiyah. Para filosof yunani berpendapat bahwa ruh merupakan unsur yang halus yang dapat meninggalkan badan.
Sementara islam berpandangan bahwa manusia merupakan perakitan antara badan dan ruh. Dan keduanya merupakan substansi alam. Permasalahan ruh adalah sesuatu yang terbatas untuk dipelajari secara mendalam.

D.      SISTEM NILAI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Sistem adalah suatu himpunan gagasan/prinsip yang saling bertautan yang bergabung menjadi suatu keseluruhan. Berhubungan dengan itu nilai merupakan suatu norma tertentu yang mangatur ketertipan kehidupan sosial. Nilai akan selalu muncul apabila manusia sebagai makhluk sosial mengadakan hubungan sosial (bermasyarakat).
1.       Pengertian nilai
Nilai adalah suatu penetapanatau suatu kualitas sesuatu objek yang menyangkut suatu jenis apresiasi atau minat.
Menurut pandangan idealis nilai bersifat normatif dan objektif serta berlaku umum.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai adalah hasil kreatifitas manusia dalam rangka melalukan kegiatan sosial, baik berupa cinta, simpati dan lain-lain.
2.       Bentuk dan tingkat-tingkat nilai
Burbecher membedakan nilai menjadi 2 yaitu
a.       Nilai instrinsik
Nilai yang dianggap baik, tidak untuk sesuatu yang lain, melainkan di dalam dirinya sendiri.
b.      Nilai instrumental
Nilai yang dianggap baik karena bernilai untuk sesuatu yang lain
Menurut August Comte, menurut tingkat perkembangan nilai dibagi menjadi 3 yaitu tingkat theologis, tingkat metafisik, dan tingkat positif.            
3.       Nilai-nilai pendidikan dan tujuan pendidikan
Pendidikan tidak bis dipisahkan dari nilai. Keadaan masyarakat dapat diukur dari pendidikan, kebrobokan masyarakat takkan dapat diperbaiki dengan cara apapun kecuali dengan pendidikan.
4.       Etika jabatan
Fungsi dan tanggung jawab mendidik dalam masyarakat merupakan kewajiban setiap warga masyarakat karena mendidika adalah panggilan sebagai moral tiap manusia.
Kaum profesional adalah mereka yang telah menempuh pendidikan relatif cukup lama serta mengalami latihan-latihan khusus.
Guru harus memiliki azas-azas umum yang universal seperti:
a.       Melakukan kewajiban dasar good will dengan kesadaran pengabdian
b.      Memperlakukan siapapun, nak didik sebagai satu pribadi yang sama dengan pribadinya sendiri
c.       Menghormati perasaan ornag lain.
d.      Selalu menyumbangkan ide-ide, konsepi, karya demi kemajuan kewajibannya
e.      Akan menerima haknya semata-mata seabagai satu kehormatan.

E.       PANDANGAN FILSAFAT TENTANG PENDIDIKAN.
Filsafat pendidikan adalah nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan filsafat yang menjiwai, mendasari dan memberikan identitas suatu sitem pendidikan.
Filsafat sering diartikan dengan pandangan dunia. Pandangan duania adalah suatu konsep yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, masyarakat umum, nilai dan norma yang mengatur dan alam sekitarnya serta penciptanya.
Filsafta menjadikan manusia berkembang, mempunyai pandangan hidup yang menyeluruh secara sistematis maka hal semacam ini telah dituangkan dalam sistem pendidikan, agar dapat terarah mencapai tujuan pendidikan.penuangan pemikiran ini dituangkan dalam kurikulum.
Untuk mengembangkan mutu pendidikan ada lima jalur yang harus ditempuh:
1.       Landasan filsafatà menjadi dasar dalam menyusun paradigma bagi pengembangan ilmu pendidikan.
2.       Adanya paradigma (kerangka pikiran/logika) dalam penyusunan metodologi pengembangan ilmu pendidikan.
3.       Perlunya modal-modal penelitian untuk penelitian pendidikan
4.       Memerlukan metodologi pembagian ilmu pendidikan
5.       Melakukan organisasi secara berskala nasional
Unsur-unsur pengembangan pendidikan:
o   Dasar dan tujuan pendidikan
o   Pendidikan dan peserta didik
o   Kurikulum
o   Sistem pendidikan

1.       Dasar dan tujuan
Dasar pendidikan yaitu suatu aktivitas untuk mengembangkan dalam bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian. Dasar dan landasannya di Indonesia adalah Pancasila sila pertama.
Tujuan pendidikan adalah membawa anak kearah tingkat kedewasaan
Ada 4 macam tujuan pendidikan:
a.       Tujuan pendidikan nasional
b.      Tujuan institusional
c.       Tujuan kurikuler
d.      Tujuan instruksional
Agar keempat tujuan penidikan itu tercapai maka agar hasil tersebut dapat diukur secara objektif kemudian rumusan tujuan instruksional haruslah dibuat secara behaviorial (berdasarkan tingkah laku).
Tujuan pendidikan yang ingin dicapai menentukan kurikulum dan isi pendidikan yang diberikan.
Dasar dan tujuan pendidikan itu, dasarnya ialah aktivitas untuk mengembangkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan menuju terbinanya kepribadian yang tinggi sesuai dengam dasar persiapan pendidikan.
2.       Pendidik dan peserta didik
Pendidik bertugas sebagi medium agar anak didik dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. Agar pendidik dapat berfunsi sebagai mediu, baik dalam menjalankan tugas dan kegiatan pendidikan maka ia harus melaksanakan beberapa peranan secara baik.
Peserta sisik adalah anak yang tumbuh bekembang baik ditinjau dari fisisk maupun perkembangan mental. Setiap anak didik mempunyai pembawaan yangberlainan. Karena itu pendidik wajib senantiasa berusah amengetahui pembawaan masing-masing anak didiknya agar layanan pendidikan yang diberikan sesuai dengan pembawaan masing-masing.
3.       Kurikulum
Kurikulum merupakan faktor yang sangat pendting dalam proses pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan. Segala sesuatu yang harus diketahui diresapi serta dihayati oleh anakharuslah ditetapkan dalam kurikulum dengan segala hal yang harus diajarkan oleh pendidik.
Kurikulum merupakan rumusan, tujuan mata pelajaran, garis besar pokok  bahasan penilaian dan perangkat lainnya.

4.       Sistem pendidikan

Sabtu, 03 Oktober 2015

Berguru pada Kenangan.

Pada suatu hari yang membuat harga diriku berasa tidak bernilai, ura aji, begitu kiranya dalam bahasa jawa, aku mensetting pikiranku agar aku tidak bersikap sentimentil ala anak abg. Dari sana aku belajar tentang arti sebuah nilai. Aku yakin saat itu , Allah sedang mengajariku bagaimana menghargai sebuah nilai. Malas rasanya bercerita tentang peristiwa waktu itu, tapi demi sebuah pelajaran aku merelakan untuk mengutarakannya dalam sebuah cerita. Aku menuliskan cerita penuh pelajaran ini dalam keadaan sadar di antara kicau burung dan lantunan suara ayat – ayat Al quran dari perempuan berkerudung pelangi. Aku sedang berada di masjid Agung Manunggal Bantul.


Sebut namanya Mister T, ia adalah satu – satunya dosbingku. Seminggu yang lalu, pada hari Senin, aku membuat janji dengan Mister T. Beliau berkata bahwa untuk minggu ini jadwl penuh, Mister T menjanjikan hari Rabu depan. Dan ketika hari Selasa aku mengkonfirmasi ulang terkait bimbinganku. Mister T menjanjikan mempunyai waktu jam 4 sore. Aku pun mengatur ulang jadwal agar aku bisa bimbingan dengan Mister T. Tibalah hari Rabu, aku sengaja mengambil sedikit jam untuk masuk kerja partime di sebuah warnet agar aku bisa menyelesaikan laporanku. Aku berencana jam 3 sore berangkat langsung ke kampus. Tak tahunya ketika selesai membuka mukena biru, sehabis shalat dhuhur, waktu itu jam di handphoneku menunjuk angka 13.12, ada sebuah pesan masuk dari seorang teman, sebut saja Iva.

“Mbak, hari ini ada janjian dengan Mister T ya? Sudah ditunggu sekarang oleh Mister T.”

Whaatttt.

Kau tahu apa yang kurasakan. Aku merasa tidak bernilai saat itu. Sungguh. Aku tahu ini adalah perasaan lebay dan alay seorang perempuan yang berumur setengah abad. Aku akui ini adalah asumsi yang harusnya tidak kupupuk hingga membuahkan prasangka buruk. Tapi bagaimana? Saat itu pertama kali yang terpikir adalah seperti itu.

Aku merasa menjadi manusia paling tidak dihargai sedunia, hina dina, remeh – temeh. 

Kenapa Mister T tidak langsung saja mengkonfirmasi kepadaku lewat sms sendiri? Kenapa harus melalui orang lain? Apa  dia tidak punya nomorku? Padahal aku kemarin sms Mister T. Kurasa ia tidak pernah menyimpan nomorku. Ya siapa aku, yang nomornya harus disimpan. Orang tidak penting. Di sinilah aku merasa menjadi orang paling tidak berharga, tidak penting, dan hina. Aku sedang berhadapan dengan orang penting yang bisa seenak dirinya untuk mengubah bahkan membatalkan sesuatu.

Sentimentil bukan.


Sepanjang perjalanan menuju kampus aku merenung. Perjalanan di atas motor memang waktu paling asyik buat melihat ke dalam diri. Aku mulai menyadari bahwa rupanya aku telah salah menempatkan perasaan tidak penting, tidak berharga, hina dina, dan remeh. Harusnya perasaan itu bukan kutujukan pada manusia melainkan hanya kepada Allah. Astagfirullah.

Jumat, 02 Oktober 2015

STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF ACTIVE KNOWLEDGE SHARING (Melvin L. Silberman)

Pengertian Active Knowledge Sharing  
Active Knoeledge Sharing  atau berbagi pengetahuan secara aktif  merupakan strategi yang menekankan siswa untuk saling berbagi dan membantu dalam menyelesaikan pertanyaan yang diberikan.
Menurut Dr. H. Hamruni, M.Si., active knowledge sharing adalah cara yang bagus untuk menarik peserta didik dengan segera kepada materi pelajaran. Guru dapat menggunakannya untuk mengukur tingkat pengetahuan para peserta didik selagi, pada saat yang sama, melakukan beberapa bangunan tim (team building). Strategi ini bekerja dengan beberapa pembelajaran dan dengan beberapa materi pembelajaran.[1]
Menurut Melvin L. Silberman, active knowledge sharing merupakan cara bagus untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang diajarkan. Strategi ini juga dapat digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan siswa sembari melakukan kegiatan pembentukan tim. Cara ini cocok pada segala ukuran kelas dan dengan materi pelajaran apapun.[2]
Active Knoeledge Sharing merupakan strategi yang menekankan siswa untuk saling berbagi dan membantu dalam menyelesaikan pertanyaan yang diberikan. Atau dengan kata lain, “ ketika ada siswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan atau kesulitan menjawab, maka siswa lain yang mampu menjawab pertanyaan dapat membantu temannya untuk menyelesaikan pertanyaan yang diberikan.[3]
Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa active knowledge sharing merupakan strategi belajar untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang diajarkan dengan tujuan mendorong siswa aktif berbagi informasi dan pengetahuan kepada teman yang tidak bisa menyelesaikan soalnya, dan pada akhirnya guru menyampaikan topik-topik yang penting dari hasil pengerjaan  siswa dalam berbagi pengetahuan pada mata pelajaran tersebut.

Prosedur/Langkah-langkah Active Knoeledge Sharing  
Prosedur/langkah-langkah strategi pembelajaran Active knowledge sharing adalah sebagai berikut:
a.       Siapkan sebuah daftar pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru dapat menyertakan beberapa atau semua dari berbagai kategori berikut ini:
1)      Kata-kata untuk didefinisikan
2)      Pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda mengenai fakta-fakta atau konsep-konsep
3)      Orang-orang yang harus dikenali
4)      Pertanyaan-pertanyaan mengenai aksi-aksi yang dapat diambil seseorang dalam situasi-situasi tertentu
5)      Kalimat-kalimat yang tidak lengkap
b.      Mintalah peserta didik menjawab pertanyaan tersebut
c.       Kemudian ajaklah mereka berkeliling ruangan, untuk mencari peserta didik lain yang dapat menjawab pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya. Doronglaj peserta didik untuk membantu satu sama lain.
d.      Kumpulkan kembali kelas penuh dan ulaslah jawaban-jawabannya. Isilah jawaban-jawaban yang tidak diketahui dari beberapa peserta didik. Gunakan informasi itu sebagai jalan memperkenalkan topik-topik penting di kelas.[4]
Variasi dalam strategi active knowledge sharing, adalah:[5]
·         Guru memberikan satu lembar kartu indeks kepada tiap siswa. Perintahkan mereka intuk menuliskan satu informasi yang menurut mereka akurat tentang materi yang diajarkan. Suruhlah mereka untuk berpencar di dalam kelas, berbagi pendapat tentang apa yang mereka tuliskan pada kartu tersebut. Doronglah mereka untuk menuliskan informasi kartu yang dikumpulkan oleh siswa lain. Bila mereka sudah kembali ke kelompok masing-masing, bahaslah informasi yang berhasil dikumpulkan.
·         Gunakanlah pertanyaan opini, bukannya pertanyaan factual, atau gabungan pertanyaan faktuan dengan pertanyaan opini.

Kelebihan dan Kekurangan Active Knowledge Sharing
Kelebihan
Strategi belajar  active knowledge sharing juga memiliki kelebihan. Seperti yang dinyatakan oleh Silberman menambahkan keunggulan strategi belajar ini adalah siswa dapat meminta bantuan siswa yang lain untuk membantu menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab dan bisa divariasikan dengan pemberian kartu indeks pada tiap siswa  untuk menuliskan informasi baru dari materi yang telah dipelajari.[6]
Selain itu strategi ini cocok untuk segala ukuran kelas dan dengan materi pelajaran apapun.
Kekurangan
Sebagai salah satu dari berbagai banyaknya strategi belajar aktif. Active knowledge sharing juga terdapat kekurangan. Namun kekurangan strategi belajar  active knowledge sharing semata-mata hanya suatu kekhawatiran. Kekhawatiran itu meliputi kondisi saat pembelajaran yang bisa berubah dari yang semestinya. Misalnya kegiatan belajarnya hanya merupakan kumpulan" kegembiraan dan permainan", berfokus pada aktivitas itu sendiri sampai-sampai siswa tidak memahami apa yang siswa pelajari, serta proses pembelajarannya menyita banyak waktu. Namun semua kekhawatiran itu bisa ditanggulangi dengan persiapan yang matang.[7]
         


[1] Dr. H. Hamruni, M.Si, Srategi dan Model-Model Pembelajaran Aktif Menyenangkan, (Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. 2009) hal. 265.
[2] Melvin L. Silberman. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. (Bandung: Nusamedia & Nuansa Cendekia. 2013) hal. 100.
[3] ttp://rikiantobaeng.blogspot.com/2013/05/strategi-belajar-active-knowledge.html
[4] Dr. H. Hamruni, M.Si. hal. 265-266.
[5] Melvin L. Silberman. hal. 101.
[6] Melvin L. Silberman. hal. 101.
            [7]http://rikiantobaeng.blogspot.com/2013/05/strategi-belajar-active-knowledge.html

Kamis, 01 Oktober 2015

Kunjungan Pertama Ke Perpustakaan Kota Yogyakarta

Ceritanya pagi ini, aku ingin nyempetin nyuci jilbab yang udah menumpuk di pojokan, di balik pintu kamar. Dari pagi sudah kurendam dengan sesachet rinso sekali kucek dan kutinggal bikin bacem tempe dan sambel. Sengaja memeng, berharap tuh kotoran yang melekat dalam pakaian rontok seketika.

Tak tahunya tangan ini gatel buka netbook, karena semalem aku minta beberapa foto kami "f4" (aku, adek unyu, Sitmay and Uli) saat kami lagi di pantai. Ku edit - edit deh tuh foto dengan photo scape. Pas aku lihat jam di dinding dekat jendela kayu yang di bawahnya kuletakkan sebuah radio, waktu sudah menunjuk pukul 07.45. Di saat yang sama Uli sedang memakai kaos kaki yang sudah memudar warnanya. Katanya ia mau pergi ke Perpus. And reflek aku bilang, "Ikut." Gubrak sekali. Padahal pagi ini aku berencana mencuci kemudian pergi ke kampus ambil buku yang kemarin tidak jadi kufotokopi. Tak apalah. WKWKWKWK

"Ul, ikut. Tapi aku belum mandi. Oke. Lima menit, Eh sepuluh menit deh." kemudian aku langsung tancap gas mandi.

Di perjalanan kami mampir dulu ke maktab. Jalanan di hari kamis jam sembilanan tidak semacet jalanan di pagi hari. Tapi ya itu, tetep saja banyak pengguna jalan yang ngerasa jalan tuh jalan milik pribadi, sembarangan belok.

Dan setelah muter - muter, jujur kalau aku di suruh ke sini sendirian, bakal nyasar. Apesnya lagi ketilang. Hehehehe.


Gambar diambil dari perpustakaan.jogjakota.go.id 

Suasana yang pertama saat kaki ini menginjak di corblok halaman Perpustakaan Kota Yogyakarta adalah takjub. Sumpah aku takjub. Banyak banget yang ke perpustakaan. Jadi ingat icon kota jogja adalah kota pelajar. Ya secara otomatis banyak orang yang belajar.

Kalau menurut aku, Perpustakaan Kota Yogyakarta ini adalah perpustakaan terunik dan keren dari beberapa perpustakaan yang pernah kukunjungi. Memangnya sudah berapa perpustakaan yang kamu kunjungi, tanyaku pada diri sendiri. Mmmm, dan kujawab, dua. Gubrraaaakkk.

Desain tempat dan warna colorfull Perpustakaan Kota bagiku cantik banget, ya seperti aku gitu. Hueek. Nyaman.Dari tempatku duduk sambil menulis postingan ini aku dapat melihat remaja -remaja muda yang masuk dengan motor maticnya karena hampir seluruh bagian depan perpustakaan ini di disain berkaca. Hmmm, jadi kepikiran global warming. By the way, teman - teman nggak bakal kepanasan deh. Di dalam sini itu adem meski tak seadem masuk ke dalam lemari es. Ah, aku jadi kepikiran Global Warming lagi. Bagaimana ini ....???

Hal lain yang menarik dari perpustakaan ini adalah petugasnya. Kenapa?? Karena sepanjang yang kulihat petugasnya muda -muda. Kagak ada yang tuir. hehehehe. Bisa cuci mata, begitu kata Uli. Oops.

Cuma ya itu ada beberapa hal yang sedikit rempong, saat masuk aku  ditawari mau loker berkunci apa tidak? Kalau mau, aku harus memberikan jaminan uang 10 ribu. Apesnya loker berkunci yang kuterima sama sekali tidak bisa dikunci. Tapi tak apa, toh tidak ada barang berharga yang ada dalam tasku. Netbook kubawa masuk, dan dompet kutitipkan diloker Uli. Kalau menurutku semua keribetan tadi sebenarnya bermaksud baik. Demi keamanan. Okelah.

Buat teman - teman yang ingin ke Perpustakaan Kota Yogyakarta yang ingin memanfaatkan wifi, harus nulis nama biar dapat username n pasword untuk login. Tapi ya itu, kamu harus bersabar, karena koneksi menyiput. Maklum yang gunain bejibun, oooee.

Penampaan loginnya seperti di bawah ini.


Senin, 14 September 2015

Cerpen Mbah Mo dan Bulan September

karya Satmoko Budi Santoso



Setiap bulan September tiba, Mbah Mo selalu teringat akan masa lalunya. Ia tidak pernah paham kenapa dirinya kemudian dimusuhi, susah mencari pekerjaan, dan hidupnya terlunta-lunta karena banyak orang tak sudi untuk menolong. Sudah lebih dari separuh hidupnya, ia hanya bekerja sebagai pemulung, tanpa keluarga. Hidupnya juga hanya sembarangan, dari rumah kardus satu ke rumah kardus lain. Di pinggiran rel kereta api.

Setiap bulan September tiba, Mbah Mo ingat, di masa remajanya ia suka nonton pertunjukan tari di alun-alun.Ada seorang perempuan seksi yang biasanya ditunggu-tunggu untuk tampil di panggung. Berpakaian jarik dan kemben yang menonjolkan daging atas kedua buah dada. Banyak orang menyebutnya ronggeng. Penari inilah yang kemudian, seingat Mbah Mo, akan melagukan tembang-tembang Jawa termasuk di antaranya genjer-genjer. Mbah Mo hanya tahu bahwa ia sering sangat terpukau dengan penampilan perempuan seksi itu. Sebagaimana penonton lain yang di matanya sama terpukaunya. Maka, bagi yang punya uang berlebih akan memberikan saweran. Bagi yang nakal malah sekalian menyisipkan uang tersebut di lekukan vertikal dada sang penari!

Setiap bulan September tiba, Mbah Mo akan selalu teringat, sudah puluhan kali ia menonton pertunjukan yang ada penari ronggengnya itu. Sampai suatu waktu, di malam hari, tiba-tiba saja listrik di kampungnya mati. Ia dibangunkan secara kasar oleh dobrakan pintu orang yang kemudian berteriak keras supaya ia keluar rumah. Beberapa orang di antaranya membawa obor. Salah satu di antaranya lantas memukul tengkuknya dan ia pun terkapar pingsan. Ketika siuman, ia sudah berada di tangsi tentara, bersama dengan teman-teman lainnya, seusia.

Setiap bulan September tiba, Mbah Mo terkenang dengan teman-temannya itu, teman-teman yang setiap harinya menemani lari-lari keliling tangsi, push up dan jika tak mampu melakukan semuanya dengan baik, maka akan ada hadiah popor senapan melayang ke badan.

Setiap bulan September tiba, Mbah Mo akan selalu ingat, sejumlah tentara memintanya jalan jongkok sampai tepat di depan salah seorang tentara. Tentara tersebut tidak memintanya berhenti. Maka, tentu saja, Mbah Mo menabrak kakinya. Dan ia marah. Lagi-lagi popor senapan mengenai punggungnya.

Setiap bulan September tiba, Mbah Mo akan ingat, seorang tentara menanyainya dengan banyak pertanyaan.

”Kenapa kamu orang suka pertunjukan penari ronggeng itu?” demikian salah satu isi pertanyaan itu.

”Saya suka karena cantiknya. Yang penting memikat hati, putih, dan mulus,” begitulah jawaban jujur Mbah Mo yang malah dikira main-main oleh si tentara dan membuat pundaknya kembali mendapatkan dampratan popor senapan.

”Tahu nggak apa itu genjer-genjer?”

”Tahu. Nama sayuran. Nama daun. Enak jika dimasak. Saya paling suka dioseng-oseng.”

”Oseng-oseng popor maksudmu?!” dampratan popor kembali mengenai pundak Mbah Mo.

Dalam hitungan pagi hari saja, Mbah Mo ingat, pernah ia sarapan popor senapan sekitar lima kali. Itulah pengalaman Mbah Mo yang dalam ingatannya disebut sebagai apel pagi. Pengalaman itu bisa saja setiap hari. Bisa beda tentara yang menanyainya, namun pertanyaannya bisa sama. Tentu, Mbah Mo menjawabnya akan sama, karena hanya jawaban itulah yang ada di dalam otaknya.

Setiap bulan September tiba pula, Mbah Mo lebih suka banyak di rumah kardusnya. Tiduran. Merokok. Minum seadanya. Di jalanan, di bulan Sepember, kalau ia bertemu dengan tentara, ia masih suka mak tratap, kaget bukan kepalang. Anehnya, itu hanya di bulan September. Jika tidak di bulan September, ia biasa saja ketika bertemu dengan tentara.

Juga di setiap bulan September tiba, Mbah Mo lebih banyak cemburu melihat anak-anak muda yang dulu ketika ia seusia segitu, lebih banyak berada di dalam penjara. Kesibukannya hanya membersihkan rumputan sekitar penjara, memijiti kawan-kawannya senasib dan menuruti kemauan sipir untuk mengurusi ternak ayam, kelinci, bebek, atau apa pun milik mereka. Mengurusi kotorannya, memberi makanan dan minuman, namun tak pernah merasakan panen. Maka, begitu di masa sekarang ia melihat anak-anak muda yang begitu banyak se-nyum di jalanan, saling berangkulan dengan pacarnya begitu mesra, rasanya Mbah Mo hanya bisa merutuk kepada Tuhan.

”Ya Tuhan, apakah kamu memangbenar-benar adil?”

Tentu Mbah Mo tidak bisa mendapatkan jawaban yang pasti atas pertanyaannya. Yanog pasti, yang ia rasakan,semenjak muda lebih banyak hidupnya menderita. Padahal, menurutnya, ia tidak pernah melakukan kesalahan. Ia hanya berbuat sesuai hati nurani, yang ia sukai, tanpa pernah merugikan orang lain. Namun lebih banyak orang menganggapnya salah.

Setiap bulan September tiba, Mbah Mo akan terkenang dengan teman-temannya sesama di penjara, yang lebih banyak sudah tiada. Sebagian ada yang hidupnya di hari tua sakit-sakitan. Selalu mengeluh katanya tulangtulangnya terasa remuk. Ada yang semenjak di penjara dan di hari tuanya tuli kedua telinganya. Ada yang kedua kakinya pincang, tangannya hanya berfungsi satu, dan yang lain.

Pernah, ada seseorang bertanya pada Mbah Mo. Ngakunya sebagai wartawan. Ia menanyakan apakah Mbah Mo dendam terhadap tentara? Mbah Mo menjawab cekatan dan tegas, tidak. Sebab, menurut Mbah Mo, pada saat itu mereka juga tidak tahu apa- apa. Mereka hanya bekerja saja. Bekerja. Itulah yang menurut Mbah Mo menjadikan tidak salah. Maka, tak perlu didendami, tak perlu dibenci.

Pernah pula, wartawan itu bertanya, apa yang Mbah Mo inginkan jika misalnya putaran waktu bisa berbalik? Di masa muda ia tak menemui popor senapan? Menurut Mbah Mo, jika nasib bisa kembali berbalik, ia hanya ingin hidupnya nyaman ketika nonton tarian, ketika nonton ronggeng. Ia hanya ingin kesukaannya tidak ada yang mengganggu. Baginya, itu sudah lebih dari cukup. Ia tidak ingin yang berlebih, ia hanya ingin ke mana-mana bisa tidak dipersalahkan. Apalagi memang ia sangat yakin, tidak pernah membuat kesalahan. Kecuali jika ia memang membuat kesalahan, wajar jika mendapatkan hukuman.

Setiap bulan September tiba, Mbah Mo selalu lebih banyak berdoa: ia ingin sehat lebih lama lagi. Apalagi, tubuhnya tidak ada yang mengalami cacat berarti. Pendengarannya tetap baik, matanya tetap awas, bicaranya tetap lancar, napasnya tetap teratur dan kondisi tubuhnya tetap segar meskipun usianya sudah kepala delapan. Mbah Mo hanya tahu, harapan satu satunya yang menenangkan hidupnya hanyalah berdoa. Meskipun hingga di hari tuanya pula, ia masih merasa belum menemukan jawaban atas pertanyaannya kepada Tuhan: apakah memang apa yang diberikan Tuhan padanya sudah cukup adil?

Perum Kasongan Permai,
Agustus 2015


Jumlah kata : 947
Karakter tanpa spasi : 5.554
sumber : Epaper SKH Kedaulatan Rakyat, Minggu, 13 September 2015 hal. 16

Apabila ada penulis yang merasa keberatan cerpennya saya "klipingkan" di blog saya. bisa langsung menghubungi email saya inay9389@gmail.com. Dan cerpen tersebut akan segera saya hapus.Terima kasih.

Jumat, 11 September 2015

Kirim PERCIKAN ke majalah GADIS


Pagi ini, aku blogwalking ke tetangga-tetangga blog. Eh nemu sebuah blog yang mennurut aku rekomended banget untuk setiap hari dikunjungi hehehe.

di dalam blog itu terdapat banyak banget info tentang kepenulisan. PAsti pada penasaran kan. Tara ini dia blog yang aku maksud Menulis dengan Hati, blognya kak Fira. (maaf kakak fira, belum ijin hehehehe)

Dari sanalah aku baca beberapa karya kak fira yang di muat di majalah GADIS untuk rubrik PERCIKAN. Jadi inget jaman dulu aku ngirim tapi gak dimuat. hehehe. Dari pada tulisanku terlantar mending aku posting aja di sini.

(gak jelek-jelek amat sih)

Oya nanti di akhir cerita aku akan membagi KETENTUAN MENGIRIM PERCIKAN ke majalah Gadis.  

FOTO LAKI-LAKI

Sore itu, setelah silau petir mengoyak langit, guntur  seolah-olah menyalak-nyalak tepat di atas  kepala Aprilia. Aprilia tidak takut. Tepatnya, ia memaksakan diri untuk tidak takut. Karena ketakutan akan membawanya ke dalam pelukan mama.
Kali ini, Aprilia tidak menginginkan pelukan mama lagi.
Tubuh Aprilia menggigil di dekat jendela. Tangannya mencengkeram tirai dengan kuat. Air yang sedari tadi menggenang di kantung matanya meleleh perlahan di kedua pipi tanpa isak.
Mendengar petir dan guntur, mama berlari tergopoh-gopoh menghampiri Aprilia, dari belakang ia memeluk anak semata wayangnya. Tapi Aprilia meronta, melepaskan pelukan mamanya dan berlari ke kamar. Mama memandanginya sampai menghilang di balik pintu dengan heran.
“Kenapa Nak? Tak biasanya kamu bertingkah seperti ini. Mungkinkah patah hati?” gumam mama sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum getir.
***
            Di luar rumah, hujan kian menderas, petir dan kilat masih memporak-porandakan langit. Alam memang membutuhkan hujan disertai petir dan guntur sebagai penawar kemarau yang panjang. Tapi bagaimana dengan hati? Hati kerap kali menampik hujan disertai petir dan guntur karena ia akan membuat guratan yang sulit dihilangkan. 
Di dalam kamar, badai petir dan guntur sedang menerjang hati Aprilia. Hujan air mata menderas, membentuk aliran-aliran sungai yang tak bermuara. Aprilia merasa dikhianati.
Dari luar kamar, Mama Aprilia mengetuk-ketuk pintu kamar Aprilia.
“Makan dulu, Nak. Mama buatin makanan kesukaanmu lho. Orak-arik kembang kol.”
Mendengar suara rayuan mamanya yang khas, isak Aprilia mengeras sampai terdengar dari balik pintu. Hal ini membuat hati mamanya teriris perih. Mama belum pernah menemukan Aprilia bertingkah seperti ini sejak ayahnya meninggal, dua tahun yang lalu. Dahulu setelah ayahnya meninggal, selama tiga hari Aprilia tidak mau keluar rumah dan mengurung diri di kamar. Akhirnya wali kelas datang ke rumah untuk memastikan keadaan putrinya. Mama berharap itu tidak akan terjadi lagi kali ini, mama yakin anaknya yang hampir masuk SMA tentu pemikirannya telah berkembang sehingga ia tidak akan berbuat hal yang sama seperti waktu itu. Kalaupun ia patah hati tidak akan sampai berlarut-larut.
Mama diam sejenak, memasang telinganya namun tidak ada jawaban. Hanya isak tangis yang belum juga tuntas.
***
Waktu itu, saat Aprilia mencari kartu keluarga di lemari mama, tiba-tiba selembar foto laki-laki ikut terambil dan jatuh di kakinya. Laki-laki seumuran ibu dengan kemeja krem dan celana jean, rambutnya gondrong menjuntai sampai ke pundak. Matanya yang tajam membuat laki-laki itu terlihat mempesona. Laki-laki dalam foto itu bukan laki-laki yang pernah tinggal di rumah ini. Bukan ayahnya. Ia belum pernah melihat laki-laki itu sebelumnya, tapi sorot matanya mengingatkan Aprilia pada sosok yang pernah ia kenal. Tapi siapa?
 Ada laki-laki lain di rumah. Mama telah mengkhianati papa, mengkhianati cinta, itu sama artinya mama telah mengkhianati dirinya sebagai buah dari cinta mereka.
***
“Mama sama sekali tidak mengkhianati papa. Papa tetap ada di hati mama. Hanya saja mama butuh seseorang untuk mama cintai, lagi.” jawab mama.
“Mama punya Aprilia, apa itu tidak cukup.”

Mama menggeleng. Dan Aprilia semakin tidak mengerti.

Ketentuan kirim percikan ke majalah Gadis
1.  Panjang tulisan 2 halaman folio aja 
2.  Tema : seputar dunia remaja (ya iyalah masak dunia kakek ninek)
3.  Kirim ke GADIS.redaksi@feminagroup.com
4. Sertakan no rekening dan fotokopi buku tabungan. (sesuai info di blognya mbak fira)